-->

NASIONAL

INGIN CARI PROPERTY,DI ZAINT PROJECT AJA

TNI-POLRI

SOSIAL

HUKUM

ORGANISASI

Senin, 18 Mei 2026

Kapolres Kebumen Apresiasi 24 Personel, Soroti Bahaya Penyalahgunaan AI


Majalahceo.com
| Kebumen,-- Sebanyak 24 personel Polres Kebumen menerima penghargaan dari Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama saat Apel Jam Pimpinan di halaman Mapolres Kebumen. Penghargaan diberikan kepada personel yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, Senin 18 Mei 2026.


Sebanyak 21 personel menerima reward karena berperan sebagai trainer pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Peran tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan teknologi AI secara positif dan bermanfaat.


Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, saat ini teknologi AI tidak hanya membawa manfaat, namun juga mulai banyak disalahgunakan. Penyalahgunaan tersebut, menurutnya, memunculkan berbagai informasi berbahaya hingga konten yang dapat menyesatkan masyarakat.


Karena itu, Polres Kebumen mendorong peningkatan literasi digital melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan AI Ready ASEAN Batch III. Kegiatan tersebut melibatkan 120 peserta dari 20 sekolah tingkat SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Kebumen.


“Melalui kegiatan itu, diharapkan masyarakat, khususnya pelajar, semakin bijak dalam menggunakan kecerdasan buatan,” kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama dalam amanatnya.


Selain 21 personel itu, tiga personel Bhabinkamtibmas juga menerima penghargaan atas kinerja mereka dalam melaksanakan tugas melalui kegiatan door to door system (DDS). Ketiga personel dinilai berhasil menjalankan pendekatan kepada masyarakat secara aktif dan menyelesaikan tugas dengan baik di wilayah binaannya.


Kapolres menuturkan, penghargaan yang diberikan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus meningkatkan prestasi dalam bertugas.


“Reward ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh personel agar terus berprestasi dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar menghindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun. Personel diminta menjaga kedisiplinan, meningkatkan profesionalisme, serta selalu hadir di tengah masyarakat.


Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kepolisian. Personel Polres Kebumen harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pelayanan secara maksimal.


Usai pelaksanaan apel jam pimpinan, Polres Kebumen melaksanakan kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin terhadap personel. Pemeriksaan dilakukan oleh Sipropam Polres Kebumen dengan sasaran kerapihan personel, kesesuaian penggunaan seragam, kelengkapan dokumen diri, hingga sikap tampang anggota.


Dari hasil pemeriksaan tersebut, seluruh personel dinyatakan dalam kondisi rapi dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.***


Polsek Cililin Gelar Police Goes To School di MTs Al - Mukhtariyah Rajamandala, Kapolsek Ajak Pelajar Jauhi Kenakalan Remaja dan Judi Online


Majalahceo.com | Polres Cimahi – Polsek Cililin Dalam rangka membentuk karakter pelajar yang disiplin, beretika, dan bebas dari berbagai pengaruh negatif, Polsek Cipatat Polres Cimahi melaksanakan kegiatan Police Goes To School di MTs Al-Mukhtariyah Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (18/05/2026) pukul 07.00 WIB.


Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan upacara bendera Merah Putih dan diikuti oleh sekitar 814 siswa/i beserta jajaran guru dan staf sekolah. 


Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Cililin AKP D.M. S. Andriani, S.S.Pd., M.H.I., didampingi Kanit Binmas, Kanit Lantas, Kasi Humas, Bhabinkamtibmas, Kanit Provos Polsek Cililin, Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah, serta staf guru MTs Al-Mukhtariyah Rajamandala.



Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Cililin AKP D.M. S. Andriani, S.S.Pd., M.H.I. menyampaikan pembinaan dan edukasi kepada para pelajar terkait pentingnya menjaga perilaku, disiplin, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang saat ini marak terjadi di kalangan pelajar.


Kapolsek menegaskan bahwa para pelajar harus mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga, sekolah, agama, bangsa, dan negara dengan cara fokus menuntut ilmu serta tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.


“Sebagai pelajar, tugas utama adik-adik semua adalah belajar dan menuntut ilmu untuk masa depan. Jangan sampai masa muda dirusak oleh pergaulan bebas, geng motor, narkoba, minuman keras, maupun judi online yang dapat menghancurkan masa depan kalian sendiri,” ujar AKP D.M. S. Andriani, S.S.Pd., M.H.I.


Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai bentuk dasar pendidikan karakter dan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.


“Kami berharap seluruh siswa dapat menghormati orang tua di rumah, menghormati guru di sekolah, menyayangi sesama teman, serta menjaga nama baik keluarga dan sekolah. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.


Dalam penyampaiannya, Kapolsek Cililin juga mengajak para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan perkembangan teknologi saat ini agar tidak terjerumus pada tindakan yang melanggar hukum.


Selain memberikan edukasi tentang bahaya bullying atau perundungan, pihak kepolisian juga menyampaikan pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini guna menciptakan keselamatan bersama di jalan raya.


Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan khidmat. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan pembinaan yang dilakukan Polsek Cililin sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Kepala Sekolah MTs Al-Mukhtariyah Rajamandala, Drs. H. Ayi Hanafiah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polsek Cipatat atas pelaksanaan kegiatan pembinaan tersebut.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Cililin yang telah hadir memberikan edukasi dan pembinaan kepada para siswa/i kami. Semoga apa yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, serta kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan,” ungkapnya.


Selama kegiatan berlangsung situasi berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.


*KERJA KERAS, KERJA CERDAS, KERJA IKHLAS, *MENCINTAI TANAH AIR,BERBEDA BEDA ITU INDAH*

Pemuda dan Pemerintah Kecamatan Dorong Revitalisasi Alun-Alun Banjarsari


Banjarsari, Lebak – Upaya revitalisasi Alun-Alun Kecamatan Banjarsari mulai menjadi perhatian bersama. Sekretariat Kecamatan Banjarsari bersama Ketua KNPI PK Kecamatan Banjarsari dan para tokoh pemuda melakukan inspeksi sekaligus kunjungan ke kawasan Alun-Alun Kecamatan Banjarsari di Kampung Jalupang Pasar, Desa Cidahu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Minggu (17/5/2026).


Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kawasan alun-alun dapat ditata dan dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat kegiatan masyarakat, kepemudaan, olahraga, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.


Dalam kunjungan itu, turut dibahas sejumlah agenda kegiatan yang akan digelar pada Juni 2026 bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Salah satu agenda utama yakni ajang pencarian bakat olahraga mini soccer bertajuk “Banjarsari Cup 2026” serta program pelayanan pembuatan KTP gratis bekerja sama dengan Disdukcapil Kabupaten Lebak.


Tokoh pemuda Banjarsari sekaligus Pendamping Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Ahmad Saepulrohman, ST., MM., yang akrab disapa Kang Asep, mengatakan revitalisasi alun-alun diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.


“Revitalisasi Alun-Alun Kecamatan Banjarsari ini diharapkan menjadi langkah positif dalam menghadirkan ruang publik yang aktif, produktif, dan mampu meningkatkan perputaran roda ekonomi masyarakat serta pelaku UMKM lokal,” ujar Kang Asep.


Ia juga berharap kawasan alun-alun nantinya dapat menjadi pusat kegiatan generasi muda yang kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.


“Momentum kegiatan Banjarsari Cup 2026 dan pelayanan KTP gratis ini harus menjadi awal tumbuhnya semangat kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat dalam membangun potensi daerah,” tambahnya.


Ketua KNPI PK Banjarsari, Hapidz Usman, menyampaikan dukungannya terhadap rencana revitalisasi kawasan alun-alun serta kegiatan kepemudaan yang akan dilaksanakan.


“Semoga seluruh kegiatan berjalan lancar dan Alun-Alun Kecamatan Banjarsari bisa menjadi pusat aktivitas positif bagi generasi muda dan masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Sekretariat Kecamatan Banjarsari, Asep Yulianto, S.S., menegaskan bahwa pemerintah kecamatan mendukung penuh pengelolaan dan revitalisasi kawasan alun-alun secara baik dan terarah.


“Kami berharap revitalisasi Alun-Alun Kecamatan Banjarsari dapat berjalan optimal sehingga kawasan ini menjadi ikon daerah yang tertib, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Asep Yulianto.


Ia menambahkan, pengelolaan kawasan alun-alun nantinya akan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan mitra strategis melalui wadah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pengurus Kecamatan Banjarsari.


Di sisi lain, Pj Ketua LSM GMBI Kecamatan Banjarsari, Cecep Suryadi, yang akrab disapa Blek, turut memberikan dukungannya terhadap rencana revitalisasi tersebut.


“Kami sangat mendukung revitalisasi Alun-Alun Kecamatan Banjarsari agar menjadi tempat yang nyaman, aman, dan bermanfaat untuk kegiatan sosial, olahraga, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban kawasan alun-alun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Minggu, 17 Mei 2026

Paguyuban Tiang Jawi Tunjukkan Eksistensi dan Kekompakan dalam Silaturahmi Akbar dan Food Festival PJT di Cimahi


Majalahceo.com
| Cimahi — Kehadiran jajaran pengurus dan anggota Paguyuban Tiang Jawi (PTJ) dalam kegiatan Silaturahmi Akbar dan Food Festival yang diselenggarakan oleh Paguyuban Jawa Tengah (PJT) di Pendopo Gedung DPRD Kota Cimahi menjadi bukti nyata eksistensi sekaligus soliditas PTJ di tengah keberagaman paguyuban budaya yang ada di Jawa Barat.


Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri berbagai elemen paguyuban, tokoh masyarakat, serta para pecinta budaya dan kuliner tradisional.


 Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan begitu terasa sejak awal kegiatan hingga acara selesai.

Ketua Umum Paguyuban Tiang Jawi, Dyah Wahyu, menyampaikan bahwa kehadiran jajaran pengurus dan anggota PTJ merupakan bentuk penghormatan atas undangan dari Paguyuban Jawa Tengah sekaligus bentuk komitmen PTJ dalam menjaga hubungan baik antar paguyuban.


“Hari ini kami hadir bersama jajaran pengurus dan anggota PTJ untuk memenuhi undangan Paguyuban Jawa Tengah dalam rangka Silaturahmi Akbar dan Food Festival yang digelar di Pendopo DPRD Kota Cimahi. Kehadiran kami menjadi bagian dari upaya mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan antar paguyuban,” ujar Dyah Wahyu.


Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai positif yang sangat penting, terutama dalam memperkuat hubungan sosial, budaya, dan kekeluargaan di tengah masyarakat yang majemuk. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan budaya, kuliner tradisional, serta memperkuat rasa persatuan antar komunitas budaya yang ada di Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung Raya.


Dyah Wahyu menambahkan bahwa PTJ akan terus aktif hadir dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga warisan budaya leluhur sekaligus mempererat hubungan harmonis antar paguyuban.


Dalam kesempatan tersebut, anggota PTJ tampak hadir dengan penuh semangat dan kekompakan. Kehadiran para srikandi PTJ turut menjadi perhatian dan menambah semarak suasana acara. Kekompakan yang ditunjukkan seluruh anggota menjadi cerminan kuatnya rasa kebersamaan yang selama ini terus dijaga di lingkungan Paguyuban Tiang Jawi.


Tidak hanya menghadiri kegiatan seremonial, para anggota PTJ juga aktif berbaur dan menjalin komunikasi dengan berbagai paguyuban lain yang hadir. Momen tersebut menjadi ruang silaturahmi yang hangat serta memperkuat jaringan persaudaraan antar komunitas budaya di Jawa Barat.


Pagelaran Food Festival sendiri menghadirkan berbagai sajian kuliner khas Nusantara yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Selain menikmati hidangan tradisional, para tamu undangan juga disuguhkan berbagai hiburan dan nuansa budaya yang mempererat rasa kebersamaan.


Dengan semangat guyub, rukun, dan penuh kekeluargaan, kehadiran PTJ dalam acara tersebut kembali menegaskan bahwa Paguyuban Tiang Jawi tetap solid, aktif, dan terus berkomitmen menjaga nilai-nilai budaya serta mempererat persatuan antar sesama paguyuban di Jawa Barat.****

Polisi Ungkap Peredaran Sabu, 31 Paket Siap Edar Berhasicl Digagalkan

 


Majalahceo.com | Garut-Satres Narkoba Polres Garut kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Garut. Minggu (17/5/2026).


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa seorang pria berinisial MI (26) warga Kecamatan Tarogong Kidul berhasil diamankan beserta puluhan paket sabu siap edar.


Kasat Narkoba AKP Usep Sudirman mengungkapkan  penangkapan dilakukan di Jalan Raya Cipanas, Desa Langensari, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.


“Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sebanyak 31 paket narkotika yang diduga jenis sabu dengan berat bruto mencapai 21,68 gram dan berat netto 15,28 gram. Selain itu turut diamankan alat pendukung peredaran narkotika seperti timbangan digital, plastik klip bening, sendok sabu dari sedotan, hingga satu unit handphone.” ujarnya.


Pengungkapan ini berawal dari hasil penyelidikan petugas terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah Garut.


“Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengaku bahwa barang haram tersebut merupakan milik seorang perempuan berinisial S yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.” tambahnya.


Pelaku juga mengaku sempat mengambil sabu yang telah dipetakan dan disimpan di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Dalam aksinya, pelaku berperan membantu mendapatkan, menimbang, mengemas, menyimpan hingga menjadi perantara jual beli narkotika jenis sabu.


Sebagai imbalan, pelaku mengaku menerima upah sebesar Rp250 ribu serta dapat mengonsumsi sabu secara gratis.


“Saat ini pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Garut guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan dan asal-usul narkotika tersebut.” pungkasnya.


Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dengan ancaman 20 tahun penjara.***



"Nyawang Manglayang" di Pasir Jati, Ruang Pelestarian Budaya dan Edukasi Kejujuran Lewat Bandrek Tradisional


Majalahceo.com
| Bandung — Kegiatan rutin Nyawang Manglayang yang digelar setiap hari Minggu di RW 06 Komplek Pasir Jati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, kembali menjadi ruang berkumpulnya masyarakat untuk menikmati keindahan alam sekaligus melestarikan budaya dan kuliner tradisional Indonesia.


Berada di kawasan yang memiliki panorama alam pegunungan Manglayang yang asri, kegiatan ini bukan sekadar agenda wisata mingguan. Nyawang Manglayang telah berkembang menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang menghadirkan berbagai produk kerajinan lokal, kuliner tradisional, hingga edukasi sosial yang sarat nilai kebersamaan dan budaya.



Di tengah maraknya makanan dan minuman modern yang serba instan, kegiatan ini justru menghadirkan kembali jajanan khas Nusantara yang mulai jarang ditemui. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah stand Bandrek Legend Pasir Jati dan Ulen khas Jawa Barat yang menghadirkan konsep penjualan unik tanpa penjaga stand.



Ketua RW 06, Fadjar Swatyas, yang juga menjadi penggagas konsep tersebut menjelaskan bahwa stand Bandrek Legend Pasir Jati sengaja dibuat dengan sistem pelayanan mandiri. Para pembeli dapat mengambil sendiri produk yang diinginkan, kemudian melakukan pembayaran secara tunai, penggunaan QRIS adalah salah satu bentuk modernisasi teknologi di dalam wisata kuliner tradisional.


Menurutnya, konsep tersebut bukan hanya bentuk inovasi dalam penjualan makanan tradisional, tetapi juga menjadi sarana edukasi sosial kepada masyarakat tentang pentingnya membangun budaya jujur di tengah kehidupan modern saat ini.


“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa kejujuran itu harus dimulai dari hal kecil. Di stand ini tidak ada yang menjaga secara langsung, pembeli mengambil sendiri dan membayar sendiri. Ini bentuk kepercayaan sekaligus pembelajaran sosial,” ujar Fadjar saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Bandrek Legend Pasir Jati juga menjadi bentuk kepedulian terhadap semakin berkurangnya minat masyarakat terhadap makanan dan minuman tradisional. Perkembangan zaman dan menjamurnya toko modern dinilai perlahan menggeser keberadaan kuliner warisan leluhur yang sebenarnya memiliki nilai kesehatan dan budaya yang tinggi.


“Kami prihatin melihat semakin sedikit masyarakat yang mengenal bahkan mengonsumsi jajanan tradisional. Sekarang masyarakat lebih banyak memilih makanan instan karena dianggap praktis dan modern. Padahal kuliner tradisional memiliki cita rasa, filosofi, dan manfaat kesehatan yang luar biasa,” katanya.

Bandrek sendiri dikenal sebagai minuman tradisional khas Sunda yang terbuat dari jahe dan rempah-rempah pilihan yang dipercaya mampu menghangatkan tubuh serta menjaga kesehatan. Sementara Ulen merupakan makanan tradisional berbahan dasar ketan yang menjadi pasangan khas saat menikmati bandrek.


Dalam kegiatan Nyawang Manglayang kali ini, paket Bandrek Legend Pasir Jati dan Ulen dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp10 ribu per paket. Harga tersebut diharapkan dapat membuat seluruh kalangan masyarakat tetap bisa menikmati kuliner tradisional berkualitas.


Fadjar berharap kegiatan seperti Nyawang Manglayang dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk tetap menjaga budaya lokal di tengah arus modernisasi yang semakin cepat.



“Modernisasi itu penting, tetapi jangan sampai membuat kita melupakan warisan budaya sendiri. Justru budaya tradisional harus bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya,” ungkapnya.


Selain menjadi tempat menikmati kuliner dan pemandangan alam, Nyawang Manglayang kini juga menjadi simbol semangat masyarakat Pasir Jati dalam menjaga nilai gotong royong, budaya, kejujuran, dan kecintaan terhadap produk lokal.


Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, masyarakat diajak untuk kembali mengenal, mencintai, dan melestarikan kekayaan kuliner tradisional Indonesia sebagai bagian penting dari identitas budaya bangsa.****

Polres Kebumen Panen 0,42 Ton Jagung, Sekaligus Luncurkan Operasional SPPG Polri


Majalahceo.com
| Kebumen — Polres Kebumen menggelar Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun 2026 di Dukuh Mentaun Wetan, Desa Maduretno, Kecamatan Buluspesantren, Sabtu, 16 Mei 2026. Dari lahan seluas 840 meter persegi atau 60 ubin, panen menghasilkan sekitar 0,42 ton jagung.


Panen raya dihadiri langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama bersama jajaran pejabat utama Polres Kebumen. Hadir pula Wakil Bupati Kebumen H Zaeni Miftah, unsur Forkopimda, perwakilan dinas terkait, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan secara nasional melalui zoom meeting. Secara terpusat, kegiatan dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.



Selain panen raya, kegiatan juga dibarengi peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Kebumen, launching operasional SPPG Polri dilaksanakan di Desa Sadangkulon, Kecamatan Sadang.


Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui operasional SPPG Polri.


Peluncuran operasional SPPG Polri di Kebumen dihadiri Wakapolres Kebumen Kompol Andre Bachtiar Winanomo bersama sejumlah pejabat pendamping, perwakilan Bhayangkari, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat.


Dalam rangkaian kegiatan, peserta mengikuti prosesi panen jagung serentak bersama Forkopimda, kelompok tani, dan perwakilan mahasiswa. Setelah panen, hasil jagung pipil diberangkatkan menuju Gudang Bulog Kutoarjo melalui prosesi flag off.***


Peresmian 531 KDKMP di Wilayah Kodam IV Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa


Majalahceo.com
| Boyolali — Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menghadiri acara peresmian serentak Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara daring melalui konferensi video bersama Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto. Kegiatan strategis jajaran Kodam IV/Diponegoro ini dipusatkan di Gerai KDKMP Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (16/5/2026).


Secara nasional, upacara peresmian tersebut berpusat langsung di KDKMP Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Sementara itu, untuk wilayah teritorial Kodam IV/Diponegoro, program ini tersebar di delapan Kodim jajaran dengan total mencapai 531 titik KDKMP yang diresmikan secara serentak.


Acara di titik pusat Boyolali tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Sumanto, S.H., Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto, S.H., M.H., serta Komandan Lanud Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han. Turut hadir mendampingi Pangdam, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han., Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., Bupati Boyolali Agus Irawan, serta jajaran unsur Forkopimda setempat.


Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahap awal ini diresmikan 1.061 kedai KDKMP di seluruh Indonesia, dengan target mencapai 30.000 gerai dalam setahun ke depan. Program ini merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi masyarakat bawah, termasuk petani, pedagang, dan pelaku UMKM.


Melalui arahannya secara daring, Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan berbasis desa. Koperasi diharapkan menjadi wadah yang mandiri, berdaya saing, dan dikelola secara profesional, transparan, serta akuntabel agar mampu meraih kepercayaan penuh dari masyarakat secara berkelanjutan.


Lebih lanjut, Kepala Negara mendorong koperasi desa untuk bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi warga melalui pengembangan sektor pertanian, jalur distribusi kebutuhan pokok, serta usaha produktif lainnya. Dengan landasan semangat gotong royong dan kebersamaan, pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan serta penguatan program pemberdayaan agar koperasi desa mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat bawah.


Selain di Desa Kragilan pendampingan langsung dari para Pejabat Utama Kodam IV/Diponegoro juga dilaksanakan di beberapa wilayah jajaran Kodim lainnya. Di wilayah Kodim 0705/Magelang, pemantauan dipimpin langsung oleh Kasdam IV/Diponegoro di Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, serta Danrem 072/Pamungkas di KDKMP Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.


Sementara itu, di wilayah Kodim 0723/Klaten, kegiatan pengawasan dihadiri oleh Irdam IV/Diponegoro yang bertempat di KDKMP Desa Socongkansi, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Serta di wilayah Kodim 0726/Sukoharjo, peninjauan gerai dipimpin oleh Kapok Sahli Pangdam IV/Diponegoro di KDKMP Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. (Pendam IV/Diponegoro)****

Sabtu, 16 Mei 2026

Kapolda Jabar Dorong Petani Lepas dari Tengkulak dalam Panen Raya Jagung di Indramayu


Majalahceo.com
| Bandung- Kapolda Jawa Barat Irjen Pol.  Rudi Setiawan menegaskan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang sehat dan berkeadilan guna meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Jawa Barat.


Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di kawasan PT Uniteda Arkato, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026).


Menurut Kapolda Jabar salah satu tantangan utama yang masih dihadapi petani saat ini adalah panjangnya rantai distribusi hasil pertanian yang menyebabkan nilai ekonomi di tingkat petani belum optimal.


“Salah satu tantangan yang akan kita hadapi adalah rantai distribusi yang masih terlalu panjang. Ke depan kita harus mendorong dan memutus rantai tengkulak,” kata Irjen Pol Rudi Setiawan.


Ia menjelaskan, Polda Jabar saat ini tidak hanya fokus pada proses penanaman, tetapi juga membangun sistem pendampingan menyeluruh mulai dari pembiayaan, pengelolaan, hingga penyerapan hasil panen.


“Dengan ekosistem tertutup yang lebih adil dan terintegrasi, petani tidak hanya dibantu saat tanam, tetapi juga didampingi sampai hasil panen terserap,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, Polda Jabar bersama BRI dan Primkopol Polri juga menyerahkan bantuan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani binaan.


Kapolda Jabar  menyebut, dari total 1.186 petani yang diajukan menerima pembiayaan, sebanyak 528 petani telah memperoleh akses KUR dengan nilai mencapai Rp23,7 juta.


Selain itu, sekitar 100 petani juga mendapatkan bantuan sarana produksi pertanian dari Primkopol Polri berupa alat mesin pertanian, pupuk, dan kebutuhan lainnya.


“Akses pembiayaan yang baik dan pendampingan yang konsisten akan melahirkan ekosistem pertanian modern yang memberikan kesejahteraan kepada petani,” tutur Kapolda Jabar.


Program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Jabar sendiri telah mencakup pengelolaan lahan jagung seluas 12.000 hektare bekerja sama dengan Perhutani dan sejumlah pihak lainnya.


Dari 1.400 hektare lahan yang dikelola kelompok tani binaan, produksi jagung telah mencapai 5.560 ton yang sudah terserap dan disalurkan kembali ke masyarakat. Sementara sekitar 7.000 ton lainnya masih dalam tahap penyimpanan.


Kapolda Jabar  juga mengungkapkan bahwa gudang Bulog di wilayah Subang dan Indramayu telah terisi 100 persen, bahkan Polda Jabar telah mendirikan dua gudang tambahan untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil panen.


Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten, Bulog, Perhutani, BRI, serta sekitar 50 kelompok tani.***



Kapolda Jabar Tegaskan Polri Hadir dari Hulu hingga Hilir dalam Program Ketahanan Pangan


Majalahceo.com
| Bandung -Kepolisian Republik Indonesia terus memperkuat keterlibatannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal itu terlihat dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di kawasan PT Uniteda Arkato, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan dan diikuti unsur pemerintah daerah, Perhutani, Bulog, BRI, Forkopimda, serta puluhan kelompok tani.


Selain panen raya, kegiatan juga dirangkaikan dengan groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri dan launching operasional 166 SPPG Polri secara virtual bersama Presiden RI dan Kapolri.


Dalam sambutannya, Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga hadir mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pangan.


“Kegiatan ketahanan pangan ini merupakan wujud nyata sinergi seluruh pihak untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus mendukung program Presiden Republik Indonesia,” ujar Kapolda Jabar.


Ia menjelaskan bahwa program yang dijalankan Polda Jabar telah berhasil mengoptimalkan lahan jagung seluas 12.000 hektare atau sekitar 41,6 persen dari total potensi lahan 30.000 hektare yang tersedia melalui kerja sama dengan Perhutani dan pihak perkebunan.


Kapolda Jabar mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan program tersebut, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Bulog, perbankan, hingga kelompok tani.


“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan partisipasi semua pihak dalam mendukung program ketahanan pangan ini,” katanya.***



Polsek Cikalong Wetan Gencarkan Patroli KRYD, Kapolsek AKP Deden Indrajaya Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat


Majalahceo.com
|Cikalong Wetan — Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Cikalongwetan melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli antisipasi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan, Sabtu (16/05/2026).


Kegiatan patroli dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai dengan rute patroli meliputi Mapolsek Cikalongwetan, Desa Mandalamukti, Desa Ciptagumati, Desa Cikalong, Desa Cisomang hingga Desa Tenjolaut. Patroli dipimpin oleh Aiptu Hariyanto selaku Perwira Pengawas (Pawas) bersama personel Polsek Cikalongwetan lainnya.


Dalam pelaksanaannya, patroli menyasar sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas seperti SPBU, pertokoan, pasar, perumahan, jalan sepi yang rawan tindak kriminalitas C3 (Curat, Curas, dan Curanmor), perkantoran, pemerintahan, hingga perbankan. Selain itu, personel juga melaksanakan patroli dialogis dengan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat serta melakukan pengamanan di lokasi keramaian dan menindaklanjuti aduan masyarakat melalui layanan call center 110.


Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., mengatakan bahwa kegiatan patroli KRYD merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.


“Patroli KRYD ini rutin kami laksanakan untuk memastikan situasi wilayah hukum Polsek Cikalongwetan tetap aman dan kondusif. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar AKP Deden Indrajaya.


Menurutnya, patroli tidak hanya difokuskan pada pengawasan wilayah rawan kejahatan, tetapi juga membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat melalui patroli dialogis.


“Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan terlindungi dengan kehadiran polisi di tengah aktivitas mereka. Melalui patroli dialogis, personel juga dapat menyerap informasi maupun masukan dari warga terkait situasi kamtibmas di lingkungannya,” tambahnya.


Kapolsek juga menegaskan bahwa patroli rutin menjadi salah satu langkah preventif untuk meminimalisir potensi kejahatan jalanan maupun gangguan keamanan lainnya.



“Kami terus mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di tempat umum maupun meninggalkan rumah. Jika menemukan adanya potensi gangguan keamanan, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.


Dari hasil patroli yang dilaksanakan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Polsek Cikalongwetan berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli dan pelayanan kepolisian demi terciptanya lingkungan yang aman serta kondusif bagi seluruh masyarakat.


Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas.****

Polsek Cikalong Wetan Gelar Apel Siaga 1 Dalam Rangka Libur Panjang, Kapolsek Tekanan Kesiapsiagaan dan Pelayanan Humanis

 


Majalahceo.com |Cikalong Wetan— Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum libur panjang, Polsek Cikalongwetan melaksanakan kegiatan Apel Siaga I yang digelar di Mako Polsek Cikalongwetan pada Sabtu (16/05/2026) pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.


Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., dan diikuti oleh jajaran personel Polsek Cikalongwetan. Dari total 25 personel, sebanyak 21 personel hadir mengikuti apel siaga, sedangkan 4 personel berhalangan hadir karena izin, sakit, dan pelaksanaan patsus.


Dalam pelaksanaan apel tersebut, Kapolsek Cikalongwetan menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh anggota dalam menghadapi dinamika situasi kamtibmas selama masa libur panjang.



 Seluruh personel diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, disiplin, serta kesiapan operasional guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Siaga I merupakan langkah antisipatif Polri dalam memastikan situasi wilayah hukum tetap aman dan kondusif.


“Kegiatan Siaga I ini merupakan bentuk kesiapan personel Polsek Cikalongwetan dalam menjaga stabilitas kamtibmas selama libur panjang. Seluruh anggota diwajibkan standby, on call, dan tidak meninggalkan wilayah hukum tanpa izin pimpinan,” ujar AKP Deden Indrajaya.


Selain itu, Kapolsek juga menekankan pentingnya pengamanan internal mako dengan melakukan sterilisasi terhadap tamu maupun barang bawaan guna mencegah potensi gangguan keamanan.


“Pengamanan markas harus ditingkatkan. Setiap personel wajib peka terhadap situasi di lingkungan sekitar serta mampu merespons dengan cepat apabila terjadi potensi gangguan keamanan,” tambahnya.

Dalam arahannya, AKP Deden Indrajaya juga meminta seluruh personel untuk tetap mengedepankan pelayanan humanis kepada masyarakat meskipun dalam situasi siaga.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan manfaatnya.

 Personel harus tetap memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkapnya.



Lebih lanjut, apel siaga juga menjadi sarana pengawasan dan evaluasi internal terhadap disiplin, kesiapan, serta kinerja personel. Kapolsek menegaskan pentingnya soliditas dan kekompakan antaranggota guna menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan.


Dengan dilaksanakannya kegiatan Apel Siaga I ini, diharapkan seluruh personel Polsek Cikalongwetan mampu meningkatkan kesiapan fisik maupun mental dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas, sekaligus menjaga situasi wilayah hukum Polsek Cikalongwetan tetap aman, tertib, dan kondusif selama masa libur panjang.


Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas.****

Polsek Cikalong Wetan Intensifkan Ops Miras, Kapolsek Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

 


Majalahceo.com | Cikalong Wetan— Dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Polsek Cikalongwetan melaksanakan kegiatan Operasi Minuman Keras (Ops Miras) di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan, Sabtu (16/05/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., bersama personel piket fungsi Polsek Cikalongwetan. Operasi dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan sasaran toko atau kios yang diduga menjual minuman keras tanpa izin di sekitar Jalan Raya Purwakarta, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.


Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya mengatakan bahwa operasi miras rutin dilaksanakan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas yang dapat dipicu oleh peredaran maupun konsumsi minuman keras ilegal.


“Operasi miras ini merupakan langkah preventif Polsek Cikalongwetan dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Minuman keras ilegal sering kali menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan ketertiban di masyarakat,” ujar AKP Deden Indrajaya.



Dalam pelaksanaan operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kios yang diduga menjual minuman keras tanpa izin resmi. Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) botol minuman keras jenis Intisari dan 2 (dua) botol minuman keras jenis Anggur Kecil dari seorang penjual bernama Jhonsen Manulang (38), warga Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.


Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli serta operasi rutin guna menekan peredaran minuman keras ilegal di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan.


“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap penjualan minuman keras tanpa izin. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dan terhindar dari dampak negatif yang ditimbulkan akibat konsumsi miras, baik terhadap keamanan lingkungan maupun kesehatan,” tambahnya.


Selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan para pemilik kios agar tidak memperjualbelikan minuman keras ilegal serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.


AKP Deden Indrajaya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kondusifitas wilayah dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Kami berharap adanya dukungan dan kerja sama dari seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap aman, nyaman, dan kondusif. Kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

"Ops miras sudah berjalan 5  hari dari tgl 12 - 16 Mei 2026 dan berhasil mengamankan miras KL 100 botol jenis anggur dan intisari" imbuhnya.


Selama kegiatan Ops Miras berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, lancar, dan kondusif.


Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas

Jumat, 15 Mei 2026

Darurat Minol Ilegal di Bandung: Ruko Pinggir Jalan Jual Ciu dan Leci Terang-Terangan, Warga Resah dan Minta Penindakan Tegas


Majalahceo.com
|Bandung,-Keresahan warga terhadap maraknya peredaran minuman beralkohol (minol) ilegal di Kota Bandung semakin memuncak. Sejumlah ruko pinggir jalan diduga nekat menjual minuman keras oplosan seperti ciu, leci, hingga arak secara terang-terangan tanpa rasa takut terhadap aparat maupun lingkungan sekitar.


Aktivitas penjualan tersebut bahkan disebut berlangsung hampir setiap hari, mulai pagi, siang, hingga larut malam, terutama saat akhir pekan. Salah satu titik yang banyak dikeluhkan warga berada di kawasan setelah Jembatan Cimindi, dekat deretan penjual kaos di pinggir jalan.


Dari pantauan warga, transaksi minuman keras ilegal dilakukan secara terbuka menggunakan botol air mineral bekas sebagai kemasan. Kondisi itu membuat masyarakat khawatir karena pembelinya didominasi kalangan remaja dan pria dewasa yang kerap berkumpul hingga dini hari sambil mengonsumsi minuman keras di sekitar lokasi.


Situasi tersebut dinilai sangat meresahkan karena sering memicu kebisingan, keributan, hingga gangguan keamanan lingkungan. Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap dampak sosial yang ditimbulkan, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.


“Jualnya sekarang sudah terang-terangan, seperti tidak takut apa pun. Tengah malam sering terdengar teriakan orang mabuk. Kami yang punya anak kecil jelas resah dan khawatir,” ujar Ibu Rina, salah seorang warga sekitar.


Selain mengganggu ketertiban umum, warga juga menyoroti bahaya kesehatan dari minuman oplosan yang dijual bebas tanpa pengawasan. Kandungan alkohol yang tidak jelas dinilai sangat berisiko dan dapat membahayakan nyawa para konsumennya.


Kasatpol PP Kota Bandung menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol.


“Penjual memang semakin nekat. Mereka menjual secara terbuka seolah kebal hukum. Padahal minuman seperti ini sangat berbahaya karena kadar alkoholnya tidak jelas dan bisa mengancam keselamatan masyarakat,” tegasnya.


Meski mengetahui risikonya, para penjual mengaku tetap menjalankan usaha karena tingginya permintaan pasar. Salah seorang penjual menyebut omzet penjualan dapat mencapai sekitar Rp1 juta per malam. Sementara satu botol ciu ukuran 600 mililiter dijual dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu.


Fenomena ini memicu kekhawatiran warga akan meningkatnya potensi kriminalitas, perkelahian, balap liar, hingga tindak kekerasan yang dipicu konsumsi minuman keras ilegal. Warga juga menilai keberadaan lapak minol oplosan dapat merusak citra lingkungan dan mempengaruhi pergaulan remaja di sekitar kawasan tersebut.


Karena itu, masyarakat mendesak aparat pemerintah dan penegak hukum untuk bertindak lebih tegas dan konsisten, tidak hanya melalui razia sesaat, tetapi juga pengawasan berkelanjutan terhadap titik-titik penjualan yang sudah lama beroperasi.


Warga juga meminta agar pemilik ruko yang diduga sengaja menyewakan tempat untuk aktivitas ilegal turut diberikan sanksi tegas sebagai bentuk efek jera.


Pemerintah Kota Bandung memastikan razia terhadap peredaran minuman keras ilegal akan terus diintensifkan. Selain menyasar penjual, pola penindakan juga akan diperluas kepada pihak-pihak yang mendukung aktivitas tersebut, termasuk pemilik tempat usaha.


Masyarakat pun diimbau aktif melaporkan aktivitas penjualan minuman keras ilegal melalui layanan Bandung Siaga 110 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.


Warga berharap langkah tegas dari aparat dapat segera mengembalikan rasa aman dan nyaman di lingkungan permukiman, sekaligus menyelamatkan generasi muda dari dampak buruk peredaran minuman keras oplosan yang semakin mengkhawatirkan.

Sadis, Sachroni Dihantam Palu Saat Khusyuk Dengar Pengajian


Majalahceo.com
| Bandung -Detail baru yang diungkap Polda Jawa Barat mengenai pembantaian satu keluarga di Paoman semakin menyayat hati. Salah satu momen paling tragis dalam peristiwa berdarah tersebut adalah saat eksekusi terhadap Sachroni, SE (65), ayah dari korban Budi Awaludin.


Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H  membeberkan kronologis yang sangat spesifik mengenai detik-detik terakhir nyawa Sachroni dihabisi oleh tersangka utama, Ririn Rifanto alias Irin. Berdasarkan hasil olah TKP dan rekonstruksi awal, korban saat itu sedang berada di dalam kamarnya sendirian.


"Korban Sachroni ditemukan sedang dalam posisi istirahat sambil mendengarkan rekaman pengajian dari ponselnya. Suasana kamar saat itu tenang, dan korban sama sekali tidak menyadari bahwa maut sedang mengintainya dari balik pintu," ungkap Kombes Hendra, Jum'at (15/5/2026)


Tersangka Ririn masuk ke kamar korban dengan menggenggam palu besi yang gagangnya telah dimodifikasi (dipotong pendek). Tanpa peringatan dan tanpa belas kasihan, Ririn langsung mengayunkan palu tersebut dengan kekuatan penuh ke arah kepala korban.


"Hantaman pertama mendarat telak di bagian tengkorak. Korban yang sedang khusyuk mendengarkan lantunan ayat suci itu langsung tersungkur dari tempat tidurnya. Darah segar seketika membasahi bantal dan lantai kamar," lanjut Hendra dengan detail.


Tidak berhenti di situ, meski korban sudah tidak berdaya dan bersimbah darah, Ririn kembali melayangkan pukulan berkali-kali untuk memastikan korban tidak bernyawa. Hasil autopsi mengonfirmasi adanya patah tulang tengkorak yang parah serta trauma tumpul pada bagian dada dan tulang rawan gondok.


"Kekejaman ini menunjukkan betapa tersangka sudah dirasuki dendam yang sangat dalam. Korban yang sudah lansia itu tidak diberi kesempatan sedikit pun untuk membela diri," tegas  Kabid Humas.***



KESEHATAN

NASIONAL

HUKUM

POLITIK

BISNIS

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved