-->

Rabu, 21 Januari 2026

Jamin Kelancaran Logistik dan Keselamatan Warga, DPUPR Banten Masifkan Pemeliharaan 22 Ruas Jalan di Pandeglang

Jamin Kelancaran Logistik dan Keselamatan Warga, DPUPR Banten Masifkan Pemeliharaan 22 Ruas Jalan di Pandeglang

 



PANDEGLANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (PJJ) wilayah Pandeglang, bergerak cepat melakukan aksi nyata di lapangan. Di tengah tantangan cuaca ekstrem awal tahun, pihak UPTD mengintensifkan pemeliharaan rutin pada 22 ruas jalan milik provinsi yang tersebar di wilayah Kabupaten Pandeglang.


Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam menyediakan infrastruktur yang mantap. Selain untuk menjamin kenyamanan para pengguna jalan, pemeliharaan berkelanjutan ini bertujuan meminimalisir risiko kerusakan yang lebih parah akibat tingginya intensitas curah hujan yang melanda wilayah Banten belakangan ini.


Fokus pada Ketahanan Infrastruktur Plt Kepala UPTD PJJ Pandeglang, Yan Ardiyansyah Achmad, menjelaskan bahwa saat ini timnya mengemban tanggung jawab besar untuk menjaga fungsionalitas jalan sepanjang 185 kilometer. Ia menekankan bahwa strategi "jemput bola" atau pemeliharaan preventif jauh lebih efektif dan efisien secara anggaran dibandingkan harus menunggu hingga jalan mengalami kerusakan struktural yang berat.


“Kami harus bergerak cepat dan tidak boleh menunggu. Jalan ini adalah urat nadi ekonomi dan akses utama kepentingan umum. Pemeliharaan rutin sudah kami mulai di 22 ruas untuk mengantisipasi dampak curah hujan yang kian meningkat. Jika kita abai dalam penanganan preventif, kerusakan kecil bisa meluas dan tentu akan menghambat mobilitas warga,” ujar Yan Ardiyansyah saat meninjau lokasi, Selasa (20/1/2026).


Mitigasi Bencana di Wilayah Selatan Selain agenda rutin, UPTD PJJ Pandeglang juga dihadapkan pada situasi darurat di beberapa titik. Berdasarkan data lapangan, terdapat enam ruas jalan yang mengalami dampak langsung akibat bencana banjir dan tanah longsor yang dipicu cuaca buruk.


Yan menambahkan bahwa tim teknisnya tengah bekerja ekstra di wilayah Pandeglang bagian Selatan untuk mengidentifikasi metode penanganan yang paling tepat. Kondisi geografis yang rawan longsor menuntut penanganan yang tidak hanya cepat, tetapi juga presisi secara teknis agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.


Respons Cepat di Ruas Pandeglang-Cipacung Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan utama awal tahun ini adalah penanganan di ruas jalan Pandeglang-Cipacung. Ruas ini sempat menjadi perhatian publik setelah mengalami amblas pada bagian samping atau sliding yang mengancam badan jalan utama.


Menanggapi hal tersebut, Pembantu PPTK UPT PJJ Pandeglang, Muharor Adiyasa, memaparkan secara rinci mengenai prosedur perbaikan yang dilakukan. Menurutnya, penanganan di titik ini tidak hanya sekadar penambalan, melainkan perbaikan struktur pondasi.


“Kondisinya cukup krusial karena ada sliding di sisi jalan. Maka, kami melakukan pembongkaran total pada bagian jalan eksisting yang terdampak. Pondasi lamanya kami gali dan diganti dengan agregat yang lebih kuat dan stabil. Setelah struktur bawahnya kokoh, baru kami lapis kembali menggunakan hotmix agar permukaan jalan kembali mulus dan aman dilalui kendaraan berat maupun ringan,” pungkas Muharor.


Dengan adanya langkah masif ini, DPUPR Banten berharap masyarakat dapat berkendara dengan lebih aman. Pihaknya juga menghimbau warga untuk turut serta menjaga kebersihan saluran air (drainase) di sekitar jalan agar aliran air hujan tidak meluap ke badan jalan yang menjadi pemicu utama kerusakan aspal.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved