Pemerintahan Desa Tallung Tondok Gelar Rembuk Percepatan Pencegahan Dan Penanganan Stunting

 



MAJALAH CEO - ENREKANG- Pemerintahan Desa Tallung Tondok laksanakan musyawarah Desa yang dikemas dalam Rembuk Stunting  bertujuan untuk membahas dan merumuskan langkah-langkah pencegahan dan penanganan stunting, serta menetapkan komitmen bersama untuk mengatasinya. 


Dalam sambutan kepala desa Tallung Tondok bahwa Penanganan stunting adalah prioritas nasional yang membutuhkan komitmen bersama dan kerja keras .


Untuk itu melalui forum Rembuk Stunting ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk duduk bersama. Mari kita diskusikan, evaluasi, dan sepakati program-program pencegahan serta penanganan stunting yang paling tepat, efektif, dan sesuai dengan kearifan lokal desa kita. Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri; kita membutuhkan sinergi dan dukungan penuh dari para Kader Posyandu, Bidan Desa, TP PKK, hingga tingkat keluarga,ucapnya Nasri Sapa .

Kemudian juga menegaskan bahwa dalam penanganan stunting diperlukan kerja sama yang baik ,


Kepala Desa berharap kegiatan ini bukan hanya sekedar datang mendengar berbicara tetapi bisa  melahirkan sebuah rekomendasi sebagai solusi dalam penanganan stunting didesa kita, tegasnya.


Ditempat yang sama , Camat Malua Arsyad Sudading ,penegasan bahwa Rembuk stunting merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang lebih besar, yaitu penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa, dan juga menjadi amanat pemerintah pusat dan daerah agar desa memprioritaskan penggunaan dana desa untuk penanganan stunting,katanya saat membawakan kata sambutan,Bule ,Rabu (8/7/2026)


Ia juga mengemukakan tujuan diadakan rembuk Stunting adalah memperoleh data dan informasi terkait stunting di wilayah desa dalam hal ini sebagai rekomendasi.


Selanjutnya mengidentifikasi akar masalah penyebab stunting,merumuskan solusi dan intervensi yang tepat untuk mengatasi stunting 

Menyusun rencana aksi konvergensi pencegahan dan penanganan stunting.

Meningkatkan komitmen dan partisipasi semua pihak terkait, termasuk pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum,jelasnya.


Ditambahkan bahwa Aksi Pencegahan dan Penanganan Stunting harus ada komitmen bersama,memberikan  pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang stunting dan cara pencegahannya.  Terpenting  membangun sinergi dan kolaborasi semua stakeholder dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa yang bersangkutan,tandasnya.


"Mari kita rembuk untuk mengetahui permasalahan tentang kasus Stunting untuk melahirkan rekomendasi sebagai acuan mengatasi stunting yang ada di wilayah kita"pungkasnya


Kegiatan Rembuk stunting yang diselenggarakan Pemerintah Desa Tallung Tondok yang dipandu oleh Sekdes , menghadirkan Kepala DesaCamat Malua , Arsyad Sudading, Kepala Desa, Nasri Sapa,Ketua BPD,Kapuskemas Malua, Bidan desa,

Kader kesehatan, Bhabinkamtibmas Desa Tallung Tondok,Tokoh masyarakat ,PKK desa,tenaga Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang dan puluhan warga Desa Tallung Tondok.

Acara rembuk stunting yang dilaksanakan Pemerintahan Desa Tallung Tondok ditutup dengan sesi  tanya jawab para peserta rapat.(atta)

0 Komentar