-->

NASIONAL

INGIN CARI PROPERTY,DI ZAINT PROJECT AJA

TNI-POLRI

SOSIAL

HUKUM

ORGANISASI

Jumat, 15 Mei 2026

Darurat Minol Ilegal di Bandung: Ruko Pinggir Jalan Jual Ciu dan Leci Terang-Terangan, Warga Resah dan Minta Penindakan Tegas


Majalahceo.com
|Bandung,-Keresahan warga terhadap maraknya peredaran minuman beralkohol (minol) ilegal di Kota Bandung semakin memuncak. Sejumlah ruko pinggir jalan diduga nekat menjual minuman keras oplosan seperti ciu, leci, hingga arak secara terang-terangan tanpa rasa takut terhadap aparat maupun lingkungan sekitar.


Aktivitas penjualan tersebut bahkan disebut berlangsung hampir setiap hari, mulai pagi, siang, hingga larut malam, terutama saat akhir pekan. Salah satu titik yang banyak dikeluhkan warga berada di kawasan setelah Jembatan Cimindi, dekat deretan penjual kaos di pinggir jalan.


Dari pantauan warga, transaksi minuman keras ilegal dilakukan secara terbuka menggunakan botol air mineral bekas sebagai kemasan. Kondisi itu membuat masyarakat khawatir karena pembelinya didominasi kalangan remaja dan pria dewasa yang kerap berkumpul hingga dini hari sambil mengonsumsi minuman keras di sekitar lokasi.


Situasi tersebut dinilai sangat meresahkan karena sering memicu kebisingan, keributan, hingga gangguan keamanan lingkungan. Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap dampak sosial yang ditimbulkan, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.


“Jualnya sekarang sudah terang-terangan, seperti tidak takut apa pun. Tengah malam sering terdengar teriakan orang mabuk. Kami yang punya anak kecil jelas resah dan khawatir,” ujar Ibu Rina, salah seorang warga sekitar.


Selain mengganggu ketertiban umum, warga juga menyoroti bahaya kesehatan dari minuman oplosan yang dijual bebas tanpa pengawasan. Kandungan alkohol yang tidak jelas dinilai sangat berisiko dan dapat membahayakan nyawa para konsumennya.


Kasatpol PP Kota Bandung menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol.


“Penjual memang semakin nekat. Mereka menjual secara terbuka seolah kebal hukum. Padahal minuman seperti ini sangat berbahaya karena kadar alkoholnya tidak jelas dan bisa mengancam keselamatan masyarakat,” tegasnya.


Meski mengetahui risikonya, para penjual mengaku tetap menjalankan usaha karena tingginya permintaan pasar. Salah seorang penjual menyebut omzet penjualan dapat mencapai sekitar Rp1 juta per malam. Sementara satu botol ciu ukuran 600 mililiter dijual dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu.


Fenomena ini memicu kekhawatiran warga akan meningkatnya potensi kriminalitas, perkelahian, balap liar, hingga tindak kekerasan yang dipicu konsumsi minuman keras ilegal. Warga juga menilai keberadaan lapak minol oplosan dapat merusak citra lingkungan dan mempengaruhi pergaulan remaja di sekitar kawasan tersebut.


Karena itu, masyarakat mendesak aparat pemerintah dan penegak hukum untuk bertindak lebih tegas dan konsisten, tidak hanya melalui razia sesaat, tetapi juga pengawasan berkelanjutan terhadap titik-titik penjualan yang sudah lama beroperasi.


Warga juga meminta agar pemilik ruko yang diduga sengaja menyewakan tempat untuk aktivitas ilegal turut diberikan sanksi tegas sebagai bentuk efek jera.


Pemerintah Kota Bandung memastikan razia terhadap peredaran minuman keras ilegal akan terus diintensifkan. Selain menyasar penjual, pola penindakan juga akan diperluas kepada pihak-pihak yang mendukung aktivitas tersebut, termasuk pemilik tempat usaha.


Masyarakat pun diimbau aktif melaporkan aktivitas penjualan minuman keras ilegal melalui layanan Bandung Siaga 110 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.


Warga berharap langkah tegas dari aparat dapat segera mengembalikan rasa aman dan nyaman di lingkungan permukiman, sekaligus menyelamatkan generasi muda dari dampak buruk peredaran minuman keras oplosan yang semakin mengkhawatirkan.

Sadis, Sachroni Dihantam Palu Saat Khusyuk Dengar Pengajian


Majalahceo.com
| Bandung -Detail baru yang diungkap Polda Jawa Barat mengenai pembantaian satu keluarga di Paoman semakin menyayat hati. Salah satu momen paling tragis dalam peristiwa berdarah tersebut adalah saat eksekusi terhadap Sachroni, SE (65), ayah dari korban Budi Awaludin.


Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H  membeberkan kronologis yang sangat spesifik mengenai detik-detik terakhir nyawa Sachroni dihabisi oleh tersangka utama, Ririn Rifanto alias Irin. Berdasarkan hasil olah TKP dan rekonstruksi awal, korban saat itu sedang berada di dalam kamarnya sendirian.


"Korban Sachroni ditemukan sedang dalam posisi istirahat sambil mendengarkan rekaman pengajian dari ponselnya. Suasana kamar saat itu tenang, dan korban sama sekali tidak menyadari bahwa maut sedang mengintainya dari balik pintu," ungkap Kombes Hendra, Jum'at (15/5/2026)


Tersangka Ririn masuk ke kamar korban dengan menggenggam palu besi yang gagangnya telah dimodifikasi (dipotong pendek). Tanpa peringatan dan tanpa belas kasihan, Ririn langsung mengayunkan palu tersebut dengan kekuatan penuh ke arah kepala korban.


"Hantaman pertama mendarat telak di bagian tengkorak. Korban yang sedang khusyuk mendengarkan lantunan ayat suci itu langsung tersungkur dari tempat tidurnya. Darah segar seketika membasahi bantal dan lantai kamar," lanjut Hendra dengan detail.


Tidak berhenti di situ, meski korban sudah tidak berdaya dan bersimbah darah, Ririn kembali melayangkan pukulan berkali-kali untuk memastikan korban tidak bernyawa. Hasil autopsi mengonfirmasi adanya patah tulang tengkorak yang parah serta trauma tumpul pada bagian dada dan tulang rawan gondok.


"Kekejaman ini menunjukkan betapa tersangka sudah dirasuki dendam yang sangat dalam. Korban yang sudah lansia itu tidak diberi kesempatan sedikit pun untuk membela diri," tegas  Kabid Humas.***



Jumat Berkah, Polisi Berikan Pengobatan dan Makan Gratis Kepada Ratusan Warga di Alun-Alun Soreang


Majalahceo.com
| Polresta Bandung kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan membagikan makan gratis serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat di Alun-Alun Soreang, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (15/5/2026).


Kegiatan  tersebut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polresta Bandung bersama ratusan warga masyarakat. Sedikitnya sekitar 500 orang hadir dan mengikuti kegiatan, mulai dari warga yang sedang berolahraga, pedagang kaki lima hingga para pengemudi ojek online.


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta makan bersama yang disiapkan oleh Polresta Bandung sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.


Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR mengatakan, kegiatan Jumat Berkah merupakan salah satu upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang humanis dan bermanfaat secara langsung.


“Kegiatan Jumat Berkah ini merupakan bentuk kepedulian Polresta Bandung kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran Polri dapat dirasakan bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada warga,” ujar Aldi.


Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta kedekatan emosional serta kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


“Melalui kegiatan seperti ini kami berharap silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah Kabupaten Bandung,” tambahnya.


Suasana kebersamaan tampak hangat selama kegiatan berlangsung. Warga terlihat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan dan menikmati makan bersama jajaran Polresta Bandung.


Kegiatan Jumat Berkah berjalan aman, tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir, pungkasnya.***



Tersangka Priyo Hantam Euis dengan Palu Hingga Tewas Sesak Napas


Majalahceo.com
| Bandung,-Tabir kekejaman dalam kasus pembunuhan berencana satu keluarga di Indramayu terus dikuliti oleh penyidik kepolisian. Selain peran Ririn sebagai otak pelaku, peran tersangka Priyo Bagus Setiawan dalam menghabisi anggota keluarga lainnya, termasuk Euis Juwita Sari, terungkap sangat brutal dan eksplisit.


Dalam gelar perkara, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H  menjelaskan bahwa Euis Juwita Sari menjadi target setelah kedua pelaku menghabisi suami dan ayah mertuanya. Priyo bertugas memastikan tidak ada saksi yang tersisa di dalam rumah tersebut.


"Tersangka Priyo mendatangi korban Euis yang saat itu berada dalam kondisi sangat ketakutan. Tanpa ragu, Priyo mengayunkan palu besi ke bagian wajah dan kepala korban," tutur Kombes Hendra, Jum'at (15/5/2026)


Hantaman keras tersebut mengenai bagian dahi dan dagu korban dengan sangat telak. Akibat serangan brutal itu, korban mengalami luka terbuka yang sangat lebar di bagian wajah. Namun, kengerian tidak berhenti pada luka fisik luar saja. Pukulan tersebut menyebabkan kerusakan struktur pada bagian leher dan rahang korban.


"Akibat hantaman bertubi-tubi di area kepala dan wajah, korban mengalami kondisi sesak napas yang hebat. Trauma tumpul pada bagian kepala belakang juga menyebabkan patah tulang tengkorak yang mengakibatkan pendarahan hebat di selaput otak," jelas Hendra secara detil.


Euis ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan setelah sempat berjuang menghirup oksigen di tengah luka-lukanya yang mematikan. Polisi menyebutkan bahwa tindakan Priyo ini dilakukan dengan sangat dingin dan terencana.


"Pukulan tersebut memang dirancang untuk mematikan secara cepat. Korban mengalami kegagalan pernapasan akibat trauma berat pada sistem saraf pusat dan kerusakan di area vital kepala," pungkasnya***



NYAWANG MANGLAYANG Gerakan Warga Berbasis Alam dan UMKM untuk Membangun Desa Jatiendah sebagai Destinasi Wisata Kreatif

 


Majalahceo.com, Bandung,-Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat kembali tumbuh melalui sebuah gerakan sosial berbasis komunitas bertajuk “Nyawang Manglayang”, sebuah program silaturahmi warga yang menggabungkan kekuatan alam, budaya, kesehatan, hiburan, edukasi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu ruang kebersamaan yang positif dan berkelanjutan.


Program ini lahir dari kepedulian terhadap pentingnya menjaga hubungan sosial antarwarga di tengah kehidupan masyarakat yang semakin sibuk dan individual. Tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan bersilaturahmi, Nyawang Manglayang juga hadir sebagai wadah membangun semangat hidup sehat, memperkuat kebersamaan, sekaligus menciptakan peluang ekonomi berbasis potensi lokal masyarakat.


Mengambil lokasi di kawasan Gawir RW06 Desa Jatiendah dengan latar panorama Gunung Manglayang, kegiatan ini menghadirkan konsep kebersamaan warga yang menyatu dengan keindahan alam terbuka. Suasana alam yang asri dipadukan dengan aktivitas masyarakat diharapkan mampu menciptakan ruang sosial baru yang sehat, nyaman, kreatif, dan produktif.

Nama “Nyawang Manglayang” sendiri memiliki makna filosofis yang kuat.


 “Nyawang” berarti memandang atau melihat, sedangkan “Manglayang” menjadi simbol harapan dan masa depan. Nama tersebut menggambarkan semangat masyarakat untuk melihat dan membangun masa depan kampung yang lebih baik melalui kekuatan komunitas dan potensi alam yang dimiliki.


Program Nyawang Manglayang mengusung visi membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui kekuatan komunitas dan alam. Dengan menghadirkan aktivitas warga secara rutin, program ini diharapkan mampu melahirkan ruang interaksi sosial yang sehat sekaligus menghidupkan roda ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif warga.


Kegiatan dilaksanakan setiap minggu mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB di kawasan Gawir RW06 sebagai pusat aktivitas bersama warga RW06 dan masyarakat umum. Kawasan tersebut dipilih karena memiliki potensi alam dan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan sosial dan wisata komunitas.


Berbagai kegiatan akan dilaksanakan secara terpadu dalam program ini, di antaranya senam dan olahraga bersama, hiburan masyarakat, edukasi anak-anak, ruang silaturahmi warga, hingga pemberdayaan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal. Kehadiran UMKM warga menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung dan masyarakat luas.


Tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, program ini juga diharapkan mampu menjadi titik tumbuh ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Ke depan, Nyawang Manglayang memiliki potensi berkembang menjadi ruang wisata warga, pusat kegiatan komunitas, hingga destinasi wisata kreatif yang mampu mengangkat potensi Desa Jatiendah.


Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan Desa Jatiendah di bawah kepemimpinan Kepala Desa Jatiendah, Ibu Hj. Endang Sri Wiediastuti, S.E, dalam menciptakan titik-titik wisata masyarakat guna menjadikan Desa Jatiendah sebagai destinasi wisata kreatif yang berbasis potensi lokal dan partisipasi warga.


Melalui pengembangan ruang-ruang publik berbasis masyarakat, Desa Jatiendah diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kawasan permukiman, tetapi juga sebagai desa yang memiliki daya tarik sosial, budaya, alam, dan ekonomi kreatif yang tumbuh dari kekuatan masyarakatnya sendiri.


Nyawang Manglayang diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat dan kewilayahan, di antaranya:


Kepala Desa Jatiendah

Koordinator Bidang Kesejahteraan dan Kemasyarakatan RW06

Ketua RW06

Ketua PKK RW06

Kader PKK RW06

Karang Taruna RW06

Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sebagai penggerak utama perubahan sosial.


Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap lingkungan, Nyawang Manglayang diharapkan menjadi simbol kebangkitan kehidupan sosial masyarakat yang lebih sehat, harmonis, kreatif, mandiri, dan berdaya saing.


Lebih dari sekadar kegiatan rutin mingguan, Nyawang Manglayang merupakan gerakan sosial masyarakat untuk membangun masa depan kampung melalui silaturahmi, alam, budaya, dan kekuatan ekonomi komunitas.


Melalui langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama, masyarakat berharap lahir perubahan besar yang mampu menghidupkan kampung, memperkuat ekonomi warga, serta menjadikan Desa Jatiendah sebagai contoh kawasan wisata kreatif berbasis masyarakat di Kabupaten Bandung.


“Ngumpulkeun Warga, Ngahirupkeun Kampung.”


“Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Kekuatan Komunitas dan Alam.”

Sumur Bor TMMD Bawa Kebahagiaan Baru, Air Bersih Kini Mengalir ke Rumah Warga

 


Majalahceo.com |Sragen - Raut bahagia tampak menghiasi wajah warga Dusun Pelemgadung saat air bersih mulai mengalir melalui instalasi pipa menuju rumah-rumah mereka. Kehadiran sumur bor yang dibangun Satgas TMMD Kodim 0725/Sragen menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau tiba. Kini, melalui pembangunan instalasi pipa air tersebut, warga dapat menikmati kemudahan yang sebelumnya hanya menjadi harapan. Kebahagiaan itu dirasakan masyarakat pada Jumat (15/5/2026).


Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat program tersebut adalah Bapak Parjo, pemilik lahan tempat dibangunnya sumur bor sekaligus penerima manfaat dari pembangunan itu. Dengan penuh rasa syukur, ia mengaku senang karena keberadaan sumur bor kini mampu membantu kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.


Menurut Bapak Parjo, sebelum adanya sumur bor, warga harus berusaha ekstra untuk mendapatkan air bersih, bahkan terkadang harus mengambil air dari tempat yang cukup jauh. Kini, kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak menjadi lebih mudah karena air sudah dapat dialirkan langsung ke rumah-rumah warga melalui instalasi pipa yang dibangun Satgas TMMD.


“Alhamdulillah sekarang air sudah bisa masuk ke rumah-rumah warga. Kami sangat terbantu dan merasa senang sekali. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah peduli dengan kebutuhan masyarakat di sini,” ungkap Bapak Parjo dengan mata berbinar.


Sementara itu, Dansatgas TMMD Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P mengatakan bahwa pembangunan sumur bor dan instalasi pipa air tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.


“Kami berharap keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. TMMD hadir bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan yang dirasakan masyarakat,” jelas Dansatgas.


Melalui program pembangunan sumur bor dan instalasi pipa air tersebut, TMMD Kodim 0725/Sragen kembali membuktikan hadirnya pengabdian nyata bagi masyarakat. Dari aliran air bersih yang kini mengalir ke rumah-rumah warga Dusun Pelemgadung, tumbuh rasa syukur, kebahagiaan, dan harapan baru akan kehidupan yang lebih baik.***

Dugaan Penerbitan Paspor Ganda, Wamen Dicurigai Terlibat

 


MAJALAH CEO - Jakarta - Kasus yang menimpa seorang ibu bernama Lisa, kini menjadi perhatian publik setelah rangkaian dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan persoalan hak asuh anak, dugaan manipulasi proses peradilan, dugaan pemberian obat penenang terhadap anak, hingga keberadaan anak WNI di luar negeri tanpa pengawasan pihak yang memiliki hak asuh sah. 


Perkara ini bermula dari munculnya konflik pasangan pernikahan DSDj dengan Lisa hingga akhirnya pada tahun 2019 dibuat kesepakatan bersama melalui Akta Notaris Nomor 37 Tahun 2019 di hadapan Notaris Tedy Anwar. Dalam akta tersebut diatur mengenai pembagian harta bersama dan hak pengasuhan anak yang berada pada pihak ibu selama anak masih di bawah umur.


Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Sunter Jakarta Utara, Kamis (14/5/2026), Lisa yang merupakan ibu kandung dari GI, yang didampingi kuasa hukumnya mengungkapkan sejumlah kejanggalan diantaranya dugaan rekayasa gugatan cerai, dugaan perampasan anak dan pemberian obat penenang kepada GI, dan dugaan paspor Ganda.


"Anak saya, GI, dulu tumbuh sebaga anak yang cerdas dan berprestasi selama dalam pengasuhan saya. Namun kini diduga telah didokrin agar membenci saya," keluh sang ibu GI kepada wartawan.


Sementara itu, Kuasa Hukum korban mengatakan bahwa dalam kasus perebutan hak waris anak tersebut disinyalir adanya dugaan penerbitan paspor anak tanpa persetujuan ibu kandung GI. Informasi tersebut diketahui setelah tim kuasa hukum dari NU Bogor Raya Law Firm mendatangi kantor  Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Diperoleh informasi bahwa GI memang berada di Singapura.. 


Kuasa Hukum Mengaku terkejut ketika mendapatkan data yang menerangkan adanya dugaan intervensi Oknum pejabat Wamen dan Oknum Kasi dalam proses administrasi penerbitan paspor tersebut.

Administrasi dalam penerbitan paspor palsu ke 2 pada January 2025 sedangkan pasport asli pertama dan masih berlaku sampai tahun 2027 dan di pegang oleh ibu kandung Anak korban.


"Kami meminta adanya intervensi aktif dari Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Singapura untuk memastikan keberadaan dan keselamatan GI, memfasilitasi komunikasi Lisa dan GI, mengupayakan assessment kesehatan  fisik danpsikis secara independen, mengupayakan perlindungan hukum terhadap GI, dan menelusuri dugaan pelanggaran administrasi penerbitan paspor anak," ujar Sekjen NU Bogor Raya Law Firm, Endang Supriyatna, SH.


Menurutnya, kasus tersebut bukan hanya sekedar sengketa rumah tangga, melainkan telah berkembang menjadi persoalan perlindungan anak, hak azasi manusia, dan dugaan pelanggaran hukum lintasi institusi. Endang dan pihak keluarga berharap negara hadir memberikan perlindungan terhadap anak WNI dan memastikan proses hukum berjalan objektif tanpa intervensi pihak manapun.


"Kami hanya ingin seorang ibu dapat kembali bertemu anaknya dan memastikan anak tersebut berada dalam kondisi aman, sehat, dan mendapatkan hak-haknya sebagai anak," pungkas Endang. (Red).

Kamis, 14 Mei 2026

Abah Taufik Wakili Semangat Sauyunan Jaga Lembur, Polda Jabar Dukung Gowes Internasional IVCA Rally ke-44 Menuju Jogjakarta

 


Majalahceo.com |Bandung – Polda Jawa Barat memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh kepada Abah Taufik yang akan mengikuti kegiatan gowes jarak jauh dalam ajang internasional IVCA Rally ke-44 di Jogjakarta.


Kegiatan gowes tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 24 Mei 2026 dengan menempuh perjalanan lebih dari 500 kilometer. Perjalanan dimulai dari Bandung dan melintasi jalur selatan Jawa Barat hingga Jawa Tengah, di antaranya Garut, Salawu, Singaparna, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Cilacap, Kebumen serta sejumlah kota dan kabupaten lainnya sebelum akhirnya finis di kawasan Candi Prambanan.


Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa melalui Bidang Humas, Kapolda Jawa Barat memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi Abah Taufik dalam event internasional tersebut.


“Beliau mengikuti gowes jarak jauh IVCA Rally ke-44, sebuah kegiatan internasional yang diikuti peserta dari lebih dari 30 negara dan dipusatkan di Jogjakarta. Kami tentu memberikan apresiasi atas semangat dan dedikasi beliau,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).


Menurut Hendra, kegiatan gowes lintas daerah tersebut bukan hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga mental yang kuat mengingat medan perjalanan yang cukup berat dan jarak tempuh yang sangat panjang.


“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman dan sukses. Semoga selama perjalanan diberikan kesehatan serta keselamatan hingga tiba di tujuan,” tambahnya.


Sementara itu, Abah Taufik menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolda Jawa Barat beserta jajaran, khususnya Bidang Humas Polda Jabar, serta rekan-rekan wartawan dari Lodaya 748 dan Lintas Media yang telah memberikan dukungan dan motivasi atas kegiatan yang akan dijalaninya.


Menurutnya, partisipasi dalam IVCA Rally ke-44 bukan sekadar mengikuti ajang olahraga sepeda internasional, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.


“Gowes ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Sauyunan Jaga Lembur yang diinisiasi Kapolda Jawa Barat. Semangat kebersamaan, gotong royong dan menjaga lingkungan harus terus digaungkan kepada masyarakat,” ungkapnya.


Program Sauyunan Jaga Lembur sendiri merupakan program penguatan keamanan berbasis komunitas atau community policing yang digagas oleh Kapolda Jabar Rudi Setiawan. Program tersebut bertujuan membangun sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan secara bersama-sama.


Keikutsertaan Abah Taufik dalam IVCA Rally ke-44 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya komunitas pesepeda dan insan media, untuk terus menjaga semangat hidup sehat, mempererat persaudaraan serta mendukung berbagai program positif yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Festival Sepeda Ontel Internasional Sumatera–Jawa 2026 Resmi Dilepas dari Monas, Satukan Pecinta Budaya dan Kesehatan dari Berbagai Negara Di Dunia

 

Keterangan foto: Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, Mantan Wakil Menteri Desa yang kini dalam Komunitas Sepeda Ontel Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina(tengah).


MAJALAH CEO - Jakarta. - Festival Sepeda Ontel Internasional Sumatera–Jawa 2026 resmi dimulai dari kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan budaya dan olahraga ini diikuti ratusan pecinta sepeda ontel dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.




Peserta datang dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Makassar, Palembang, Jambi, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga komunitas luar negeri seperti Belanda, Australia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Seluruh peserta nantinya akan berkumpul di Klaten, Jawa Tengah, sebagai pusat kegiatan festival internasional tersebut.


Keterangan foto: Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, Mantan Wakil Menteri Desa yang kini dalam Komunitas Sepeda Ontel Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina.



Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, Mantan Wakil Menteri Desa yang kini dalam Komunitas Sepeda Ontel Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina, mengatakan kepada  awak media. Bahwa  kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena menyatukan komunitas sepeda ontel lintas daerah dan negara dalam semangat budaya, persaudaraan, serta gaya hidup sehat.


“Kami berharap Monas Jakarta dapat menjadi titik penyambutan sekaligus pelepasan peserta dari berbagai daerah.


Menurutnya, Ini bukan sekadar perjalanan sepeda, tetapi juga festival internasional yang mempererat persahabatan antarbangsa,” ujar Prof. Paiman Raharjo didampingi Aris saat ditemui Awak. Media di Monas Jakarta,Kamis 14/05/2026.


Ditambahkannya, peserta akan menempuh perjalanan panjang secara bertahap dengan pola istirahat yang telah diatur, mulai dari Jakarta menuju Karawang, Cirebon, hingga akhirnya tiba di Klaten dan kawasan Prambanan.

“Mereka sudah terbiasa menjaga ritme perjalanan dan kesehatan," ungkapnya.


Banyak peserta yang rutin bersepeda jarak jauh setiap minggu, bahkan hingga 150 kilometer pulang-pergi,” tambahnya.


Festival ini juga menjadi bentuk pelestarian budaya sepeda ontel yang telah diwariskan sejak zaman dahulu. Sejumlah peserta bahkan masih menggunakan sepeda klasik keluaran tahun 1960-an hingga 1970-an yang memiliki nilai sejarah tinggi.


Menariknya, komunitas sepeda ontel tidak hanya diikuti kalangan lanjut usia, tetapi juga banyak generasi muda. Beberapa komunitas dari Jawa Timur bahkan didominasi peserta berusia di bawah 40 tahun.


Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga bersepeda.


“Manfaat bersepeda jarak jauh bukan hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap budaya dan kebersamaan,” pungkasnya.


Festival Sepeda Ontel Internasional Sumatera–Jawa 2026 dijadwalkan berlangsung hingga seluruh peserta tiba di Klaten, Jawa Tengah, dengan berbagai agenda budaya dan kebersamaan antar komunitas sepeda dari dalam maupun luar negeri.(Red)

Jalan Betonisasi Satgas TMMD Kodim 0725/Sragen Meningkatkan Harga Jual Tanah Melambung Tinggi

 


Majalahceo.com | Sragen,-Program betonisasi jalan dalam kegiatan TMMD Kodim 0725/Sragen membawa dampak positif bagi masyarakat desa Puro,Karangmalang, Kabupaten Sragen, khususnya para petani, kehadiran jalan beton yang baik dan mudah dilalui kini membuat akses menuju area persawahan semakin lancar sehingga turut meningkatkan nilai ekonomi lahan pertanian warga.Kamis,(14/5/2026)


   Bapak Saidi mengaku sangat bersyukur dengan pembangunan jalan beton tersebut. Selain mempermudah mobilitas hasil panen dan aktivitas pertanian, jalan yang bagus juga membuat harga jual sawah di sekitar lokasi meningkat cukup tinggi dibanding sebelumnya.

   

   Menurut warga, dahulu akses jalan yang rusak dan sulit dilalui menjadi kendala utama sehingga minat masyarakat terhadap lahan pertanian di wilayah tersebut masih rendah. Namun setelah adanya betonisasi dari program TMMD, kondisi berubah drastis. Sawah yang berada di sekitar jalan kini memiliki nilai jual lebih tinggi karena akses transportasi semakin mudah dan nyaman.”Ungkap Bapak Saidi.


  Program TMMD tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan perekonomian pedesaa.(Basri)***

Polsek Cikalong Wetan Laksanakan Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih di Gereja Shalom Penta Kosta

 


Majalahceo.com|Bandung Barat — Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Perayaan Kenaikan Isa Almasih, jajaran Polsek Cikalongwetan Polres Cimahi melaksanakan kegiatan pengamanan di Rumah Ibadah Shalom Pantekosta yang berlokasi di Kampung Jambe Tilu RT 03 RW 03 Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (14/05/2026).


Kegiatan pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., bersama personel Polsek Cikalongwetan, di antaranya IPDA Samsuk Basar, S.H., BRIPKA Asep Saepudin, S.H., dan BRIPKA Rahmat. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Kroni dengan jumlah jemaat sekitar 50 orang.


Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Polsek Cikalongwetan melaksanakan pengamanan secara terbuka dan tertutup guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan kondusif. Selain itu, anggota juga melakukan sterilisasi area rumah ibadah bersama pengurus gereja sebelum kegiatan dimulai.


Hasil sterilisasi menunjukkan tidak ditemukan barang ataupun benda mencurigakan yang berpotensi mengganggu jalannya ibadah. Personel di lapangan juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi gereja untuk mengantisipasi kemacetan saat jemaat datang maupun meninggalkan lokasi ibadah.



Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjamin keamanan dan kenyamanan umat beragama saat melaksanakan ibadah.


“Kami dari Polsek Cikalongwetan berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.


 Pengamanan rumah ibadah ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan,” ujar AKP Deden Indrajaya.

Ia juga menambahkan bahwa toleransi antarumat beragama harus terus dijaga demi terciptanya kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat.


“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang damai serta harmonis,” tambahnya.


Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah Perayaan Kenaikan Isa Almasih dengan khidmat dan tenang tanpa adanya gangguan menonjol.


Polsek Cikalongwetan memastikan akan terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban guna terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan nyaman di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan.***

Aliansi PANDAWA (Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara).

 


KABUPATEN BOGOR – Gelombang dukungan terhadap komitmen Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam memberantas peredaran narkoba secara radikal terus mengalir deras.

 Langkah strategis berslogan "Pembersihan dari Dalam" kini menjadi sorotan utama, memicu desakan kritis sekaligus dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan

 Aliansi PANDAWA (Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara).

Aliansi PANDAWA menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak boleh hanya menjadi jargon politik atau seremoni di atas kertas.

Untuk menyongsong visi besar Indonesia Emas, momentum pembersihan ini harus dimulai tanpa pandang bulu dari lingkungan birokrasi dan organisasi kemitraan strategis pemerintah.


Bersih-Bersih Birokrasi: Komitmen Tanpa Kompromi

Langkah Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang menginstruksikan pengawasan ketat dan deteksi dini di internal pemerintahan dinilai sebagai terobosan krusial.


 Aliansi PANDAWA menilai langkah ini sebagai jawaban atas tuntutan publik yang merindukan pemerintahan bersih, berintegritas, dan bebas dari jerat hukum narkotika. Sebagai abdi negara, ASN wajib menjadi garda terdepan dan teladan moral bagi masyarakat.


Desakan Kritis: 

Evaluasi dan Pembinaan Organisasi Terafiliasi

Tidak berhenti di lini birokrasi, Aliansi PANDAWA secara kritis mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk memperluas jangkauan pembersihan.


 Pemkab Bogor didesak melakukan pembinaan intensif serta pengawasan ketat terhadap seluruh organisasi yang terafiliasi dan menerima dana hibah dari pemerintah.


Tiga organisasi besar yang menjadi sorotan utama meliputi:


* KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Bogor


* KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kabupaten Bogor


* KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Bogor


PANDAWA menegaskan bahwa organisasi-organisasi tersebut merupakan wadah pembinaan generasi muda, atlet, dan tokoh masyarakat. Jika internal organisasi tersebut tidak diproteksi dari bahaya narkoba, maka anggaran negara yang dikucurkan akan menjadi sia-sia dan merusak masa depan daerah.


Menuju Indonesia Emas dari Bumi Tegar Beriman

Komitmen memberantas narkoba dari dalam ini bukan sekadar aksi penyelamatan daerah, melainkan fondasi penting dalam menyiapkan pemuda dan aparatur yang kompetitif.


Pemkab Bogor harus memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara yang dialokasikan ke organisasi kemitraan, linier dengan pembentukan karakter yang bersih dan berprestasi.


Aliansi PANDAWA bersama elemen masyarakat menyatakan siap mengawal ketat setiap kebijakan  Bupati Rudy Susmanto.


Mereka menuntut adanya tindakan konkret, mulai dari tes urine berkala yang transparan bagi ASN dan pengurus organisasi, hingga sanksi pemecatan serta penghentian anggaran bagi oknum atau lembaga yang terbukti kompromistis terhadap narkoba. Kabupaten Bogor harus menjadi contoh nyata wilayah yang bersih demi terwujudnya Indonesia Emas.



Aliansi PANDAWA bersama Masyarakat Kabupaten Bogor komitmen Mengawal dan mendorong Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam memerangi peredaran narkoba melalui gerakan "Pembersihan dari Dalam" yang berfokus pada birokrasi dan organisasi mitra, terutama KONI, KNPI, dan KORMI. Tuntutan konkret termasuk tes urine berkala dan sanksi tegas berupa pemecatan serta penghentian anggaran bagi oknum atau organisasi yang terbukti terlibat narkoba.

 

Koordinator PANDAWA

SIAL Interfood Kembali Diselenggarakan di Indonesia Sebavai Bagian dari jaringan SIAL Global

 




Jakarta – SIAL, jaringan inovasi pangan terkemuka di dunia, secara resmi menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya terhadap pasar Indonesia dengan kembali diselenggarakannya SIAL Interfood, yang dijadwalkan pada 4–6 November 2026 di JIExpo Kemayoran. Didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan diselenggarakan oleh Seven Event bersama Comexposium, penyelenggaraan kali ini menandai langkah strategis dalam memperkuat koneksi perdagangan pangan internasional Indonesia.


Sebagai pameran business-to-business(B2B) internasional yang mendukung pertumbuhan industri food and beverages(F&B) nasional, SIAL Interfood merupakan bagian dari jaringan SIAL Network yang sejak 1964 telah dikenal menjadi barometer inovasi pangan dunia. SIAL Network berhasil mencatatkan pencapaian global yang luar biasa dengan menghadirkan total 17.000 peserta pameran dan menarik lebih dari 700.000 pengunjung profesional dari 205 negara. Rangkaian pameran SIAL global terselenggara di berbagai belahan dunia, mencakup SIAL Paris, SIAL Canada yang diselenggarakan secara bergantian di Montreal dan Toronto, SIAL China yang diselenggarakan di Shanghai dan Guangzhou, Food & Drinks Malaysia by SIAL, SIAL Interfood, Gourmet Selection serta Cheese and Dairy Products Show di Paris, Djazagro di Aljir (Aljazair) hingga yang terbaru SIAL Vietnam.


Kehadiran SIAL secara strategis di Indonesia sendiri dimulai pada tahun 2015 guna menyasar potensi besar pasar Asia Tenggara. Saat debutnya tersebut, SIAL Interfood mencatatkan milestonepenting dengan diikuti lebih dari 800 perusahaan dari 22 negara. Kini, melanjutkan kesuksesan tersebut, SIAL Interfood 2026 kembali hadir di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, dengan menempati area hall B dan C. Akses lokasi yang mudah serta kenyamanan bagi para peserta dan pengunjung menjadi alasan utama terpilihnya kembali JIExpo sebagai tempat penyelenggaraan SIAL Interfood 2026.


Rodolphe Lameyse, CEO of Food and Beverage Division of Comexposium, menekankan pentingnya penyelenggaraan di tahun ini dalam memperkuat posisi pameran di pasar global. “Jaringan SIAL saat ini memasuki babak baru yang sangat penting. Dengan memperkuat posisi acara sebagai tempat pertemuan bisnis (B2B) dan menarik pengunjung yang lebih profesional, kami semakin mempertegas peran kami sebagai platform perdagangan nyata bagi industri makanan. Kami juga tetap mempertahankan lokasi penyelenggaraan SIAL Interfood yang strategis untuk memastikan kualitas acara tetap terjaga, sekaligus menjadi langkah besar bagi kami untuk terus maju dan berkembang,” ungkapnya.


Para peserta SIAL Interfood 2026 akan beragam dari lebih 25 negara, mencakup wilayah Tiongkok (China), Asia-Pasifik (APAC) serta Eropa dan Timur Tengah (EMEA). Melalui jaringan global ini, para eksibitor dapat terhubung langsung dengan pembeli potensial yang mencari produk baru serta teknologi terbaru di berbagai sektor penting, mulai dari makanan beku (frozen food), industri kopi dan teh, hingga inovasi pada teknologi pengolahan pangan (food processing).


Hadirkan Rangkaian Program Inovatif dan Kompetisi Kelas Dunia


Selain menampilkan beragam teknologi F&B dan inovasi produk, SIAL Interfood 2026 menawarkan program unggulan yang dirancang untuk memaksimalkan nilai bisnis dan jaringan profesional:


SIAL Innovation: Sebagai barometer tren pangan global, program ini merupakan kompetisi bergengsi yang mengkurasi produk-produk paling inovatif dari para eksibitor. Melalui penilaian juri ahli berdasarkan kriteria orisinalitas, kualitas, hingga dampaknya terhadap pasar, SIAL Innovation memberikan panggung bagi produk yang mampu menjawab kebutuhan konsumen masa depan dan membentuk tren industri F&B di tingkat internasional.


International Cooking Competition: Bekerja sama dengan Asosiasi Chef Internasional, kompetisi memasak bertaraf internasional ini akan mempertemukan para talenta koki terbaik. Ajang ini menjadi panggung kreativitas sekaligus standarisasi keahlian koki profesional dengan penilaian langsung dari juri-juri kelas dunia.


Barista Championship: Mengingat pertumbuhan industri kopi yang pesat di Indonesia, SIAL Interfood menghadirkan kompetisi barista yang menantang para pengolah kopi untuk menunjukkan teknik dan inovasi terbaru, mulai dari pemilihan biji hingga teknik penyeduhan yang presisi.


Seminar & TalkshowIndustri: Menghadirkan para ahli dan praktisi industri F&B untuk membahas isu-isu penting, seperti tren keberlanjutan pangan (food sustainability), hingga perkembangan teknologi digital dalam industri makanan.


Business Matching: Program khusus yang memfasilitasi pertemuan langsung antara eksibitor dengan pembeli potensial (trade buyers) melalui sistem yang terstruktur. Fasilitas ini bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi waktu di pameran dan memastikan terciptanya kemitraan strategis yang nyata dan berkelanjutan.


Andy Wismarsyah selaku Presiden Direktur dari Seven Event menekankan bahwa efektivitas pertemuan bisnis adalah inti dari pameran ini. “Sebagai kelanjutan resmi SIAL Interfood di Indonesia, fokus utama kami tahun ini adalah menghadirkan standar keunggulan bisnis internasional dengan menghubungkan para peserta pameran kami dengan profil pelaku industri yang sangat berkualitas. Melalui penyediaan fasilitas dan area pameran yang komprehensif, kami berkomitmen menghadirkan atmosfer bisnis yang produktif dan profesional. Harapan kami, setiap interaksi yang tercipta di JIExpo Kemayoran nanti dapat menghasilkan kolaborasi nyata yang mendorong kemajuan berkelanjutan bagi industri makanan dan minuman di Indonesia,” ujar Andy.


Penyelenggaraan SIAL Interfood 2026 menjadi ajang penting untuk memperkuat industri pangan nasional di tengah persaingan global. Dengan menghadirkan platform yang khusus bagi para profesional, pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga sebagai pusat pertukaran ilmu dan teknologi. Sinergi ini bertujuan menciptakan kolaborasi jangka panjang yang mampu mendorong produk Indonesia semakin kompetitif di pasar dunia.

SAH! KAPOLDA METRO JAYA NAIK BINTANG TIGA, KOMJEN POL. ASEP EDI SUHERI SIAP MENGGUNCANG IBU KOTA

 


METRO JAYA NAIK KELAS! KAPOLDANYA KINI RESMI BERPANGKAT KOMJEN

KETUA UMUM DPP PASTI BESERTA PENGtURUS DAN ANGGOTA PASTI

MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES

ATAS KENAIKAN PANGKAT SATU TINGKAT LEBIH TINGGI

KEPADA

KOMJEN POL. ASEP EDI SUHERI, S.I.K., M.Si.

KAPOLDA METRO JAYA



Jakarta, Mei 2026 — Kapolda Metro Jaya resmi dipimpin oleh perwira tinggi Polri berpangkat bintang tiga, setelah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menaikkan pangkat Irjen Pol. Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol).


Kenaikan pangkat tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, pengabdian, serta prestasi Komjen Pol. Asep Edi Suheri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di wilayah hukum Polda Metro Jaya.


Ketua Umum DPP PASTI, Rudy Silfa, SH, MH beserta seluruh pengurus dan anggota PASTI menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas amanah serta kehormatan yang diberikan kepada Komjen Pol. Asep Edi Suheri.


“Kami keluarga besar Pengacara dan Aktivis SejaTI (PASTI) mengucapkan selamat dan sukses atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada Komjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Rudy Silfa.


DPP PASTI juga berharap sinergitas antara aparat penegak hukum, pengacara, aktivis, dan masyarakat dapat terus terjalin demi terciptanya keadilan, keamanan, serta kepastian hukum yang berkeadilan di Indonesia.


Semoga di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Asep Edi Suheri, Polda Metro Jaya semakin profesional, humanis, presisi, dan semakin dicintai masyarakat.


Salam Perjuangan Kebenaran dan Keadilan


DEWAN PIMPINAN PUSAT

PENGACARA & AKTIVIS SEJATI (DPP-PASTI






Rabu, 13 Mei 2026

Pangdam IV/Diponegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Launching KDKMP di Banyumas

 


Majalahceo.com|Banyumas — Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., mendampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau kesiapan launching Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Rabu (13/5/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Wakil Panglima TNI menerima pemaparan mendalam dari para Dandim mengenai kesiapan operasional di wilayah masing-masing. Dandim 0705/Magelang melaporkan bahwa dari 106 titik yang telah rampung 100 persen, sebanyak 51 titik siap diresmikan pada 16 Mei mendatang dengan menonjolkan produk UMKM lokal. Sementara itu, Dandim 0708/Purworejo menyampaikan bahwa 52 dari 104 titik telah didukung sarana prasarana lengkap dan siap untuk diluncurkan. Dari wilayah tuan rumah, Dandim 0701/Banyumas melaporkan kesiapan 41 titik yang telah didukung penuh oleh instalasi listrik, air, serta sarana prasarana yang memadai.


Menanggapi laporan tersebut, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menekankan pentingnya akurasi data jumlah Kepala Keluarga (KK) di setiap desa. Beliau menegaskan bahwa sesuai instruksi Presiden, pelayanan harus menyentuh seluruh lapisan tanpa terkecuali, bahkan hingga ke tingkat individu terkecil. Mengingat waktu yang tersisa dua hari sebelum peresmian, Wapang TNI menginstruksikan para Dandim untuk memastikan kembali kelengkapan item di setiap gerai serta mengoptimalkan uji coba sistem internet yang dijadwalkan berlangsung esok hari.



Turut hadir dalam kunjungan tersebut jajaran pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Dirjen Kemendagri Bahri, S.TP., Sesmenko Pangan Dr. Ir. Kasan, M.M., serta Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani. Kehadiran para pejabat ini sebagai wujud dukungan lintas sektoral terhadap penguatan ekonomi desa melalui wadah koperasi yang modern dan profesional.


Dari jajaran komando kewilayahan, Pangdam IV/Diponegoro didampingi oleh Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han., beserta unsur Forkopimda Kabupaten Banyumas. Rangkaian kegiatan yang meliputi peninjauan gerai dan lokasi pelatihan karyawan ini sebagai langkah akhir memastikan kemandirian ekonomi desa melalui KDKMP dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

# (Pendam IV/Diponegoro)

KESEHATAN

NASIONAL

HUKUM

POLITIK

BISNIS

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved