Notification

×

Iklan

Iklan

Sempat Terpuruk Pemkab Lampung Utara Kucurkan Dana Hingga Miliaran Rupiah, RSD H.M Ryacudu Diharapkan Kembali Bangkit

Jumat, 31 Desember 2021 | Desember 31, 2021 WIB Last Updated 2021-12-31T09:42:23Z

 



Sempat Terpuruk Pemkab Lampung Utara Kucurkan Dana Hingga Miliaran Rupiah, RSD H.M Ryacudu Diharapkan Kembali Bangkit.


Majalah CEO-Lampung Utara - Suntikan dana guna menunjang operasional Rumah Sakit Daerah (RSD) H.M Ryacudu Kabupaten Lampung Utara telah direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2021 oleh Pemerintah daerah setempat.


Hal itu disampaikan langsung oleh anggota DPRD Kabupaten Lampura fraksi Gerindra, Hj. Sandy Juwita kepada awak mediaJumat, (31/12), siang. Dalam penyampaiannya, Ia sangat mengapresiasi Pemkab setempat atas kinerjanya yang telah memfasilitasi Rumah Sakit plat merah disana dalam hal penyelesaian sekelumit permasalahan yang timbul akibat minimnya keuangan rumah sakit.


"Alhamdulillah di tahap pertama, Pemkab Lampura realisasikan dana untuk membantu operasional RSD H.M Ryacudu Rp3.981.000.000 melalui APBD Perubahan tahun ini," ungkap Hj. Sandy Juwita.


Gelontoran dana hingga Miliaran rupiah tersebut tidak hanya tahun ini saja. Menurut penuturannya, infusan dana operasional tersebut juga sudah dianggarkan kembali melalui APBD tahun 2022 mendatang. Realisasi tahap awal dipenghujung tahun mencapai Rp3 Miliar lebih, dan rencananya dalam penetapan APBD tahun 2022 yang sudah disetujui oleh dewan setempat berkisar Rp5 Miliar rupiah.


"Jadi tidak berhenti sampai disitu saja, nanti di APBD murni tahun 2022 juga sudah dipersiapkan anggaran tambahan yang disetujui oleh badan anggaran sebesar Rp5 Miliar. Kucuran dana ini juga sudah mulai terlihat dampak positifnya, pelan-pelan permasalahan disana mulai terselesaikan. stok obat-obatan yang sebelumnya banyak kosong, kini sudah mulai tersedia," jelasnya.


Selain itu, dari hasil koordinasi terakhir bersama pihak manajemen RSD H.M Ryacudu yang kini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dirinya meminta Kepala rumah sakit agar memperbaiki manajemen dan sistem tata kelola keuangan disana.


"Sudah kita tegaskan, supaya direktur RSD H.M Ryacudu merubah tata kelola manajemen,mulai dari pelayanan pasien, pengelolaan keuangan, dan hal-hal lainnya agar lebih ditingkatkan kembali. Karena kita semua ingin rumah sakit kebanggaan masyarakat Lampura bisa bangkit kembali, tentunya dengan melibatkan semua unsur terkait," imbuhnya.


Ia berharap dengan digelontorkan infusan dana fantastis oleh Pemkab setempat, para tenaga medis khususnya para dokter spesialis agar dapat siaga ditempat. Begitu pula terhadap dokter umum, Ia menghimbau agar tidak membuka praktek pribadi menggunakan BPJS pada saat jam kerja PNS. Termasuk dalam penggunaan alat-alat medis, agar dijaga, dirawat, serta diperbaharui agar pelayanan rumah sakit dapat terus maksimal.


"Diharapkan dokter spesialis supaya standby disana, agar pelayanan pasien rumah sakit bisa prima, begitu juga dengan dokter umum, saat jam kerja, jangan dulu buka praktek pribadi," tegasnya.


Berdasarkan keterangannya, Meski sempat terhambat dalam pelayanan, baik rawat jalan maupun rawat inap disana pada masa pandemi Covid-19, saat ini pelayanan 24 jam sudah mulai diterapkan kembali oleh rumah sakit plat merah di Bumi Ragem Tunas Lampung. Bagi masyarakat yang ingin berobat sudah bisa dilayani secara maksimal, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.


Terakhir, Ia juga berharap Pemkab Lampura tetap menganggarkan pada APBD-P selanjutnya, agar kondisi RSD HM Ryacudu kembali pulih dan kembali beroperasi sebagaimana mestinya. Dikarenakan RSD H.M Ryacudu merupakan salah satu rumah sakit rujukan dari berbagai Kabupaten terdekat.(tim)

×
Berita Terbaru Update