Cicalengka, Kab Bandung, Majalahceo.com,-Masalah pencemaran akibat sampah dan limbah di Sungai Citarum hingga saat ini masih menjadi perhatian serius berbagai pihak. Salah satu fokus utama adalah limbah industri yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik dan sesuai ketentuan.
Dalam rangka menekan potensi pencemaran tersebut, Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 2 terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas industri di wilayahnya.
Pengawasan dilakukan secara rutin melalui pengecekan langsung ke pabrik-pabrik guna memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Komandan Sektor 2, Kolonel Infanteri Dwi Krisyanto, menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bentuk komitmen Satgas dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di wilayah aliran Sungai Citarum. Ia menyampaikan bahwa pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dilakukan secara langsung di lapangan.
“Pengawasan terhadap limbah industri terus kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa setiap pabrik benar-benar mengelola limbahnya dengan baik sebelum dibuang ke lingkungan,” ujarnya.
Pada kegiatan terbaru, anggota Satgas Citarum Harum Sektor 2 melaksanakan pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PT Nabati yang berada di wilayah Subsektor 7. Kegiatan tersebut melibatkan Dansubsektor 7, Baops, serta anggota Satgas lainnya.
Dari hasil pengecekan yang dilakukan, diketahui bahwa sistem pengolahan limbah di PT Nabati telah berjalan sesuai dengan baku mutu dan ketentuan yang berlaku. Hal ini menunjukkan adanya kepatuhan dari pihak industri dalam menjalankan kewajiban pengelolaan lingkungan.
Meski demikian, Komandan Sektor 2 tetap mengingatkan bahwa konsistensi dan kedisiplinan seluruh pelaku industri sangat diperlukan. Ia menegaskan bahwa setiap pabrik di wilayah Sektor 2 harus memastikan limbah yang dihasilkan telah aman dan tidak membahayakan lingkungan sebelum keluar dari area produksi.
“Kami terus menghimbau kepada seluruh pabrik agar disiplin dalam mengelola limbahnya. Pastikan limbah yang keluar dari pabrik sudah memenuhi standar dan tidak mencemari lingkungan,” tambahnya.
Upaya pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan ini diharapkan dapat meminimalisir potensi pencemaran serta mendukung program pemulihan Sungai Citarum secara menyeluruh. Selain itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat.























.jpg)

.jpg)






FOLLOW THE MAJALAH CEO AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow MAJALAH CEO on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram