-->

NASIONAL

INGIN CARI PROPERTY,DI ZAINT PROJECT AJA

TNI-POLRI

SOSIAL

HUKUM

ORGANISASI

Kamis, 07 Mei 2026

Sidak IPAL Industri dan Penertiban TPS Liar Jadi Fokus Satgas Citarum Harum Sektor 05 di Cimahi


Majalahceo.com,Cimahi,Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung program percepatan penanganan DAS Citarum, Sub Sektor 01 Cimahi Selatan Satgas Citarum Harum melaksanakan berbagai kegiatan kewilayahan pada Kamis, 07 Mei 2026, di wilayah Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.


Kegiatan diawali dengan pembersihan posko oleh personel Sub Sektor 01 Cimahi Selatan sebagai bentuk kesiapan dan pemeliharaan sarana pendukung operasional Satgas di lapangan. Selain itu, personel juga melaksanakan pendataan dan pengecekan TPS liar yang berada di wilayah Kelurahan Utama. 



Dari hasil pengecekan tersebut ditemukan tumpukan sampah dengan estimasi volume kurang lebih 100 kilogram.

Pada kesempatan tersebut, Dansektor 05 Satgas Citarum Harum, Kolonel Infanteri Kurniawan, melaksanakan kunjungan dan pendampingan ke PT Leuwitex yang beralamat di Jalan Cibaligo No. 1,75 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan serta upaya membangun sinergitas antara Satgas Citarum Harum dengan pihak industri dalam menjaga kelestarian lingkungan.



Dalam penyampaiannya, Kolonel Infanteri Kurniawan menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor industri, memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah pencemaran sungai.


“Permasalahan sampah dan pencemaran lingkungan harus menjadi perhatian bersama. Satgas Citarum Harum tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat maupun pelaku industri. Kami berharap seluruh pihak dapat meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah dan tidak membuang sampah sembarangan, terlebih ke aliran sungai yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Kolonel Infanteri Kurniawan.



Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi kepada masyarakat akan terus dilakukan secara berkesinambungan guna membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.


Selain kegiatan pendampingan industri, personel Satgas Citarum Harum Sub Sektor 01 Cimahi Selatan juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membuang sampah sembarangan di wilayah Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi keberlangsungan ekosistem sungai dan kesehatan bersama.


Adapun kekuatan personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari 6 personel TNI dan 4 orang masyarakat mitra Satgas dalam keadaan lengkap.


Untuk kegiatan selanjutnya, Sub Sektor 01 Cimahi Selatan akan kembali melaksanakan apel pagi dan pengecekan personel, pendampingan Dansektor 05 Satgas Citarum Harum ke PT Sinar Continental di Jalan Industri II No. 20 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, serta melaksanakan sosialisasi larangan pembuangan sampah ke sungai di Kampung Mancong RT 04 RW 03 Kelurahan Utama.

Kegiatan Dansektor 8 Citarum Harum, Kolonel Inf Masrief Hari ini Kamis 07 Mei 2026.

 


Majalahceo.com,KBB,-Dalam rangka mendukung percepatan penanganan limbah peternakan di wilayah hulu DAS Citarum, Komandan Sektor 8 Citarum Harum Kolonel Inf Masrief melaksanakan kegiatan survei lapangan terkait rencana pembangunan fasilitas pengolahan limbah kotoran hewan (Kohe), Kamis (7/5/2026).


Kegiatan pertama dilaksanakan pukul 08.00 WIB sampai dengan 09.30 WIB bertempat di Desa Suntenjaya, kawasan Kebun Bukit Tunggul wilayah Perkebunan PTPN 1 Regional 2. Dalam kegiatan tersebut, Dansektor 8 bersama pihak terkait melakukan peninjauan langsung terhadap lahan yang direncanakan untuk pembangunan pabrik pengolahan Kohe.



Dari hasil survei lapangan, pihak PTPN 1 Regional 2 memberikan respon positif terhadap rencana pemanfaatan areal dimaksud. Lahan yang disurvei memiliki luas sekitar 1,8 hektar dengan kebutuhan lahan pembangunan diperkirakan sekitar 8.000 meter persegi. Lokasi tersebut dinilai cukup strategis karena memiliki akses jalan yang berada tepat di samping areal serta terdapat anak Sungai Cikapundung di sekitar lokasi.


Selain itu, berdasarkan data lapangan, populasi ternak sapi di Desa Suntenjaya mencapai sekitar 1.256 ekor, sedangkan di Desa Cibodas sekitar 764 ekor, sehingga keberadaan fasilitas pengolahan Kohe dinilai sangat penting guna mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan.


Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan saran agar dilakukan pengajuan surat resmi dari Pangdam kepada PTPN 1 Regional 2 terkait pemanfaatan areal yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik pengolahan Kohe.


Selanjutnya pada pukul 09.30 WIB, Dansektor 8 melanjutkan kegiatan survei ke wilayah Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, tepatnya di samping kawasan BMC pada lahan milik PT Agronesia BUMD Provinsi Jawa Barat.


Hasil peninjauan di lokasi kedua menunjukkan bahwa limbah Kohe yang mengalir dari Sungai Cilember dan Sungai Cibeduk sudah sangat mengkhawatirkan sehingga memerlukan penanganan secara intensif dan berkelanjutan. Kedua aliran sungai tersebut diketahui bermuara dan bertemu di Sungai Cikapundung.



Berdasarkan keterangan kelompok tani yang ditemui di lapangan, pengolahan Kohe yang dilakukan saat ini baru sekitar 30 hingga 40 persen, sementara sisanya masih banyak yang dibuang langsung ke aliran sungai. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan di wilayah hulu DAS Citarum.


Sebagai langkah penanganan awal, disarankan agar dilakukan peminjaman lahan milik PT Agronesia untuk pembangunan tandon penampungan limbah Kohe di beberapa titik strategis. Dalam hal ini, pihak KPSBU menyatakan kesiapan untuk membantu proses pembuatan tandon sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung keberhasilan Program Citarum Harum.

Satgas Citarum Harum Sektor 8 Laksanakan kerjasama Penanaman Pohon, bersama Pemkab, Instansi Terkait dan Rekanan juga Pemerintah Setempat.


Majalahceo.com,Lembang-KBB 07 Mei 2026,Satgas Citarum Harum Sektor 8 bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Forkopimcam Lembang, pihak CSR Alfa Mart serta pemerintah setempat melaksanakan kegiatan penanaman pohon dalam rangka Program Green Belt CSR Alfa Mart dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, bertempat di Kp. Cisalasih RT 02 RW 10 Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (7/5/2026) mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai.


Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bentuk sinergitas lintas sektor dalam mendukung pelestarian lingkungan dan upaya penghijauan kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, sekaligus sebagai langkah nyata menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah terjadinya kerusakan lahan.



Dalam program penghijauan tersebut ditargetkan penanaman sebanyak 17.000 pohon produktif. Adapun jenis pohon yang telah ditanam pada kegiatan hari ini meliputi 100 pohon alpukat, 100 pohon jeruk purut dan 200 pohon kopi.



Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bandung Barat Bapak Jeje Ritchie Ismail, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Ibu Jemi, GM Alfa Mart Ibu Reni Wijaya, Dansektor 8 Citarum Harum (Kolonel Inf Masrief)  yang diwakili Dansub 2 Lembang Serma Sukaedi, Camat Lembang Drs. Bambang Eko S., Kapolsek Lembang AKP Dana Suhenda, SH, Danramil 0912/Lembang yang diwakili Babinsa Langensari Peltu Budiyono, para kepala desa se-Kecamatan Lembang, anggota TNI dan Masyarakat Satgas Citarum Harum Sektor 8 Sub Sub Parongpong dan Lembang sejumlah 23 Orang , para karyawan Alfa Mart sekitar 16 orang serta perwakilan masyarakat Desa Cikidang sekitar 18 orang.



Penjelasan Dansektor 8 Citarum Harum Kolonel Inf Masrief yang disampaikan oleh Dansub Sektor 2 Lembang Serma Sukaedi, Bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan Program Citarum Harum.

Gantikan LPG, Pemerintah dan Pengusaha Dorong CNG-LNG untuk Kemandirian Energi Nasional

 

Jakarta -- Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) bersama para pelaku usaha lintas asosiasi resmi menjajaki penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai solusi nyata substitusi LPG bagi masyarakat.


​Langkah ini dibahas secara mendalam dalam Talkshow & Press Conference di Energy Hub, Jakarta, Selasa (5/5), yang menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah hingga praktisi energi.


Direktur Jenderal Minyak & Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan besar terkait ketergantungan impor LPG yang terus melonjak sejak program konversi dimulai pada 2007.


​"Tahun 2010 impor kita hanya 40 persen atau sekitar 1,6 juta ton. Sekarang sudah di atas 7 juta ton. Kita akan terus menambah impor kalau tidak segera konversi ke sumber lain," ujar Laode.


Ia menegaskan bahwa CNG menjadi pilihan utama karena cadangan gas alam Indonesia sangat melimpah. "Substitusi ini bisa menurunkan biaya hingga 30 persen," tambahnya.


Ketua Umum APLCNGI, Dian Kuncoro, menyatakan bahwa pengusaha di bidang gas sangat antusias menyambut kebijakan ini. Ia mencatat sudah ada 38 perusahaan yang bergerak di sektor ini selama 15 tahun terakhir.


​"Sebanyak 80 persen badan usaha CNG dan LNG adalah anggota kami. Saat ini terdapat sekitar 80 stasiun CNG yang tersebar, meski memang masih dominan di Pulau Jawa. Kami siap memastikan alokasi gas ini sampai ke masyarakat," kata Dian.


​Senada dengan itu, Maisalina, Direktur Operasi dan Komersial PT Gagas Energi Indonesia (PGN Group), menegaskan kesiapan infrastruktur pendukung. "PGN memiliki jaringan pipa sepanjang 35.000 km. Untuk wilayah yang jauh dari pipa (beyond pipeline), kami siap menyalurkan CNG dan LNG melalui moda transportasi yang efisien agar kemandirian energi bisa tercapai cepat," jelasnya


Sektor keamanan menjadi poin paling krusial. Sekjen APLCNGI sekaligus perwakilan PT Unogas Teknologi Indonesia, Thomas Nurhakim, memperkenalkan prototipe tabung Tipe 4 yang terbuat dari karbon fiber.


​"Tabung ini sangat ringan, berat totalnya hanya 16 kg termasuk isi. Kami mendesain casing-nya berbentuk persegi agar tidak bisa menggelinding jika jatuh. Ini aspek keamanan yang kami utamakan," ungkap Thomas. Ia juga menekankan bahwa sistem ini bersifat plug and play, sehingga tidak perlu mengubah kompor yang sudah dimiliki masyarakat.


Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, menyoroti pentingnya revisi regulasi untuk memberi ruang bagi pengusaha lokal. "Ada aturan yang sudah tidak sesuai zamannya. Kami berharap ada kelonggaran agar makin banyak pihak swasta yang ikut serta. Pengusaha sudah siap, tinggal bagaimana kebijakan ini konsisten dijalankan," tegasnya.


​Dari sisi fiskal, Direktur PT Java Energy Semesta (JES), Fabekyus Kasmansyah, menyarankan pemerintah untuk mengalihkan sebagian subsidi LPG yang mencapai ratusan triliun untuk pembangunan infrastruktur gas domestik.


​"Ketergantungan pada LPG impor membuat tekanan anggaran subsidi semakin besar. Jika sebagian dialihkan untuk infrastruktur CNG dan LNG, kita tidak hanya mengurangi impor, tapi juga memperkuat ketahanan energi nasional secara mandiri," pungkas Fabekyus.


​Pemerintah menargetkan dalam waktu tiga bulan ke depan, seluruh aspek sertifikasi dan paten untuk tabung CNG rumah tangga ini dapat dirampungkan sebelum mulai didistribusikan secara masif.

Direktur Agrindo Kalimantan Lestari, Eddy Chalikdjen. Pamerkan Produk Unggulan di PALMEX Jakarta 2026

 



MAJALAH CEO - JAKARTA - Agrindo Kalimantan Lestari, sebagai authorized distributor dan penyedia kebutuhan industri, menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri kelapa sawit nasional melalui partisipasinya dalam pameran PALMEX Indonesia 2026 yang berlangsung di JIExpo, Jakarta.


Direktur Agrindo Kalimantan Lestari, Eddy Chalikdjen, menyampaikan bahwa pameran ini menjadi momentum penting untuk bertemu langsung dengan pelanggan serta memahami kebutuhan industri secara lebih mendalam.


” Kami berharap melalui ajang ini, kami bisa bertemu langsung dengan customer, mengetahui kebutuhan mereka, dan menghadirkan solusi yang tepat sesuai dengan perkembangan industri,” ujarnya saat ditemui di lokasi pameran, Rabu (6/5).


Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan industrial supply, Agrindo Kalimantan Lestari menghadirkan berbagai produk yang menyasar segmen menengah dengan tetap mengedepankan kualitas dan efisiensi biaya.


Hal ini dinilai penting mengingat industri sawit merupakan sektor padat karya yang membutuhkan produk dengan harga kompetitif namun tetap andal.


Eddy juga menyoroti tantangan persaingan dengan produk luar negeri, khususnya dari Malaysia, yang telah lebih dahulu berkembang di sektor ini. Meski demikian, ia optimistis bahwa pasar Indonesia masih memiliki potensi besar untuk tumbuh.


” Kami melihat produk-produk dari Malaysia sudah lebih dulu masuk, namun di Indonesia peluangnya masih sangat terbuka, terutama di daerah-daerah pengembangan sawit seperti Kalimantan dan Sumatera,” jelasnya.


Selain itu, faktor nilai tukar mata uang juga turut memengaruhi daya saing industri. Fluktuasi nilai ringgit dan rupiah menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga stabilitas harga produk di pasar.


Dalam kesempatan tersebut, Agrindo Kalimantan Lestari juga berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk menjaga harga bahan dan produk industri tetap terjangkau, sehingga dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha dalam negeri.


“Kami berharap pemerintah dapat membantu menjaga harga tetap stabil dan terjangkau, sehingga industri dalam negeri bisa semakin berkembang dan kompetitif,” tambah Eddy.


Ke depan, Agrindo Kalimantan Lestari berkomitmen untuk terus memperluas jaringan distribusi, termasuk di wilayah Kalimantan dan Sumatera, serta meningkatkan layanan kepada pelanggan melalui pendekatan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan pasar.


Rabu, 06 Mei 2026

Kapolda Jabar Resmikan Gedung Sat Intelkam Polres Cimahi "38 Setia"


Majalahceo.com,Cimahi,-Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., secara resmi meresmikan Gedung Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Cimahi yang dikenal dengan nama "38 Setia" dalam sebuah upacara yang berlangsung di Mapolres Cimahi, Rabu (6/5/2026).


Peresmian gedung ini menjadi momen bersejarah sekaligus penanda babak baru bagi jajaran Sat Intelkam Polres Cimahi dalam menjalankan tugas pelayanan intelijen, pengamanan wilayah, dan pengabdian kepada masyarakat.


Kapolda Jabar  mengungkapkan rasa syukur yang mendalam di sela-sela acara peresmian. Ia menyebutkan bahwa perjalanan panjang penuh tantangan dan dinamika telah dilalui hingga akhirnya gedung yang megah ini dapat berdiri kokoh dan diresmikan.



Dengan diresmikannya Gedung Sat Intelkam  oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H.,  diharapkan   bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kapolda Jabar mengatakan bahwa Nama "38 Setia" yang melekat pada gedung ini bukanlah sekadar label administratif atau nama seremonial belaka. Angka 38 dan kata Setia mengandung filosofi yang sangat mendalam dan sakral bagi korps Sat Intelkam Polres Cimahi. Nama tersebut melambangkan dedikasi tanpa batas, loyalitas yang tidak pernah pudar, serta kesetiaan mutlak dalam menjalankan tugas pengintaian, pengamanan wilayah, analisis intelijen, dan pelayanan profesional yang senantiasa berlandaskan integritas tinggi dan rasa tanggung jawab yang besar kepada masyarakat.


Proses peresmian gedung ini berlangsung dengan khidmat dan tertib, ditandai dengan serangkaian kegiatan simbolis yang sarat makna. Diawali dengan pemotongan pita oleh Kapolda Jawa Barat sebagai tanda resmi dibukanya gedung untuk operasional. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti yang dibubuhi tinta emas sebagai bukti sejarah yang akan dikenang sepanjang masa. Rangkaian acara ditutup dengan peninjauan langsung oleh Kapolda Jawa Barat ke berbagai ruangan dan fasilitas yang ada di dalam Gedung Sat Intelkam "38 Setia" tersebut, didampingi oleh Kapolres Cimahi dan jajaran pejabat utama Polres Cimahi.


Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada seluruh jajaran Polres Cimahi, khususnya personel Sat Intelkam yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah dan pantang menyerah dalam mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana yang representatif, modern, dan layak pakai ini.


"Semoga dengan adanya gedung baru yang megah dan representatif ini, kinerja Sat Intelkam Polres Cimahi semakin optimal, profesional, terukur, dan akuntabel. Ini adalah wujud nyata perhatian pimpinan terhadap kesejahteraan, kenyamanan, dan kebutuhan personel di lapangan," ujar Kapolda Jabar.


Keberadaan Gedung Sat Intelkam "38 Setia" yang baru ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dan berkelanjutan terhadap berbagai aspek tugas kepolisian, khususnya di bidang intelijen. Beberapa fungsi strategis yang akan ditunjang secara maksimal antara lain pengumpulan data dan informasi intelijen yang akurat, cepat, dan terkini, pengawasan wilayah yang lebih ketat, terstruktur, dan sistematis, analisis mendalam terhadap potensi gangguan keamanan, serta pencegahan dini terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh wilayah hukum Polres Cimahi dan sekitarnya.


"Harapannya tentunya bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat seperti itu. Kami ingin masyarakat Cimahi merasa aman, nyaman, terlindungi, dan dilayani dengan sepenuh hati serta penuh rasa hormat. Gedung '38 Setia' ini adalah salah satu bukti nyata komitmen dan keseriusan kami dalam mengabdi kepada bangsa dan negara, khususnya kepada seluruh warga masyarakat Kota Cimahi," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H 


Acara peresmian yang berlangsung sejak pagi hari tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur penting. Hadir di antaranya para pejabat utama Polres Cimahi, seluruh Kapolsek jajaran, seluruh personel Sat Intelkam Polres Cimahi, serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan unsur Forkopimda Kota Cimahi. Suasana acara tampak berlangsung khidmat, tertib, aman, namun penuh dengan kebersamaan, kehangatan, dan kekeluargaan, mencerminkan sinergi yang harmonis serta hubungan yang baik antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat yang hadir.



#Bid Humas Polda Jabar

Kebumen Berangkatkan 1.753 Calon Haji, Pengawalan Polisi Diperketat


Majalahceo.com, Kebumen,-Polres Kebumen - Polres Kebumen mengamankan dan mengawal pemberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Kebumen menuju Embarkasi Yogyakarta, Rabu, 6 Mei 2026. Pengamanan dilakukan sejak titik kumpul di Pendopo Kabumian hingga perjalanan menuju lokasi embarkasi.


Sebanyak 204 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terbagi dalam sejumlah tugas, mulai dari voorijder atau pembuka jalan di barisan depan, satuan tugas deteksi, pengamanan ring 1, hingga penjagaan di sejumlah titik penggal jalan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.


Di depan Pendopo Kabumian, suasana terlihat padat. Keluarga para calon jemaah haji memadati area tersebut untuk mengantar keberangkatan. Sejumlah di antaranya tampak mengabadikan momen, sementara sebagian lain melepas dengan doa dan haru.


Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pemberangkatan berjalan tertib dan lancar. “Kami menempatkan personel di berbagai titik strategis agar tidak terjadi penumpukan arus maupun gangguan selama perjalanan,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.


Secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji asal Kebumen tahun ini mencapai 1.753 orang. Mereka terbagi dalam enam kelompok terbang, yakni Kloter 11 hingga Kloter 16.


Untuk tahap awal, Kloter 11 dan 12 telah diberangkatkan. Sementara itu, pengamanan dan pengawalan masih akan dilanjutkan untuk keberangkatan Kloter 13 hingga Kloter 16 pada jadwal berikutnya.


Menurut Kapolres, pelaksanaan ibadah haji tahun ini relatif lebih praktis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena lokasi embarkasi dan penerbangan lebih dekat, yakni melalui Yogyakarta.


Sebelumnya, calon jemaah haji asal Kebumen harus diberangkatkan melalui Embarkasi Solo. Perubahan titik keberangkatan ini dinilai membantu efisiensi perjalanan, baik dari sisi waktu maupun pengaturan teknis di lapangan.


(Humas Polres Kebumen)

Dansatgas Citarum Harum 2026 Kolonel Inf Yanto Kusno: Atasi Sampah dari Sumber, Bukan Andalkan Mesin

 


Bandung, 6 Mei 2026 — Upaya penanganan sampah di Kota Bandung terus diperkuat melalui peninjauan langsung sejumlah fasilitas pengolahan oleh Dansatgas Citarum Harum, Yanto Kusno Hendarto, bersama Dansektor 9. 


Kegiatan ini menyasar Alat Penghancur Sampah (APS) di TPS Ciwastra, TPS3R Motah 63 Derwati, serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu-Edukasi (TPST-E) Gedebage, Rabu (6/5/2026).



Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Perumda Pasar Ciwastra, Pabanda Bhakti TNI Sterdam III/Siliwangi, serta PPK DAS Citarum.


Dalam peninjauan tersebut, terungkap bahwa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di berbagai wilayah, khususnya di area pasar. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan daya tampung TPA Sarimukti yang saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas (overload).


Menurut Kolonel Yanto Kusno, kondisi TPA Sarimukti yang sudah tidak memungkinkan untuk menampung tambahan sampah menjadi peringatan serius. Jika dipaksakan, dampaknya bisa membahayakan lingkungan di Jawa Barat. 



Oleh karena itu, solusi utama bukan lagi menambah kapasitas pembuangan, melainkan mengoptimalkan pengelolaan dari sumbernya.

Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

 Sampah yang dibuang seharusnya benar-benar berupa residu, yakni limbah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah kembali.


“Jika sampah tidak dipilah terlebih dahulu, sebesar apa pun kapasitas mesin tidak akan mampu mengimbangi volumenya. Mesin dirancang untuk mengolah residu, bukan sampah campuran seperti logam atau sisa makanan,” jelasnya.


Sementara itu, untuk TPS3R Derwati, ia menilai sistem pengolahan yang ada sudah berjalan cukup baik. Namun, masih diperlukan pembenahan dari sisi manajemen, khususnya dalam hal kemandirian operasional.


Ketergantungan terhadap anggaran pemerintah (APBD), menurutnya, harus mulai dikurangi. Hal ini penting agar operasional fasilitas tetap berjalan meskipun terjadi perubahan kebijakan anggaran di masa depan.



“Jika terus bergantung pada APBD, ada risiko operasional terhenti dan mesin menjadi tidak terpakai. Ke depan, pengelolaan harus diarahkan agar lebih mandiri, sehingga pembiayaan operasional dapat ditopang secara berkelanjutan,” tambahnya.


Melalui langkah ini, diharapkan sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung dapat bertransformasi menjadi lebih efektif, mandiri, dan berkelanjutan—dengan menempatkan pemilahan dari sumber sebagai kunci utama penyelesaian masalah.

Satgas Citarum Harum Sektor 2 Intensifkan Pengawasan Limbah Industri di Sub Sektor 4 Majalaya


Majalahceo.com, Majalaya,Kabupaten Bandung – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan kebersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Satgas Citarum Harum Sektor 2 Sub 4 Majalaya terus mengintensifkan pengawasan terhadap limbah industri, khususnya yang berasal dari pabrik-pabrik di wilayah tersebut.


Kegiatan pengawasan ini dilakukan secara rutin melalui pengecekan langsung ke lapangan, dengan fokus utama pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dimiliki oleh masing-masing pabrik. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa limbah yang dihasilkan telah dikelola dengan baik dan tidak mencemari aliran Sungai Citarum.



Komandan Sektor 2 Citarum Harum, Kolonel Infanteri Dwi Kristiyanto, menyampaikan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas dalam menjaga ekosistem sungai agar tetap bersih dan sehat.


“Pengawasan terhadap limbah industri kami lakukan secara konsisten melalui pengecekan IPAL langsung ke lokasi pabrik. Ini penting untuk memastikan bahwa setiap pelaku industri mematuhi standar pengelolaan limbah yang telah ditetapkan,” ujar Dwi Kristiyanto.


Pada kegiatan yang dilaksanakan hari ini, Satgas Citarum Harum Sektor 2 Sub 4 Majalaya melakukan pengecekan di salah satu pabrik, yakni PT Samatex Majalaya. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa sistem IPAL yang dimiliki perusahaan tersebut telah berfungsi dengan baik dan memenuhi standar yang diharapkan.


“Alhamdulillah, hasil pengecekan di PT Samatex Majalaya menunjukkan bahwa IPAL-nya sudah baik. Kami mengapresiasi upaya pihak perusahaan dalam mengelola limbahnya dengan benar. Harapannya, kondisi ini dapat menjadi contoh bagi pabrik-pabrik lain di wilayah Sektor 2,” tambahnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa permasalahan limbah, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga, merupakan tanggung jawab bersama. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merugikan masyarakat luas.



“Masalah limbah ini bukan hal sepele. Baik limbah industri maupun limbah rumah tangga yang mencemari Sungai Citarum, pada akhirnya akan kembali berdampak kepada kita semua. Oleh karena itu, kesadaran dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan,” tegasnya.


Satgas Citarum Harum Sektor 2 berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan, pengawasan, dan penindakan secara tegas apabila ditemukan pelanggaran terkait pengelolaan limbah. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kualitas air Sungai Citarum sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Bandung.


“Jaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkas Kolonel Dwi Kristiyanto.

Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Kesiapan Satuan Yon TP dan Brigif 43/Muria


Majalahceo.com,Semarang — Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., melaksanakan rangkaian kunjungan kerja (Kunker) maraton ke sejumlah Satuan Jajaran di wilayah kendali teritorial Kodam IV/Diponegoro, Rabu (6/5/2026). Menggunakan helikopter TNI AD, Pangdam bertolak dari Lapangan Parade Kompleks Makodam IV/Diponegoro untuk meninjau langsung kesiapan satuan-satuan tempur dan teritorial.


Titik pertama kunjungan Pangdam adalah Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 935/Satria Bahurekso di Kendal. Setibanya di Lapangan Sepak Bola Dawung yang menjadi titik pendaratan (landing zone), Pangdam beserta rombongan langsung bergeser menuju Markas Yon TP 935/SB guna mengecek kondisi personel serta sarana prasarana satuan dalam mendukung program pembangunan di wilayah tersebut.


Usai dari Kendal, Pangdam IV/Diponegoro melanjutkan penerbangan menuju wilayah Demak untuk mengunjungi Yon TP 937/Satria Kalijaga. Helikopter mendarat di Lapangan Desa Tlogosari, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan intensif ke Markas Komando (Mako) Yon TP 937/SK di Desa Kalicilik, Njragung, Kabupaten Demak.


Saat memberikan pengarahan kepada para prajurit Yon TP 937/Satria Kalijaga, Mayjen TNI Achiruddin menekankan agar seluruh prajurit senantiasa siap setiap saat untuk diberangkatkan ke medan tugas. Beliau menginstruksikan para prajurit untuk mematangkan kemampuan teknis dan taktis melalui lima poin utama: pertama, menjaga kemampuan jasmani; kedua, mengasah kemampuan menembak; ketiga, memelihara disiplin; keempat, dilarang mengeluh serta menghindari segala bentuk pelanggaran; dan kelima, bijak dalam menggunakan media sosial. Pangdam menegaskan bahwa kemampuan tempur adalah yang utama, disusul kemudian oleh kemampuan teritorial. Di akhir arahannya, Pangdam berpesan agar selalu melibatkan Tuhan dalam setiap kegiatan, dengan tetap konsisten beribadah dan berdoa sesibuk apa pun tugas yang dijalani.


Rangkaian kunker berlanjut ke wilayah Kabupaten Pati. Pangdam mendarat di Lapangan Gunung Panti sebelum bertolak menuju Mako Yonif TP 936/Satria Joyokusumo yang berada di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Pangdam IV/Diponegoro memastikan satuan jajaran tetap dalam kondisi siap operasional dan seluruh prajurit memiliki kesiapan mental dan fisik yang prima dalam menjalankan pengabdian.


Menutup rangkaian kunjungan kerjanya, Pangdam IV/Diponegoro menyambangi Markas Brigade Infanteri (Ma Brigif) 43/Muria di Kudus. Kunjungan ke markas komando setingkat brigade ini menjadi krusial sebagai langkah sinkronisasi komando dan pengendalian terhadap satuan-satuan di bawah jajaran Brigif 43/Muria. (Pendam IV/Diponegoro)

Empat Sub Sektor Sektor 8 Gencarkan Patroli Sungai, Komsos, dan Pembersihan Sampah di Aliran Sungai


Majalahceo.com,KBB,-Dalam rangka menjaga konsistensi Program Citarum Harum, Satgas Sektor 8 pada Rabu, 6 Mei 2026, melaksanakan serangkaian kegiatan di wilayah hulu Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang.


Dansektor 8 Kolonel Inf Masrif menyampaikan, kegiatan hari ini difokuskan pada dua pilar utama: patroli pengawasan dan komunikasi sosial.


Adapun rincian kegiatan sebagai berikut:



1. *Sub Sektor Parongpong* melaksanakan patroli rutin di sepanjang aliran Sungai Cimahi yang melintasi Desa Parongpong, Kec. Parongpong, KBB. Patroli bertujuan memonitor kondisi sungai dari potensi pencemaran sampah domestik maupun limbah.


2. *Sub Sektor Lembang* menggelar komunikasi sosial dengan warga di Kampung Cikidang, Desa Cikidang, Kec. Lembang, KBB. Materi Komsos menekankan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah peternakan sapi agar tidak mencemari anak Sungai Citarum.



3. *Sub Sektor Ciater* melaksanakan karya bakti pembersihan sampah di aliran Sungai Ciwaru, Desa Ciater, Kec. Ciater, Kab. Subang. Kegiatan ini melibatkan personel Satgas dan warga setempat.



4. *Sub Sektor Cisalak* melaksanakan Komsos di Kampung Sukamulya, Desa Cisalak, Kec. Cisalak, Kab. Subang, dengan tema ajakan menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya preventif banjir dan penyebaran penyakit.


"Pendekatan kami adalah persuasif dan edukatif. Kunci Citarum bersih ada di kesadaran warga di hulu. Kami akan terus hadir mendampingi masyarakat," tegas Dansektor 8.

Kupas Tuntas PMK 108 Tahun 2025: Strategi Tepat Memahami dan Mengimplementasikan Regulasi Baru Perpajakan

 

Jakarta, Pada hari Rabu, 06 Mei 2026 – PT. Bina Indocipta Andalan bekerja sama dengan Direktorat Humas DJP dan didukung oleh Konsorsium Pendidikan Tinggi dan Cendekiawan Nusantara serta Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia menyelenggarakan webinar dengan topik "Kupas Tuntas PMK 108 Tahun 2025: Strategi Tepat Memahami dan Mengimplementasikan Regulasi Baru Perpajakan”.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi publik dalam merespons perubahan kebijakan fiskal yang terus berkembang.


Webinar dipandu langsung oleh MC yaitu Ibu Margareth dan Ibu Cicilia selaku Moderator dari PT. Bina Indocipta Andalan. Acara webinar dibuka dengan Opening Speech yang disampaikan oleh Bapak Dr. Jhon Eddy, S.E., S.H.,M.H., M.Kn., BKP., CTA., selaku Praktisi Hukum & Pajak, dalam penyampaian opening speechnya beliau menyampaikan PMK 108 Tahun 2025 hadir sebagai salah satu regulasi strategis yang membawa sejumlah penyesuaian penting dalam aspek administrasi dan implementasi perpajakan. Perubahan ini menuntut kesiapan para Wajib Pajak, baik orang pribadi maupun badan, serta para praktisi dan akademisi, untuk memahami substansi aturan secara komprehensif agar dapat menghindari potensi kesalahan dalam penerapan.


Webinar ini dirancang sebagai forum edukatif yang akan mengupas secara mendalam berbagai ketentuan dalam PMK 108 Tahun 2025, mulai dari latar belakang kebijakan, ruang lingkup pengaturan, hingga mekanisme implementasi di lapangan. Tidak hanya itu, peserta juga akan dibekali dengan strategi praktis dalam menyesuaikan diri terhadap regulasi baru, termasuk identifikasi risiko kepatuhan dan langkah mitigasinya.


Webinar kali ini menghadirkan narasumber dari Direktorat P2Humas Direktorat Jenderal Pajak, yaitu Bapak Eddy Triono, Ibu Choirun Nisa, Bapak Gede Suarnaya, Bapak Zulfikar Irfial Chizli. Acara webinar ini diikuti oleh kurang lebih 500 (Lima Ratus) peserta yang berasal dari berbagai sektor usaha, bank dari perusahaan mapan, perorangan, dan lintas atau multi profesi, serta akademisi, baik melalui Zoom maupun via live streaming youtube.


Adapun pokok-pokok bahasan dalam webinar ini mencakup :


❖ Latar Belakang dan Tujuan PMK 108 Tahun 2025

❖ Perubahan Signifikan Dibandingkan Regulasi Sebelumnya

❖ Subjek dan Tata Cara Pendaftaran 

❖ Tata Cara Pelaporan 

❖ Studi Kasus dan Simulasi

❖ Strategi Implementasi yang Efektif

❖ Integrasi dengan Sistem Perpajakan (Coretax)


Melalui kegiatan webinar ini, PT. Bina Indocipta Andalan berharap para peserta mampu memahami substansi PMK 108 Tahun 2025, dan juga mampu membangun cara berpikir yang lebih strategis dalam menyikapi perubahan regulasi perpajakan. 


Kami berkomitmen untuk terus mendorong sinergi antara masyarakat dengan pemerintah demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan


Salam Regulasi Baru, Strategi Tepat, Kepatuhan Kuat!

Salam Reformasi Perpajakan, Strategi Cermat, Kepatuhan Berkelanjutan!


#BerbaktiPadamuNegeri 

#PajakKuatIndonesiaMaju

#PajakTumbuhIndonesiaTangguh

#KupasTuntasPMK108

#RegulasiBaruStrategiBaru

#DigitalisasiPerpajakanDenganCoretax


 Jakarta, 06 Mei 2026

Salam & Hormat Panitia Webinar

PT Bina Indocipta Andalan

Wisma 46 Kota BNI Jl. Jend Sudirman Kav. 1 Jakarta – 10220

Telp. 021-2515282 Wa. 0813-1952-3209 (Sofinda/Rion) 

Email : biawebinarregist@gmail.com

Website : www.binaindociptaandalan.com

IG : @binaindociptaandalan

Tiktiok : @bina.indocipta

Kemendagri Dukung Penuh Puncak Hari Kebebasan Pers Sedunia dan Munas SWI 2026

 

Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyambut hangat pelaksanaan puncak peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) dan Musyawarah Nasional (Munas) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI), yang akan dilaksanakan pada 18-21 Mei 2026 mendatang.


Hal itu disampaikan Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Ahmad Fajri, S.H,.MH., didampingi Kepala Bidang Kerja Sama Dalam Negeri Maria Rizeria Nusianti, S.H., MAP, Analis Kebijakan Ahli Muda George V.O Korwa, S.IP, Penata Layanan Operasional Aulia Dara Piyavadi, S.I.Kom dan Bintang Siagian, saat menerima Sekjend SWI Herry Budiman, didampingi Kabid OKK Riki, Kabid Media Massa Aldimas dan Kabid Hubal Arief Ramdhani, di ruang rapat Pusat Fasilitasi Kerja Sama (Pusfasker), Selasa (5/5/2026).


Ahmad Fajri menyampaikan bahwasannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian., M.A., Ph.D., sangat perhatian pada kegiatan SWI tersebut. Sehingga, Pusfasker diamanatkan untuk memfasilitasi agar kegiatan itu terlaksana dengan baik.


"Amanat pak Menteri kepada kami, agar Pusat Fasilitasi Kerja Sama mendukung penuh puncak peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dan Munas SWI ini," ujarnya.


Oleh karenanya, Ahmad Fajri akan segera menyampaikan hal itu kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Boyolali, untuk ikut serta mendukung dan juga berpartisipasi dalam kegiatan itu.


Sementara itu, Sekjend/Plt Ketum SWI Herry Budiman mengungkapkan audiensi itu guna meminta dukungan Kemendagri terhadap dua agenda nasional SWI yaitu Munas SWI dan Peringatan HKPS 2026.


"Serta menindaklanjuti dalam bentuk koordinasi teknis, demi suksesnya dua agenda nasional tersebut," terangnya.


Ia memaparkan, peran strategis Kemendagri, khususnya melalui Pusfasker, relevan dalam menguatkan sinergi pusat dan daerah, mendorong kolaborasi multipihak, serta memastikan keberhasilan program pembangunan di tingkat lokal.


SWI sebagai mitra strategis pemerintah, tambahnya, khususnya dalam diseminasi informasi pembangunan, penguatan literasi publik dan menjaga ruang informasi yang sehat, objektif dan konstruktif di tengah masyarakat.


"Dalam konteks ini, kita meyakini SWI dapat menjadi mitra komunikasi publik yang efektif hingga ke daerah," tegas Herry.


Selain itu, audiensi itu menjadi penegasan SWI untuk  membangun kolaborasi jangka panjang antara SWI dan Kemendagri, sebagai upaya penguatan peran pers dalam mendukung stabilitas daerah.


SWI percaya, sinergi antara pemerintah dan insan pers, tandasnya, adalah salah satu fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa, memperkuat demokrasi, dan memastikan pembangunan berjalan dengan baik hingga ke tingkat desa.


Tak lupa, SWI memberikan apresiasi tinggi terhadap Kemendagri, yang siap mendukung penuh puncak acara HKPS dan Munas SWI tersebut.


"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Mendagri, yang berkomitmen mendukung penuh acara kami di Boyolali nanti," pungkasnya. ***

Selasa, 05 Mei 2026

"Tinjau Kesiapan Operasional Satuan TNI AU di Bumi Khatulistiwa, Wakasau Tekankan Pentingnya Profesionalisme Prajurit"


Majalahceo.com,Kalbar,-Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., didampingi para Pejabat Utama Mabesau melaksanakan kunjungan kerja ke Satuan TNI AU di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk meninjau kesiapan operasional satuan jajaran TNI AU.


Setibanya di Lanud Supadio, Wakasau disambut oleh Danlanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., di Baseops Lanud Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (4/5/2026).


Dalam pengarahannya yang diikuti oleh seluruh personel Lanud Supadio dan juga Lanud Raden Sadjad secara online, Wakasau memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel TNI AU di satuan jajaran atas respons cepat dalam penanggulangan bencana alam dan operasi lainnya. 



Wakasau juga menekankan pentingnya menjaga marwah TNI AU dengan terus mengembangkan kualitas diri ditengah lingkungan strategis yang begitu dinamis, hindari pelanggaran, dan mengemban tugas dengan penuh profesionalisme.



Dalam kunjungan ini, Wakasau beserta rombongan meninjau beberapa sarana dan prasarana di Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Batalyon Parako 466 Pasgat, serta Batalyon Arhanud 15 Pasgat. Ke depan, Lanud Supadio akan menerima kedatangan berbagai alutsista strategis, baik berupa pesawat tempur maupun sistem rudal dan radar hanud, yang akan meningkatkan kapabilitas dan kesiapsiagaan pertahanan udara nasional, khususnya di pulau Kalimantan.


Selengkapnya di www.tni-au.mil.id


"TNI Angkatan Udara - Jauh di Langit Dekat di Hati"


#swabhuwanapaksa

#jauhdilangitdekatdihati 

#tniauampuh

#kasau

#marsekaltnitonnyharjono

Polda Jabar Siapkan Perlengkapan Memadai, Utamakan Keselamatan Pendaki Dalam Aksi Bakti Lingkungan Di Gunung Gede Pangrango


Majalahceo.com, Bandung,-Keselamatan dan kenyamanan pendaki menjadi perhatian utama dalam kegiatan bakti lingkungan yang dilaksanakan oleh Polda Jawa Barat di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Di bawah kepemimpinan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memastikan kesiapan para peserta sebelum melakukan pendakian.


Dalam rangka pelaksanaan  kegiatan tersebut, Polda Jabar melakukan  pembagian serta pengecekan peralatan naik gunung secara menyeluruh. Adapun perlengkapan yang diberikan  meliputi tas merek Rei Montan 50L, trekking pole, sleeping bag, sarung tangan, kupluk, jas hujan, matras, serta head lamp. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel dan peserta memiliki perlengkapan yang memadai guna menunjang keselamatan selama berada di jalur pendakian.


Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian alam sekaligus upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam aktivitas pendakian.


“Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan di alam terbuka tetap mengedepankan aspek keselamatan.  Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Polda Jabar dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya, Selasa (05/05/2026).


Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pegunungan, serta menumbuhkan budaya pendakian yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.  



#Bid Humas Polda Jabar

KESEHATAN

NASIONAL

HUKUM

POLITIK

BISNIS

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved