-->

NASIONAL

INGIN CARI PROPERTY,DI ZAINT PROJECT AJA

TNI-POLRI

SOSIAL

HUKUM

ORGANISASI

Senin, 01 Juni 2026

Pelaksanaan Pesta Bona Taon Op Ganda Marimbulu Manik Raja Se-Jabodetabek Dilaksanakan Sukses dan Meriah

 

MAJALAH CEO - Jakarta - Pelaksanaan pesta Bona taon Op Ganda Marimbulu Manik Raja Se-jabodetabek Sukses  dilaksanakan di salah satu aula di Jalan Pemuda  Jakarta Timur  pada Minggu 31 Mei 2026 dihadiri  ratusan orang yang terdiri dari pomparan baik Boru bere. 


Pelaksanaan Bona taon ini sempat tertunda karena ada musibah Covid  19 namun dengan semangat persaudaraan yang sangat kuat dan dorongan dari rasa peduli ingin dan terus memajukan Punguan kami maka atas kehendak Tuhan yang maha kuasa dan partisipasi para anggota pelaksanaan pesta dilaksanakan dengan sukses dan termasuk Pemilihan Ketua Umum dan jajarannya telah dilaksanakan dengan sangat akomodatif, demikian di sampaikan Ketua Pelaksana Martua Manik, SIP.,S.H.


Bahwa sebagai Ketua Umum Pomparan Op Ganda Marimbulu Manik Raja periode 2026 s/d 2028  Bapak  DS. Manik,SE,MM./br Aritonang,SE,MM. Meminta kepada seluruh Pomparan baik Boru bere dan ibebere dimana pun berada harus menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan secara khusus kepada semua pengurus terpilih untuk menjalankan Amanah sebaik baiknya dan menjaga soliditas serta menjaga nama besar op GMM yang sudah terjalin selama ini


Disisi lain Ketua Umum mengumumkan bahwa, adanya   penambahan 2 bidang dalam struktur baru yaitu  Bidang Kesehatan yang di ketuai oleh Dr.James,MH./br Hutabarat,SE.dan Bidang Hukum yang di Ketuai Andar Manik,S.E.,S.H,M.H/br Tambunan,S.E.


Ketua Umum juga berpesan dengan bahasa Batak "Gelleng pe sihapor di hutti do Uluna" yang bermakna biarpun kumpulan kecil atau sedikit namun memiliki kehormatan/prinsip yang tidak bisa di pengaruhi pihak lain.(by atm).

‎Kapolda Jabar Ajak Generasi Muda Lawan Intoleransi dan Radikalisme ‎


Majalahceo.com
| Bandung
,-Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol.  Rudi Setiawan, mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup sekaligus benteng dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap persatuan nasional.

‎Dalam keterangannya saat menghadiri kegiatan Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tingkat Provinsi Jabar, di Lapangan Wirotama Pussenif Bandung, Senin (1/6/2026), Kapolda Jabar menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan agar tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.  

‎“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup,” ujar Irjen Pol Rudi Setiawan.  

‎Ia juga mengingatkan agar setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta tidak meninggalkan kelompok yang rentan. Selain itu, Kapolda menegaskan pentingnya memerangi berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengganggu harmoni kehidupan berbangsa.

‎“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.  

‎Menurut Kapolda Jabar komitmen terhadap nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan harus terus diperkuat agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang kuat, damai, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.***


Pancasila Perekat Keberagaman dan Penguat Persatuan Bangsa


Majalahceo.com
| Semarang
– Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapok Sahli) Pangdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Abdul Hanis, S.I.P., M.Si., menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (1/6/2026). Upacara tersebut tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. diikuti oleh perwakilan Forkopimda Jawa Tengah, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta perwakilan para siswa. Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah, aparatur negara, hingga generasi muda ini menjadi cerminan nyata dari semangat kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema strategis tersebut menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya berperan sebagai pemersatu bagi lebih dari 270 juta rakyat Indonesia yang hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, melainkan juga bertindak sebagai pedoman utama dalam membangun kehidupan global yang damai, adil, serta harmonis. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika global saat ini, nilai-nilai luhur Pancasila dinilai tetap sangat relevan untuk memperkuat persatuan domestik sekaligus berkontribusi aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.


Peringatan ini sekaligus menjadi momentum refleksi yang sangat krusial bagi seluruh elemen bangsa untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap sila secara konsisten. Semangat gotong royong, toleransi, penghormatan terhadap segala perbedaan, serta kepedulian sosial yang tinggi harus senantiasa dipelihara agar menjadi pilar kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila merupakan perekat utama yang berhasil menyatukan bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga era modern saat ini. Oleh karena itu, upaya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila ditegaskan bukan hanya menjadi tugas eksklusif pemerintah atau institusi tertentu, melainkan sudah menjadi tanggung jawab kolektif seluruh komponen anak bangsa.


Melalui gelora semangat persatuan dan kebersamaan yang kokoh, seluruh elemen bangsa diharapkan dapat terus melangkah maju guna membangun Indonesia yang kuat, harmonis, serta mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan terciptanya perdamaian dunia yang abadi. (Pendam IV/Diponegoro)***

Kapolda Jabar : Pancasila Perekat Bangsa di Tengah Tantangan Global


Majalahceo.com
| Bandung,-
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks.


Hal tersebut disampaikan Kapolda Jabar saat menghadiri Peringatan  Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Wirotama Pusat Kesenian  Infanteri  Jl

Supratman Kota  Bandung, Senin (1/6/2026).


Menurutnya, tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi penting bagi terciptanya perdamaian dunia.  


“Pancasila adalah ‘bintang penuntun’ yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” kata Irjen Pol Rudi Setiawan.  


Ia menambahkan, Pancasila juga menjadi “jangkar moral” bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik global. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, Indonesia diyakini mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.


Kapolda Jabar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar semangat kebangsaan tetap terjaga dan menjadi kekuatan utama bangsa menuju masa depan.***



Peringati Hari Lahir Pancasila, Polda Jabar Teguhkan Komitmen Menjaga Persatuan Bangsa


Majalahceo.com
| Bandung
,-Polda Jawa Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Upacara Mapolda Jabar, Senin, 1 Juni 2026.


Upacara tersebut dipimpin oleh Irwasda Polda Jawa Barat Kombes Pol. Benny Subandi, S.I.K., M.Si. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, serta pemersatu seluruh elemen masyarakat Indonesia.


Dalam amanat yang dibacakan pada upacara tersebut, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga memiliki nilai universal dalam menjaga perdamaian dunia.


Irwasda Polda Jabar Kombes Pol. Benny Subandi menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam jiwa setiap insan Indonesia.

“Pancasila adalah bintang penuntun dan jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik global,” ujar Kombes Pol. Benny Subandi.


Ia juga menegaskan bahwa Pancasila telah membuktikan ketangguhannya dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan etnik, serta keberagaman budaya, agama, dan adat istiadat. Menurutnya, keberagaman tersebut dapat tetap bersatu karena adanya ikatan kebangsaan yang kokoh melalui nilai-nilai Pancasila.

 

Selain itu, Irwasda Polda Jabar mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk tidak menjadikan Pancasila hanya sebagai teks dalam buku sejarah atau simbol di ruang-ruang formal. Nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan dalam sikap, kebijakan, serta perilaku sehari-hari.

“Setiap kebijakan publik harus berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita juga harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan,” ungkapnya.


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Polda Jabar meneguhkan komitmen untuk terus menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang berlandaskan semangat Pancasila.


Upacara berlangsung khidmat dan menjadi pengingat bahwa Pancasila akan senantiasa menjadi dasar dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat rasa keadilan, serta membangun Indonesia yang damai dan bermartabat.***



Semangat Hari Lahir Pancasila 2026: Merawat Kebersamaan dalam Keberagaman untuk Memperkuat Persatuan dan Guyub Rukun


Majalahceo.com
| Cimahi
, 1 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026, Ketua Paguyuban Tiang Jawi (PTJ), Dyah Wahyu, mewakili seluruh keluarga besar Paguyuban Tiang Jawi menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh anggota untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia yang lahir dari semangat persatuan di tengah keberagaman. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, budaya, bahasa, adat istiadat, dan agama yang berbeda-beda. Para pendiri bangsa telah meletakkan Pancasila sebagai fondasi yang mampu mempersatukan seluruh perbedaan tersebut dalam satu tujuan besar, yaitu membangun Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.


Sebagai warisan luhur bangsa, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, musyawarah, serta keadilan sosial merupakan bagian penting yang perlu terus dipelihara dan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.


Menurut Dyah Wahyu, semangat Pancasila sangat relevan dengan kehidupan di lingkungan Paguyuban Tiang Jawi. Sebagai sebuah wadah kebersamaan, PTJ dihuni oleh anggota yang memiliki latar belakang, profesi, usia, pengalaman hidup, serta karakter yang beragam. Namun, keberagaman tersebut bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang dapat mempererat persaudaraan apabila disikapi dengan rasa saling menghargai dan semangat kebersamaan.


“Paguyuban Tiang Jawi hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh anggota. Di dalamnya terdapat berbagai perbedaan yang justru menjadi kekayaan dan kekuatan organisasi. Dengan memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila, kita dapat membangun rasa persaudaraan yang semakin erat serta menciptakan suasana guyub, rukun, dan harmonis,” ujar Dyah Wahyu.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kekuatan sebuah paguyuban tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggotanya, tetapi juga oleh kualitas kebersamaan yang dibangun di antara mereka. Solidaritas, kepedulian, dan rasa memiliki menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan organisasi serta menciptakan manfaat yang nyata bagi seluruh anggota.


Momentum Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di bangku sekolah atau lembaga pendidikan formal. Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap individu memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman, lingkungan, serta interaksi dengan orang lain. Melalui kegiatan-kegiatan paguyuban, anggota dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman, wawasan, dan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat.


Kebersamaan yang terjalin dalam PTJ diharapkan mampu menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperluas cakrawala berpikir. Setiap anggota memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga diperlukan sikap terbuka untuk saling mengisi, mendukung, serta memberikan masukan yang membangun. Dengan demikian, perbedaan karakter dan kepribadian bukan menjadi sumber perpecahan, melainkan peluang untuk tumbuh dan berkembang bersama.


Dalam kehidupan yang semakin dinamis dan penuh tantangan, nilai gotong royong yang terkandung dalam Pancasila harus terus dijaga. Semangat saling membantu, peduli terhadap sesama, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi merupakan karakter bangsa yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini, keluarga besar Paguyuban Tiang Jawi mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata.


 Persatuan, toleransi, kebersamaan, dan semangat gotong royong harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari agar tercipta lingkungan yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan.


Akhirnya, atas nama seluruh keluarga besar Paguyuban Tiang Jawi, Dyah Wahyu menyampaikan ucapan:


“Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Mari kita jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dan pedoman dalam memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, serta membangun kebersamaan yang kokoh demi Indonesia yang maju dan berkarakter.”

Salam Guyub Rukun.


Dyah Wahyu

Ketua Paguyuban Tiang Jawi (PTJ)

Cimahi, 1 Juni 2026***

Pancasila Pemersatu Bangsa Pondasi Perdamaian Dunia

 


Perwakilan Prajurit dari Pangkalan TNI AL Bandung, ( Lanal Bandung). melaksanakan gelar pasukan upacara dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila bersama Forkopimda kotamadya tingkat kota Bandung,pada hari Senin, 01 Juni 2026 di lapangan plaza balaikota Bandung jalan Westu Kencana No. 2 Bandung.

Dengan inspektur upacara Walikota Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S. Ip., M. Si. Dengan mengusung tema "Pancasila pemersatu Bangsa Pondasi Perdamaian Dunia" dengan dihadiri oleh 

* Ketua DPRD tingkat kota Bandung.

* Ketua Pengadilan Negeri Bandung

* Dandim 0618 Bandung 

* Danlanal Bandung

* Danlanud Hussein Bandung 

* Ketua kejaksaan Bandung 

* Ketua BNN Bandung 

* Dan segenap element Forkopimda tingkat kota Bandung 


Upacara bendera dilaksanakan secara serentak di instansi pemerintah, sekolah dan berbagai lembaga.


Upacara pusat tahun ini, dipusatkan di gedung Pancasila Jakarta dengan inspektur upacara Presiden Prabowo Subianto.

Masyarakat diimbau untuk mengibarkan bendera merah putih satu tiang penuh selama satu hari penuh pada tanggal 1 Juni 2026. 

Adapun tujuannya 

untuk mengingatkan kita akan makna arti dari pada Garuda itu sendiri dan Pancasila yang bukti nyata'nya,mutlak'nya.

Waktu awal mula pertama lahir Garuda dan Pancasila serta Kesaktian Pancasila beserta berikut Bhineka Tunggal Ika dan yang di genggam'nya itu mengandung makna arti yang sangat dalam.

Agar senantiasa kita selalu menyemarakan,  mempancarkan, mempencarkan, memekarkan, mempaparkan, menjabarkan, menerangkan, menjelaskan, menyatakan dan melaksanakan arti dan makna dari pada semua filosofi lahirnya dari pada Garuda, Pancasila, Kesaktian Pancasila, serta Bhineka Tunggal Ika, dan Yang di Genggamnya itu dalam ucap langkah tekad kehidupan kita sehari-hari, dimanapun dan kapun kita berada.


Garuda logo lambang Negara Indonesia, Pancasila 5 (Lima) sila dasar Negara yang menjadi dasar Pedoman Negara, dan Bhineka Tunggal Ika semboyan Rakyat dan Bangsa Indonesia yang menjadi suri tauladan dan contoh yang harus kita laksanakan.


Dalam tata negara Indonesia (terutama menurut ahli hukum Prof. Dr. Notonegoro. Pancasila memiliki dua aspek pembuktian historis.

Dwi Prakara (Dua Perkara) :

* Pancasila asas kebudayaan ; nilai-nilai Pancasila telah melekat,hidup dan dipraktikan oleh masyarakat Nusantara sejak zaman dahulu sebelum Indonesia merdeka.

* Pancasila asas kenegaraan ; nilai-nilai tersebut kemudian dirumuskan dan disahkan secara resmi menjadi dasar serta ideologi negara setelah Indonesia merdeka.


Didaalam upacara kelahiran Pancasila,tidak lupa pula untuk mengingatkan kita semua akan perjuangan dan jasa-jasa para pejuang serta pahlawan yang telah berkorban mempertaruhkan harta benda, bahkan nyawanya untuk kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat juang yang membara dibawah kibaran sangsaka merah putih, julukan lambang pusaka negara yang mengandung makna secara filosofis :

* Merah berarti berani, buas, luas melambangkan keberanian fisik dan keteguhan hati.

* Putih berarti tulus, ikhlas, suci, wangi  melambangkan kesucian.


Semua itu berkat ketulusan,niat luhur bangsa dalam membela serta membangun tanah air untuk merdeka dan hanya semata karena Allah. Semoga para pejuang dan pahlawan yang telah mendahului kita Khusnul khatimah dan kita bisa meneruskan perjuangannya dengan merawat, menjaga serta melestarikan hasil daripada perjuangannya itu dan semoga kedepannya Bangsa Indonesia  semakin maju, jaya, aman, nyaman, tentram, rahaja, gemah, ripah, rapih, lohjenawi, sejahtera rahayu selalu untuk bisa didengarkan, dilihat, disaksikan, bahkan dirasakan oleh seluruh Rakyat Indonesia dimanapun berada.

Irdam IV/Diponegoro Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

 


Majalahceo.com | Semarang – Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., memimpin langsung jalannya Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 diikuti para prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Makodam pada Senin (1/6/2026). 


Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia (BPIP) Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. yang dibacakan oleh Inspektur Upacara disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan belaka. Momen ini harus dijadikan sebagai waktu untuk merefleksikan diri guna memastikan api Pancasila tetap menyala di dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pancasila dinilai sebagai "Bintang Penuntun" yang tangguh sekaligus menjadi "jangkar moral" bagi bangsa dalam menghadapi berbagai turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian.  


Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini mengusung tema yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema tersebut menjadi sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan internal bangsa Indonesia semata. Lebih dari itu, falsafah Pancasila juga dipandang mampu menjadi jawaban konkret dan fondasi utama demi terciptanya perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan.  


Melalui amanat tersebut, ditegaskan pula bahwa Indonesia bukan sekadar menjadi penonton dalam kancah internasional. Sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Nilai musyawarah dan mufakat yang bersumber dari Pancasila menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan oleh dunia saat ini dalam menjembatani perbedaan, meredam ketegangan, serta menghentikan berbagai konflik antabangsa.  


Kepemimpinan nyata Indonesia di panggung global diwujudkan melalui kontribusi aktif yang mencerminkan Sila Kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Hal ini dibuktikan secara konsisten melalui pengiriman pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta kelantangan dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah. Melalui tindakan nyata tersebut, Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian sejati hanya bisa hadir jika keadilan bagi seluruh umat manusia telah terpenuhi.  


Pada bagian akhir amanat, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology yang diterapkan dalam keseharian, bukan sekadar hiasan dinding. Para menteri dan kepala daerah juga diimbau untuk memastikan setiap kebijakan publik yang dilahirkan selalu berlandaskan pada keadilan sosial dan menjamin hak-hak masyarakat terkecil. Dengan semangat persatuan yang kuat, seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro diajak untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme demi menjaga harmonisasi kebangsaan.  (Pendam IV/Diponegoro)****

POLSEK CIKALONGWETAN TINGKATKAN PATROLI SIANG DALAM RANGKA OPS JARAN LODAYA 2026, WUJUDKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG AMAN DAN KONDUSIF


Majalahceo.com
| Cikalong Wetan
– Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Cikalongwetan Polres Cimahi terus mengintensifkan kegiatan patroli siang sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya Tahun 2026. Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada Senin mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai dengan menyasar sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan.


Patroli dilaksanakan oleh personel Polsek Cikalongwetan yang dipimpin oleh Pawas Aiptu Hendra bersama anggota Aipda Usep, Bripka Arif, dan Brigadir Hary Purnama. Kegiatan ini merupakan langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan, seperti premanisme, geng motor, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penyalahgunaan narkoba, hingga peredaran minuman keras.


Adapun rute patroli meliputi Mapolsek Cikalongwetan, Jalan Nasional Padalarang–Purwakarta, Desa Mandalamukti, Desa Ciptagumanti, Desa Cikalong, Desa Tenjolaut, Desa Cisomang, Desa Wangunjaya, dan kembali ke Mapolsek Cikalongwetan.


Selama pelaksanaan patroli, petugas melakukan pemantauan dan pengawasan di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi, seperti SPBU, pertokoan, pasar, kawasan perumahan, jalan-jalan yang minim aktivitas masyarakat, serta lokasi yang berpotensi menjadi sasaran tindak kejahatan C3 (Curat, Curas, dan Curanmor). Selain itu, patroli juga menyasar area perkantoran, instansi pemerintahan, perbankan, dan pusat keramaian masyarakat.



Tidak hanya melakukan pengawasan, personel patroli juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyapa masyarakat secara langsung serta memberikan imbauan kamtibmas agar warga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas. Petugas juga mensosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai sarana pengaduan cepat apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian.


Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., mengatakan bahwa kegiatan patroli merupakan salah satu upaya nyata Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta mencegah munculnya potensi gangguan keamanan sejak dini.


"Patroli siang yang kami laksanakan merupakan bagian dari Operasi Jaran Lodaya 2026 sekaligus bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami berupaya memastikan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan tetap aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu mencegah niat maupun kesempatan pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya," ujar AKP Deden Indrajaya.


Lebih lanjut, AKP Deden menjelaskan bahwa selain fokus pada pencegahan tindak kriminalitas, patroli juga bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan yang humanis.


"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu ketertiban umum, segera laporkan kepada pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat atau Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti," tambahnya.


Dari hasil kegiatan patroli yang dilaksanakan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan terpantau aman dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga memberikan rasa tenang kepada masyarakat yang sedang beraktivitas serta mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Polsek Cikalongwetan berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan preventif melalui patroli rutin pada jam-jam rawan guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.***

POLSEK CIKALONGWETAN INTENSIFKAN KRING SERSE DALAM RANGKA OPS JARAN LODAYA 2026, SITUASI KAMTIBMAS TERPANTAU AMAN DAN KONDUSIF


Majalahceo.com
| Cikalong Wetan
– Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026, jajaran Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cikalongwetan melaksanakan kegiatan Kring Serse di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan pada Senin (1/6/2026) dini hari.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 01.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kanit Reskrim bersama personel piket Reskrim dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan terhadap tindak kriminalitas. Adapun sasaran patroli dan pemantauan meliputi kawasan perbankan, perkantoran, minimarket, perkampungan, serta daerah-daerah yang dianggap rawan terjadinya tindak pidana Curas (Pencurian dengan Kekerasan), Curat (Pencurian dengan Pemberatan), dan Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor).


Pelaksanaan Kring Serse merupakan salah satu upaya preventif yang dilakukan Polri guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yang menjadi fokus dalam Operasi Jaran Lodaya 2026.


Selama kegiatan berlangsung, personel melakukan pemantauan situasi, pengecekan titik-titik rawan kriminalitas, serta memastikan kondisi lingkungan masyarakat tetap dalam keadaan aman. Selain itu, petugas juga melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan.


Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan, tidak ditemukan adanya tindak pidana maupun kejadian menonjol yang berkaitan dengan sasaran operasi. Situasi secara umum terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Kapolsek Cikalongwetan, AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., mengatakan bahwa kegiatan Kring Serse akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polsek Cikalongwetan dalam menjaga keamanan wilayah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Pelaksanaan Kring Serse ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam rangka Operasi Jaran Lodaya 2026. Kami terus melakukan pemantauan pada lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadinya tindak pidana, khususnya Curas, Curat, dan Curanmor. Alhamdulillah, hasil kegiatan malam ini nihil kejadian menonjol dan situasi wilayah hukum Polsek Cikalongwetan dalam keadaan aman serta kondusif,” ujar AKP Deden Indrajaya.


Lebih lanjut, Kapolsek mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas.


“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.


Dengan dilaksanakannya kegiatan Kring Serse secara rutin, diharapkan dapat menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan.***

POLSEK CIKALONGWETAN LAKSANAKAN GIAT YANMAS GATUR PAGI UNTUK WUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS YANG AMAN DAN LANCAR


Majalahceo.com
| Cikalongwetan
– Dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), personel Polsek Cikalongwetan melaksanakan kegiatan Pelayanan Masyarakat (Yanmas) berupa pengaturan lalu lintas pagi hari pada Senin (1/6/2026) mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai.


Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik rawan kepadatan arus kendaraan di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan. Pengaturan lalu lintas dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Kanit Patroli Polsek Cikalongwetan, Aiptu Haryanto.



Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut ditempatkan di beberapa lokasi strategis, di antaranya Pertigaan Cikalongwetan yang dijaga oleh Aiptu Rizal dan Aipda Ape R., serta kawasan Pasar Warungjati yang dijaga oleh Aipda Heri dan Bripka Ersyad, S.Pd.


Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, petugas juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai standar keselamatan, serta melengkapi surat-surat kendaraan saat berkendara di jalan raya.


Berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan, arus lalu lintas pada jam sibuk pagi hari terpantau lancar dan terkendali. Aktivitas masyarakat yang berangkat bekerja, bersekolah, maupun beraktivitas lainnya dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Situasi wilayah secara umum dalam keadaan aman dan kondusif dengan kondisi cuaca cerah.


Kapolsek Cikalongwetan, , mengatakan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas pagi merupakan salah satu bentuk pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat yang rutin dilaksanakan setiap hari.


"Kegiatan Yanmas Gatur Pagi ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan. Selain mengatur arus lalu lintas, anggota kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas dan menjaga keselamatan saat berkendara," ujar AKP Deden Indrajaya.


Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Cikalongwetan akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan preventif dan humanis guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan.


Dengan kehadiran personel Polri di lapangan pada jam-jam rawan kepadatan, diharapkan dapat meminimalisir potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas demi keselamatan bersama.***

Kasdam IV/Diponegoro Hadiri Perayaan Waisak di Borobudur, TNI Hadir Menjaga Kedamaian


Majalahceo.com
| Magelang
- Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA., menghadiri perayaan Ibadah Trisuci Waisak 2570 BE/2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (31/5/2026). Kehadiran Kasdam mencerminkan komitmen Kodam IV/Diponegoro dalam mendukung terciptanya suasana aman dan damai bagi umat Buddha yang merayakan hari raya suci Waisak. Perayaan tahun ini mengusung tema "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema "Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”.


Rangkaian ibadah diawali dengan sembahyang bersama di Kompleks Candi Mendut yang dipimpin para bhikkhu sangha, dilanjutkan penyalaan pelita perdamaian dan doa di pohon harapan. Selanjutnya, ribuan umat mengikuti Kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur sejauh sekitar empat kilometer dengan penuh khidmat dan tertib.


Di balik lancarnya seluruh rangkaian kegiatan, prajurit Kodam IV/Diponegoro hadir bersama Polri dan pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para peserta. Pengamanan dilakukan secara terpadu di seluruh titik kegiatan, mulai dari jalur kirab hingga kawasan Candi Borobudur. Kehadiran TNI tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.


Lebih dari 20.000 umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara menghadiri perayaan Waisak tahun ini. Dengan sinergi TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait, kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Momentum ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan, toleransi, dan kedamaian terus tumbuh di tengah keberagaman bangsa Indonesia. (Pendam IV/Diponegoro)***

‎Ops Jaran Lodaya 2026, Polisi Gelar Razia Knalpot Brong dan Pemeriksaan Kendaraan


Majalahceo.com
| Bandung
,-Dalam rangka mendukung pelaksanaan Ops Jaran Lodaya 2026, personel Polsek Sukahaji Polres Majalengka  melaksanakan operasi penertiban knalpot brong serta pemeriksaan kendaraan bermotor di sekitar Jalan Raya Pangeran Muhammad, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Minggu (31/05/2026)

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa ‎Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan kendaraan bermotor serta tindak pidana C3 (Curat, Curas, dan Curanmor) yang menjadi sasaran dalam Ops Jaran Lodaya 2026.

‎Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan, memberikan teguran kepada pengendara yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong), serta menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keamanan kendaraan masing-masing.

‎Selain itu, masyarakat juga diajak untuk lebih waspada terhadap potensi kejahatan jalanan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110 apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun tindak kriminalitas di lingkungan sekitar.

‎Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Sukahaji AKP Rudy Djunardi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan penertiban knalpot brong dan pemeriksaan kendaraan akan terus dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung keberhasilan Ops Jaran Lodaya 2026.

‎Dengan kegiatan ini diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan kendaraan, serta semakin sempitnya ruang gerak para pelaku kejahatan di wilayah hukum Polsek Sukahaji.***


Minggu, 31 Mei 2026

Kapolrestabes Bandung Pimpin Gatur Lalin dan Patroli Dialogis Antisipasi Libur Panjang


Majalahceo.com
| Bandung
,-Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Dedi Supriyadi, S.I.K., didampingi oleh Wakapolrestabes Bandung serta para Pejabat Utama (PJU) Polrestabes Bandung, memimpin pelaksanaan kegiatan Pengaturan Lalu Lintas (Gatur Lalin) dan Patroli Dialogis dalam rangka mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas selama libur panjang (long weekend) di wilayah hukum Polrestabes Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 30 Mei 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB.


Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah titik pusat keramaian dan kawasan wisata di Kota Bandung, khususnya di sekitar Jalan Braga, Jalan Soekarno (Gedung Merdeka), dan Jalan Asia Afrika yang menjadi salah satu destinasi utama masyarakat maupun wisatawan selama periode libur panjang.


Dalam pelaksanaannya, Kapolrestabes Bandung didukung oleh personel gabungan yang terdiri atas 1 SST Dalmas dan 1 Regu Polwan Samapta. Selain melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, personel juga melaksanakan patroli dialogis serta menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) guna mewujudkan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.


Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, kepadatan kendaraan, serta potensi gangguan kamtibmas, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang beraktivitas maupun berwisata di kawasan pusat Kota Bandung selama masa libur panjang.


Pada kesempatan tersebut, Kapolrestabes Bandung juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan wisatawan serta menyampaikan imbauan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga barang bawaan, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Sekitar pukul 21.00 WIB, kegiatan pengaturan lalu lintas dan patroli dialogis selesai dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung, situasi arus lalu lintas terpantau lancar, aman, dan kondusif, serta tidak ditemukan adanya gangguan menonjol di wilayah hukum Polrestabes Bandung.***



‎Polisi Berhasil Ungkap Kasus Curanmor, Dua Pelaku Diamankan Tim Sancang


Majalahceo.com
| Bandung
-Satreskrim Polres Garut melalui Unit III Pidum yang tergabung dalam Tim Sancang berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masuk dalam Target Operasi (TO) Ops Jaran Lodaya 2026. Minggu (31/5/2026).


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Dalam pengungkapan tersebut, dua orang terduga pelaku berhasil diamankan di lokasi berbeda, Kedua terduga pelaku yang   diamankan masing-masing berinisial DC (31) warga Kecamatan Cisurupan dan TT (49) warga Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. 


Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan, analisa teknologi informasi (IT), serta pemeriksaan sejumlah saksi.


Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin, S.H., menjelaskan bahwa para pelaku diduga terlibat dalam sedikitnya dua aksi pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Kabupaten Garut.


Kasus pertama terjadi pada 30 April 2026 di kawasan Makam Cieyang, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota. 


Korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda PCX beserta sejumlah barang berharga yang berada di dalam tas, termasuk telepon genggam, uang tunai, dan kunci keyless kendaraan. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp38,2 juta.


Sementara kasus kedua terjadi di kawasan Makam Burujul, Kecamatan Cilawu. Dalam aksinya, pelaku diduga menggunakan modus mengajak korban melakukan ritual spiritual setelah berkenalan melalui media sosial. Saat korban tengah menjalankan amalan yang diarahkan pelaku, sepeda motor Honda Beat beserta barang-barang milik korban dibawa kabur. Korban mengalami kerugian sekitar Rp10,7 juta.


Berbekal hasil penyelidikan intensif, Tim Sancang berhasil melacak keberadaan para terduga pelaku. Salah satu pelaku diamankan di rumah kerabatnya di Kecamatan Cikajang, sedangkan pelaku lainnya ditangkap di kontrakannya yang berada di wilayah Kota Wetan, Garut Kota.


“Dari hasil penangkapan tersebut, kami turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat hasil curian serta satu unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan para pelaku. Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Garut guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut." ujar AKP Joko.***


KESEHATAN

NASIONAL

HUKUM

POLITIK

BISNIS

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved