-->

NASIONAL

INGIN CARI PROPERTY,DI ZAINT PROJECT AJA

TNI-POLRI

SOSIAL

HUKUM

ORGANISASI

Rabu, 03 Juni 2026

Gempar Perkuat Konsolidasi Organisasi, Siapkan Edukasi Antikorupsi di Seluruh SMA Negeri Kota Bandung

 


Majalahceo.com | Bandung, 3 Juni 2026 — Gerakan Masyarakat Pendidikan Anti Korupsi (Gempar) menggelar pertemuan seluruh pengurus pada Rabu (3/6/2026) sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dalam menjalankan berbagai program strategis ke depan.


Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Gempar, H. Zacky Satria, SE, didampingi Bendahara Umum Indra serta Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Rahmat Suprihatin, S.Pd. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus biro dan bidang dari berbagai unsur organisasi.


Selain menjadi momentum mempererat hubungan antar-pengurus, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai agenda penting organisasi. Para peserta menyampaikan sejumlah gagasan, masukan, dan usulan konstruktif yang diharapkan dapat memperkuat peran Gempar dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pencegahan korupsi.


Dalam arahannya, Ketua Umum Gempar H. Zacky Satria menegaskan bahwa organisasi akan terus berkomitmen menjadi bagian dari gerakan moral yang mendorong tumbuhnya budaya antikorupsi di tengah masyarakat. Menurutnya, pendidikan merupakan sektor strategis yang harus menjadi fokus utama dalam upaya membangun generasi yang berintegritas.


Salah satu program prioritas yang akan segera direalisasikan adalah kegiatan penyuluhan dan edukasi antikorupsi di seluruh SMA Negeri se-Kota Bandung. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara sejak usia pelajar.


“Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, Gempar berkomitmen untuk terus hadir memberikan edukasi dan pemahaman mengenai bahaya korupsi serta pentingnya menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pencegahan korupsi harus dimulai sejak dini,” ujar Zacky.


Selain fokus pada program pendidikan antikorupsi, Gempar juga mulai menyusun langkah-langkah penguatan organisasi melalui pengembangan unit usaha produktif. Beberapa sektor yang tengah dipersiapkan antara lain usaha peternakan, salon mobil dan motor, serta berbagai bidang usaha lainnya yang berpotensi mendukung kemandirian organisasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi anggota.


Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat keberlanjutan program-program organisasi, sehingga Gempar tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan edukasi, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk mendukung aktivitasnya secara berkesinambungan.


Melalui penguatan internal organisasi, perluasan program pendidikan antikorupsi, serta pengembangan sektor usaha produktif, Gempar optimistis dapat terus berkembang menjadi organisasi yang profesional, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di saat yang sama, Gempar juga berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan bangsa.


“Membangun Indonesia yang bersih dari korupsi harus dimulai dari pendidikan dan keteladanan. Gempar siap menjadi bagian dari gerakan tersebut,” tutup Zacky.***

THREADS IRL 2026 Satukan 100 Peserta, Wargi Threads Bogor Siap Jadi Ruang Kolaborasi Warga

 

Berawal dari Threads, Kini Jadi Komunitas Nyata: Wargi Threads Bogor Resmi Diluncurkan


Wargi Threads Bogor Deklarasi Resmi, Bangun Ruang Positif bagi Kreator, UMKM, dan Profesional


Koneksi Digital Berbuah Kolaborasi Nyata, THREADS IRL Jadi Tonggak Lahirnya Wargi Threads Bogor


100 Warga Bogor Berkumpul dalam THREADS IRL 2026, Awali Gerakan Komunitas Digital yang Produktif


Dari Threads ke Dunia Nyata, Wargi Threads Bogor Resmi Deklarasi Komunitas Kolaboratif


Bogor – Apa yang awalnya hanya berupa percakapan dan interaksi di media sosial kini menjelma menjadi sebuah komunitas nyata yang mempertemukan puluhan orang dari berbagai latar belakang. Melalui acara THREADS IRL – From Online To Real Life yang digelar pada 30 Mei 2026 di Gerai Esteh Indonesia - Tehras Perpustakaan Kota Bogor.


komunitas Wargi Threads Bogor secara resmi mendeklarasikan keberadaannya sebagai wadah kolaborasi, networking, dan pengembangan diri bagi warga Bogor.


Sebanyak 100 peserta hadir dalam kegiatan yang menjadi tonggak awal perjalanan komunitas tersebut. Mereka berasal dari berbagai profesi, mulai dari kreator konten, pelaku UMKM, mahasiswa, hingga kalangan profesional yang selama ini saling terhubung melalui platform Threads.


Acara tersebut juga mendapat dukungan dari Esteh Indonesia, Kahf, dan Sepatu Bekas Bogor sebagai partner pendukung. Kehadiran para pendukung acara dan mitra komunitas ini tidak hanya membantu terselenggaranya acara, tetapi juga memperkuat semangat sinergi antara komunitas digital, pelaku usaha, serta brand yang memiliki visi untuk membangun ekosistem kreatif dan produktif di Kota Bogor.


Acara berlangsung hangat dan penuh interaksi. Tidak sekadar menjadi ajang kopi darat, THREADS IRL menghadirkan berbagai kegiatan seperti networking session, community sharing, interactive session, creator mission, hingga pembuatan konten kreatif bersama. Momen ini menjadi bukti bahwa hubungan yang terjalin di ruang digital dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata yang memberikan manfaat bagi banyak pihak.


Deklarasi Wargi Threads Bogor juga menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun ruang digital yang positif, inklusif, dan produktif. Dengan jumlah anggota yang kini mencapai 373 orang di grup WhatsApp komunitas, Wargi Threads Bogor berharap dapat menjadi rumah bagi siapa saja yang ingin berkembang dan berjejaring.


Founder Wargi Threads Bogor, Koy, menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari semangat kebersamaan para pengguna Threads yang ingin menghadirkan dampak lebih besar di luar dunia maya.


"Wargi Threads Bogor hadir bukan sekadar komunitas pengguna media sosial. Kami ingin menjadi ruang bertumbuh, berjejaring, dan berkolaborasi bagi warga Bogor," ujar Koy saat memberikan keterangan pers usai kegiatan, Rabu (3/6/2026).


Menurutnya, antusiasme peserta dalam acara perdana tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang kolaborasi lintas profesi di Kota Bogor sangat besar. Banyak peserta yang tidak hanya datang untuk berkenalan, tetapi juga membuka peluang kerja sama, berbagi pengalaman, hingga merencanakan berbagai program bersama di masa mendatang.


Berangkat dari semangat tersebut, Wargi Threads Bogor menargetkan penyelenggaraan berbagai kegiatan secara rutin, baik secara online maupun offline. Fokusnya tidak hanya membangun jejaring antaranggota, tetapi juga memberikan dukungan bagi UMKM, kreator lokal, serta komunitas-komunitas yang berkembang di Bogor.


Dukungan dari berbagai pihak turut mewarnai kesuksesan acara perdana ini, di antaranya dari Esteh Indonesia, Kahf, dan Sepatu Bekas Bogor yang ikut mendukung terselenggaranya THREADS IRL 2026.


Bagi para peserta, acara ini menjadi bukti bahwa media sosial tidak hanya menjadi tempat berbagi cerita dan opini, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk membangun hubungan yang lebih bermakna. Dari layar ponsel menuju pertemuan nyata, Wargi Threads Bogor membuka babak baru komunitas digital yang tumbuh menjadi gerakan kolaboratif di Kota Hujan.


Deklarasi ini pun menjadi langkah awal penguatan komunitas Threads di Bogor, sekaligus menegaskan bahwa koneksi digital dapat berkembang menjadi ekosistem yang produktif, saling mendukung, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Petani Ditemukan Meninggal di Sawah Desa Geblug saat Dijemput Cucunya

 


Majalahceo.com  | Kebumen – Seorang petani bernama Hadimarsono, 68 tahun, warga Desa Wonodadi, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Blok Siwaru, Desa Geblug, Kecamatan Buayan, Rabu, 3 Juni 2026.


Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di lahan sawah miliknya sekitar pukul 17.15 WIB. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh cucunya yang datang menyusul ke sawah karena korban tidak kunjung pulang ke rumah hingga sore hari.


Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB untuk mengurus tanaman padi di sawah yang berada di wilayah Desa Geblug.


"Korban memiliki kebiasaan pulang ke rumah pada siang hari untuk makan dan beristirahat. Namun hingga pukul 16.00 WIB korban belum kembali, sehingga cucunya berinisiatif menyusul ke sawah," ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.


Saat tiba di lokasi sekitar pukul 17.15 WIB, cucu korban mendapati kakeknya sudah tergeletak di area persawahan. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga dan perangkat desa setempat sebelum diteruskan ke Polsek Buayan.


Mendapat laporan tersebut, Tim Inafis Polres Kebumen bersama personel Polsek Buayan, petugas Puskesmas Buayan, serta pemerintah desa terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.


Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang milik korban di sekitar lokasi, antara lain caping, ember, gayung, alat semprot listrik, serta karung berisi bekal makanan, minuman, sandal, dan obat tanaman. Petugas juga menemukan uang tunai sebesar Rp80 ribu di saku celana korban.


Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di lokasi kejadian. Tidak terdapat ceceran darah maupun indikasi tindak pidana lainnya di sekitar tempat korban ditemukan.


Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari enam jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Petugas medis menemukan tanda-tanda kaku mayat dan lebam mayat, namun tidak menemukan luka akibat benda tajam, benda tumpul, maupun bekas jeratan pada tubuh korban.


Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit. Meski demikian, penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan karena pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi.


"Keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Pihak keluarga juga meminta agar jenazah segera dimakamkan," kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.


Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. 


(Humas Polres Kebumen)

Dukung Ketersediaan Pangan Bergizi, Gus Imam Pastikan Stok Minyak dan Susu di Koperasi Pendowo 08 Aman

 
Majalahceo com | Sukoharjo – Ketua Umum Pendowo 08 Indonesia, Gus Imam, melaksanakan inspeksi mendadak (SIDAK) ke kantor sekaligus gudang Koperasi Pendowo 08 Indonesia, yang beralamat di Jalan Raya Gawok, Kelurahan Kluyom Bake, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, pada Rabu (3/6/2026). Peninjauan ini dilakukan guna memverifikasi ketersediaan, keamanan, dan kualitas stok minyak goreng serta susu, sebagai langkah nyata mendukung kelancaran program strategis pemerintah, yaitu Dapur Makan Bergizi Gratis (Dapur MBG), khususnya di wilayah Jawa Tengah.
 
Bersama jajaran pengurus dan manajemen koperasi, Gus Imam meneliti langsung lokasi penyimpanan, memeriksa catatan persediaan, memastikan masa berlaku barang, hingga meninjau skema distribusi yang telah disusun. Hasil pengecekan di lapangan memastikan seluruh pasokan bahan pangan pokok tersebut dalam kondisi terjaga, tersedia dalam jumlah memadai, dan siap disalurkan ke berbagai titik pelayanan program MBG di kabupaten maupun kota se-Jawa Tengah.
 
“Kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan kesiapan Koperasi Pendowo 08 selaku mitra penyaluran pemerintah. Hari ini kami fokuskan pemeriksaan pada minyak goreng dan susu, dua komoditas utama penyusun menu gizi seimbang. Alhamdulillah, stok terdata aman, melimpah, dan tertib administrasi. Tidak ditemukan indikasi penimbunan, penurunan kualitas, maupun ketidaksesuaian pencatatan data,” ujar Gus Imam saat ditemui di lokasi kegiatan.
 
Menurut Gus Imam, keberadaan koperasi memegang peran sentral dalam menjaga keberlanjutan rantai pasok program strategis nasional tersebut. Sebagai organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, Pendowo 08 menegaskan komitmen penuh untuk menjamin kelancaran suplai, sehingga tujuan utama program—menghadirkan akses pangan bergizi bagi seluruh elemen masyarakat—dapat terwujud secara maksimal.
 
“Pendowo 08 berikrar mendukung penuh keberhasilan program nasional ini. Kami tidak hanya berperan sebagai penyalur barang, namun juga menjamin ketersediaan yang berkesinambungan, standar kualitas yang terjaga, serta harga yang terjangkau. Pemerintah telah merancang program besar demi perbaikan gizi bangsa, maka sudah menjadi kewajiban kami selaku pelaksana di daerah untuk memastikan pelayanan berjalan efektif, tepat waktu, dan tepat sasaran,” tegasnya.
 
Lebih lanjut, Gus Imam juga menggarisbawahi pentingnya sistem pengawasan berjenjang dan berkelanjutan guna mencegah potensi penyimpangan. Ia meminta seluruh pengurus dan tenaga kerja koperasi bekerja berlandaskan integritas tinggi, mengingat Dapur MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia jangka panjang.
 
“Pemeriksaan semacam ini akan kami laksanakan secara rutin dan mendadak. Kami bertekad menjadikan Koperasi Pendowo 08 sebagai model pelayanan publik yang andal, transparan, dan dipercaya masyarakat. Kami siap menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pangan bergizi di Jawa Tengah, demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan tangguh,” tambahnya.
 
Di penghujung kegiatan, Gus Imam menyampaikan harapannya agar kerja sama yang erat antara organisasi, koperasi, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin dan diperkuat. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk mempercepat pemerataan akses pangan bergizi, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah dalam rangka mendukung pembangunan nasional.
 
Sumber: Ketua Umum Pendowo 08
(Tim/Red)


Priyo Tegaskan Ririn Tersangka Tunggal, Dan Priyo Putus dari pengacara TN


Majalahceo.com
| Bandung,
-Kejelasan arah penanganan kasus pembunuhan tragis yang menimpa satu keluarga di Indramayu akhirnya kembali ditegaskan oleh Priyo Bagus Setiawan. Pernyataan ini dikeluarkan guna meluruskan berbagai spekulasi dan simpang siur informasi yang berkembang liar di tengah masyarakat.


Priyo memberikan pernyataan kunci mengenai status hukum pelaku serta status hubungan hukumnya dengan sang kuasa hukum. Ia menyatakan dengan tegas bahwa tersangka utama dalam kasus yang merenggut nyawa satu keluarga tersebut tetaplah Ririn Rifanto.


"Tersangka utama tetap Ririn Rifanto. Tidak ada nama tersangka lain yang disebutkan atau dikaitkan oleh advokat Toni RM dalam perkara ini," ujar Priyo, sekaligus menepis isu adanya tersangka baru, Rabu (3/6/2026)


Putus Kerja Sama dengan Advokat Toni RM

Selain memperjelas status tersangka, perkembangan signifikan juga terjadi di lini pembelaan. Priyo Bagus Setiawan mengonfirmasi bahwa saat ini dirinya sudah tidak lagi memakai jasa Toni RM sebagai pengacaranya.


Meski kerja sama hukum di antara keduanya telah resmi berakhir, Priyo memastikan bahwa hal tersebut sama sekali tidak akan mengubah substansi perkara yang sedang berjalan.


Proses hukum dipastikan akan tetap melaju demi mengungkap tuntas tragedi kemanusiaan ini. Ririn Rifanto tetap menjadi figur sentral   yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara penuh di hadapan hukum.***

POLSEK CIKALONGWETAN BERSAMA BIRO SDM POLDA JABAR SALURKAN BANTUAN PERTANIAN DAN SEMBAKO KEPADA POKTAN KIWARI DESA RENDE


Majalahceo.com
| Bandung Barat
– Sebagai wujud kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat serta dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Polsek Cikalongwetan bersama Biro SDM Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan silaturahmi dan bakti sosial kepada Kelompok Tani (Poktan) Kiwari di Balai Kelompok Tani Kiwari, Kampung Pinang Siang RW 13, Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (3/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabag Binkar Ro SDM Polda Jabar AKBP Candra Sasongko, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kasubag Pangkat Ro SDM Polda Jabar AKP Aep Sapulloh, Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., personel Biro SDM Polda Jabar, Bakomsus Pertanian Polda Jabar, Kanit Binmas beserta seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Cikalongwetan, serta Ketua Poktan Kiwari Iday Setiawan bersama 36 anggota kelompok tani.


Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polda Jabar dan Polsek Cikalongwetan melaksanakan dialog dan silaturahmi bersama para petani untuk mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan lahan pertanian. Selain itu, diberikan pula bantuan sosial berupa 80 kilogram bibit jagung BISI-18, 100 karung pupuk organik merek Pak Bhabin, 36 paket sembako, serta uang saku bagi anggota kelompok tani.



Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M. mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.


"Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang siap mendukung berbagai program pembangunan, termasuk dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," ujar AKP Deden Indrajaya.


Ia menambahkan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah, dan kelompok tani perlu terus diperkuat agar berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan secara optimal.


"Melalui kegiatan silaturahmi seperti ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat. Kami juga ingin mengetahui secara langsung berbagai kebutuhan maupun kendala yang dihadapi para petani sehingga ke depan dapat dicarikan solusi bersama melalui kolaborasi berbagai pihak," tambahnya.


Selain memberikan bantuan, jajaran Polri juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan. Masyarakat juga diajak untuk terus memperkuat semangat gotong royong serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.


Sementara itu, para anggota Poktan Kiwari menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Polda Jawa Barat dan Polsek Cikalongwetan. Bantuan yang diterima diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil pertanian sekaligus meringankan kebutuhan para anggota kelompok tani.


Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan kebersamaan. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin kuat, sehingga bersama-sama dapat mendukung terwujudnya ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, serta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Cikalongwetan.***

Dansatgas Citarum Harum: Penanganan Banjir DAS Citarum Harus Dilakukan Secara Terpadu dan Berkelanjutan

 


Majalahceo.com, | Kabupaten Bandung, 3 Juni 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Citarum Harum serta percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Satgas Citarum Harum menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Banjir DAS Citarum dan Permasalahan Sampah di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Moh. Toha Kodim 0624/Kabupaten Bandung dan dihadiri oleh unsur TNI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.


Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam menghadapi persoalan banjir yang masih kerap terjadi di wilayah Bandung Raya, khususnya yang berada di kawasan DAS Citarum.


Kegiatan diawali pada pukul 08.15 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Dandim 0624/Kabupaten Bandung selaku tuan rumah. Selanjutnya, Bupati Bandung menyampaikan arah kebijakan dan strategi penanganan banjir di wilayah Kabupaten Bandung, sedangkan Wali Kota Bandung memaparkan berbagai upaya dan kebijakan penanganan banjir yang telah dan akan dilaksanakan di wilayah Kota Bandung.


Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Citarum Harum, Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, S.H., menyampaikan paparan mengenai peran dan tugas Satgas Citarum Harum dalam mendukung upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum. Menurutnya, persoalan banjir yang terjadi di wilayah Bandung Raya tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan yang menyeluruh dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.



“Penanganan banjir di kawasan DAS Citarum memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, dan masyarakat. Semua pihak harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kelestarian sungai dan lingkungan,” ujar Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, S.H.


Dansatgas menjelaskan bahwa Satgas Citarum Harum selama ini terus melaksanakan berbagai program di lapangan, mulai dari pengawasan wilayah DAS, pembersihan sungai, normalisasi aliran air, penanganan sampah, penghijauan kawasan kritis, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.


Menurutnya, salah satu faktor yang masih menjadi tantangan dalam penanganan banjir adalah tingginya volume sampah yang masuk ke aliran sungai dan saluran air. Kondisi tersebut mengakibatkan terganggunya fungsi drainase dan berkurangnya kapasitas sungai dalam menampung debit air saat musim hujan.


“Kami terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.



 Permasalahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Apabila kesadaran masyarakat meningkat, maka upaya pengendalian banjir juga akan lebih efektif,” tegasnya.


Selain itu, Dansatgas juga memaparkan kondisi banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bandung dan kawasan sekitar DAS Citarum. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat beberapa titik yang masih memerlukan penanganan khusus melalui peningkatan infrastruktur pengendali banjir, perbaikan sistem drainase, serta penguatan koordinasi lintas sektor.


Dalam paparannya, Kolonel Yanto menekankan pentingnya percepatan sinergi lintas sektoral sebagai bagian dari implementasi Program Citarum Harum. Ia menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada koordinasi yang baik antarinstansi sehingga setiap program yang dijalankan dapat saling mendukung dan memberikan hasil yang optimal.



“Satgas Citarum Harum hadir sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan DAS Citarum. Oleh karena itu, kami berharap seluruh stakeholder dapat terus meningkatkan kolaborasi, baik dalam penanganan banjir, pengelolaan sampah, konservasi lingkungan, maupun pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran,” katanya.


Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Aster Kasdam III/Siliwangi, Dandim 0618/Kota Bandung, para Dansektor Satgas Citarum Harum, pejabat Korem 062/Tarumanagara, Kasiter Korem 062/Tarumanagara, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, serta sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


Dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat.


Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung diwakili oleh Wali Kota Bandung bersama jajaran, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, serta Kepala BPBD Kota Bandung.


Melalui rapat koordinasi ini, seluruh peserta berkomitmen untuk memperkuat langkah bersama dalam penanganan banjir dan pengelolaan lingkungan di kawasan DAS Citarum. Diharapkan sinergi yang terbangun dapat mempercepat terwujudnya DAS Citarum yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan Program Citarum Harum.***

‎RAKERNIS FUNGSI KEUANGAN POLDA JABAR T.A. 2026 RESMI DIBUKA KAPOLDA JABAR, 16 SATKER TERIMA PENGHARGAAN KAPOLRI ATAS CAPAIAN IKPA SEMPURNA


Majalahceo.com | Bandung
,-Polda Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan Tahun Anggaran 2026 pada Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti oleh para PJU Polda Jabar, Kapolres Jajaran, para  Kasubbagrenmin, Kabagren dan Bendahara Pengeluaran jajaran Polda Jabar. Acara  tersebut secara resmi dibuka oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H.

‎Dalam sambutannya, Kapolda Jabar menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil guna mendukung pelaksanaan tugas Polri yang Presisi. Rakernis ini menjadi sarana evaluasi, penyamaan persepsi, serta peningkatan kompetensi personel fungsi keuangan dalam menghadapi tantangan pengelolaan anggaran yang semakin dinamis.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Piagam Penghargaan Kapolri kepada satuan kerja yang berhasil meraih Capaian Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Sempurna. Penghargaan diserahkan langsung kepada para Kepala Satuan Kerja sebagai bentuk apresiasi atas kinerja terbaik dalam pengelolaan anggaran negara secara efektif, efisien, dan sesuai ketentuan.


‎Adapun penerima penghargaan berdasarkan kategori pagu adalah sebagai berikut:

‎Kategori Pagu Besar

‎* Polresta Bandung

‎* RS Bhayangkara TK II Sartika Asih

‎Kategori Pagu Sedang

‎* Polres Indramayu

‎* Polres Subang

‎* Polres Cimahi

‎* Polres Sumedang

‎* Polres Cianjur

‎* Polres Sukabumi

‎* Polres Ciamis

‎* Polres Tasikmalaya Kota

‎* Polres Majalengka

‎* Polres Kuningan

‎* Polres Sukabumi Kota

‎* Polres Banjar

‎* Ditpamobvit Polda Jabar

‎Kategori Pagu Kecil

‎* Itwasda Polda Jabar


"‎Melalui penghargaan tersebut diharapkan seluruh satker jajaran Polda Jawa Barat terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara optimal serta mewujudkan tata kelola keuangan yang semakin akuntabel dan berintegritas." ujar Kapolda Jabar, Rabu (3/6/2026)

‎Rakernis Fungsi Keuangan Polda Jabar Tahun Anggaran 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme pengelola keuangan, serta mendorong tercapainya kinerja organisasi yang unggul dalam mendukung terwujudnya Polri yang Presisi.***


‎Mantan Kades Cipancar Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp, 653 Juta ‎


Majalahceo.com  | Bandung,-Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Satreskrim Polres Garut berhasil menuntaskan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2022 dan Tahun Anggaran 2023 di Desa Cipancar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Dalam kasus tersebut, mantan Kepala Desa Cipancar berinisial YS telah ditetapkan sebagai tersangka. Rabu (3/6/2026).

‎Kasus ini bermula dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/9/IX/2025/SPKT.SATRESKRIM/POLRES GARUT/POLDA JAWA BARAT tanggal 1 September 2025. Dugaan tindak pidana korupsi tersebut terjadi dalam pengelolaan dan penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 (Tahap I, II dan III) serta Tahun Anggaran 2023 (Tahap I).

‎Kasat Reskrim AKP Joko Prihatin,  mengatakan berdasarkan hasil penyidikan, tersangka YS yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Cipancar sekaligus penanggung jawab pengelolaan Dana Desa diduga tidak melaksanakan penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam APBDes Desa Cipancar Tahun Anggaran 2022 dan 2023. Akibat perbuatannya, diduga terjadi penyalahgunaan kewenangan dan perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian keuangan negara.

‎Dalam proses penyidikan, Satreskrim Polres Garut telah memeriksa sebanyak 54 orang saksi dari berbagai unsur, di antaranya perangkat Desa Cipancar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), pihak kecamatan, hingga pihak perbankan.

‎“Dari hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) yang dilakukan Inspektorat Daerah Kabupaten Garut menyebutkan adanya kerugian negara sebesar Rp653.562.688 (enam ratus lima puluh tiga juta lima ratus enam puluh dua ribu enam ratus delapan delapan rupiah). Selain itu, kami juga meminta keterangan ahli dari Inspektorat Daerah Kabupaten Garut dan ahli hukum pidana guna memperkuat pembuktian perkara.” Ujar AKP Joko.

‎Dari hasil penyidikan, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen APBDes, dokumen perencanaan dan pelaksanaan kegiatan desa, mutasi rekening desa, laporan realisasi anggaran, hingga sejumlah kwitansi yang diduga berkaitan dengan penggunaan Dana Desa untuk kepentingan pribadi tersangka.

‎“Jadi dana tersebut yang seharusnya dipergunakan untuk perbaikan pos yandu dan infrastruktur desa digunakan secara pribadi untuk membayar hutang-hutang tersangka, saat ini pelaku sudah ditahan untuk ditindak lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tambah AKP Joko.

‎Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, dengan ancaman hukum penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.***


Raya Arundaya, Siswi MAN 1 Palu, Raih Gelar Putri Adipura Sulawesi Tengah 2026 & Siap Melaju ke Tingkat Nasional

 

Palu – Prestasi membanggakan diraih oleh Arundaya Arman Suyadi, atau yang akrab disapa Raya, siswi MAN 1 Palu, setelah berhasil meraih gelar Putri Adipura Sulawesi Tengah 2026. Ajang tersebut merupakan kompetisi yang berfokus pada peningkatan kesadaran generasi muda terhadap kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta gagasan dan solusi inovatif untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.


Lahir di Palu pada 8 Juni 2009, Raya dikenal sebagai pelajar yang aktif dan berprestasi. Selain mengikuti berbagai organisasi sekolah dan kegiatan lingkungan, ia juga kerap dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) dalam berbagai acara sekolah. Kemampuan berbicara di depan umum yang dimilikinya menjadi salah satu modal penting dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi yang menjadi bagian dari perjalanan menuju gelar Putri Adipura Sulawesi Tengah 2026.


Perjalanan Raya hingga meraih gelar tersebut tidaklah instan. Ia berangkat sebagai utusan resmi dari sekolahnya dan mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah maupun keluarga.


"Saya bersyukur bisa sampai di titik ini. Dukungan dari sekolah, orang tua, teman-teman, dan semua pihak menjadi motivasi terbesar saya untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik," ujar Raya kepada wartawan, Selasa (2/06).


Menurut Raya, ajang Putra Putri Adipura bukan sekadar kompetisi kecantikan atau prestasi pribadi, melainkan wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan nyata dalam menjaga lingkungan.


"Ajang ini mengajarkan saya bahwa anak muda juga memiliki peran besar dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kita bisa memulai dari hal sederhana seperti mengurangi sampah, memilah sampah dari rumah, hingga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar," katanya.


Raya mengaku bangga menjadi bagian dari Sulawesi Tengah, daerah yang memiliki kekayaan alam luar biasa serta masyarakat yang memiliki semangat gotong royong yang kuat.


"Saya bangga dengan Sulawesi Tengah karena memiliki alam yang indah dan budaya yang beragam. Potensi ini harus kita jaga bersama, salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan," tambahnya.


Kebanggaan juga dirasakan oleh kedua orang tua Raya, Arman Suyadi dan Putri Adelia Dinata. Mereka menilai pencapaian putrinya merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat untuk terus belajar.


"Kami sangat bangga dan akan terus mendukung Raya. Ini adalah kegiatan yang positif dan memberikan banyak manfaat, baik untuk pengembangan diri maupun kontribusi kepada masyarakat," ungkap keluarga Raya.


Prestasi ini menjadi langkah awal yang lebih besar bagi Raya. Pada bulan Agustus 2026 ini, ia akan mewakili Sulawesi Tengah dalam ajang Putra Putri Adipura Indonesia 2026, membawa nama daerah sekaligus mengusung kampanye kepedulian lingkungan ke tingkat nasional.


Selain aktif dalam kegiatan lingkungan, Raya juga memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran. Baginya, keterlibatan dalam ajang Putra Putri Adipura menjadi salah satu pengalaman berharga yang dapat membuka peluang lebih luas untuk mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.


Dengan semangat dan dedikasinya, Raya berharap dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani berprestasi, peduli terhadap lingkungan, dan terus berkontribusi bagi daerah serta bangsa. ( Ys)

Raih WTP Laporan Keuangan Pemerintah Daerah pertama Pemerintahan Muhammad Yusuf Ritangnga -Andi Tenri Liwang

 


MAJALAH CRO - ENREKANG -Pemerintahan Kabupaten Enrekang akhirnya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2025.


Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK dilakukan Selasa, 2 Juni 2026 kepada ketua DPRD Kab. Enrekang Ikrar Eran Batu dan  Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga.


Keberhasilan meraih opini WTP yang pertama dalam pemerintahan yang dipimpin Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga dan Wakil Bupati Andi Tenri Liwang La Tinro , dinilai menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Enrekang dalam membenahi tata kelola keuangan daerah yang  transparan, akuntabel, efektif dan efisien.


Keberhasilan tersebut menjadi momentum  sangat penting bagi Pemkab Enrekang setelah tahun kemarin hanya memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).


Capaian WTP yang diraih Kabupaten Enrekang tidak terlepas dari sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mengawal penyusunan serta pelaporan keuangan daerah. WTP menjadi semangat dan energi untuk bekerja keras, ditengah kondisi fiskal daerah yang sedang tidak baik.


Pemeriksaan BPK yang memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan pemerintah daerah, mengacu pada empat kriteria utama, yakni kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI).(*Atta)

Polisi Berhasil Tangkap Pemerkosa dan Curas di Bandung


Majalahceo.com
| Bandung
,-Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi, S.I.K. melalui Wakapolrestabes Bandung AKBP Dr. Dedi Wahyudi, S.Sos., S.I.K., M.H., M.I.K. didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan press release kasus tindak pidana pemerkosaan dan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polrestabes Bandung dengan mengamankan seorang tersangka berinisial RP.


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari dua laporan polisi yang diterima Polrestabes Bandung terkait dugaan tindak pidana pemerkosaan dan pencurian dengan kekerasan terhadap korban perempuan di lokasi dan waktu yang berbeda pada bulan Mei 2026.


"Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diketahui melakukan aksinya dengan cara membuntuti korban perempuan yang sedang berkendara seorang diri, kemudian membawa korban ke lokasi sepi dengan menggunakan ancaman senjata tajam berupa pisau. Setelah menguasai korban, tersangka melakukan tindak pidana persetubuhan secara paksa dan mengambil barang-barang berharga milik korban berupa telepon seluler, uang tunai maupun uang yang ditransfer ke rekening milik tersangka." ujar Kombes Hendra, Selasa (2/6/2026)


Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polrestabes Bandung, petugas berhasil mengamankan tersangka berikut sejumlah barang bukti berupa dua unit telepon seluler milik korban, satu unit sepeda motor yang digunakan tersangka saat beraksi, satu bilah pisau serta pakaian yang digunakan tersangka pada saat melakukan tindak pidana.


Diketahui tersangka merupakan residivis kasus pencurian dan baru bebas pada bulan April 2026. Saat ini tersangka telah dilakukan penangkapan dan penahanan guna menjalani proses hukum lebih lanjut.


Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik telah melakukan visum terhadap para korban, memeriksa saksi-saksi, melakukan penyitaan barang bukti serta melaksanakan serangkaian proses penyidikan untuk melengkapi berkas perkara yang selanjutnya akan dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 473 dan/atau Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait tindak pidana pemerkosaan dan pencurian dengan kekerasan.


Kapolrestabes Bandung menegaskan bahwa Polrestabes Bandung berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk tindak pidana kekerasan, khususnya yang menyasar perempuan dan kelompok rentan, guna memberikan rasa aman serta perlindungan kepada masyarakat.



Kurang dari 1x24 Jam, Polisi Berhasil Ungkap Kasus Curat dan Amankan Dua Pelaku ,


Majalahceo.com
|  Bandung
,-Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polresta Bandung. Unit Reskrim Polsek Cimenyan berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dan mengamankan dua orang terduga pelaku kurang dari 1x24 jam setelah laporan diterima.


Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Cimenyan Kompol Deni Rusnandar, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait pencurian yang terjadi di Kampung Waas RT 004 RW 006 Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, pada Senin (01/06/2026).


Peristiwa pencurian diketahui korban sekitar pukul 07.00 WIB sepulang dari pasar. Saat tiba di rumah, korban menemukan jendela rumah dalam kondisi rusak diduga akibat dicongkel, sementara satu unit sepeda motor Yamaha Vega R New dan satu unit bor impact telah hilang. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materi sekitar Rp5 juta.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Cimenyan yang dipimpin Kanit Reskrim IPTU Agus Bhirawanto, S.H., M.H., segera melakukan serangkaian penyelidikan mulai dari cek tempat kejadian perkara, pengumpulan alat bukti, pencarian CCTV hingga pelacakan terhadap terduga pelaku.


“Hasil penyelidikan mengarah kepada dua orang terduga pelaku. Pada hari yang sama sekitar pukul 20.57 WIB atau kurang dari 1x24 jam setelah kejadian diketahui, anggota berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku berikut barang bukti di wilayah Kampung Pancurendang, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan,” ujar Kompol Deni, Selasa (2/6/2026)


Dua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial GR (26) dan MAR (19). Dari tangan para pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor, satu buku BPKB kendaraan, serta alat yang diduga digunakan untuk melakukan aksi pencurian.


Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan di Polsek Cimenyan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pelaku dalam tindak pidana serupa di wilayah lain.


“Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila mengetahui adanya tindak pidana maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar,” pungkasnya.



Dansat Brimob Polda Jabar Tekankan Kesiapsiagaan dan Profesionalisme Personel


Majalahceo.com
| Bandung
,-Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta menyatukan persepsi pelaksanaan tugas ke depan, anggota Satuan Brimob Polda Jawa Barat melaksanakan apel pagi gabungan yang bertempat di Lapangan Boma Satbrimob Polda Jabar, Jl. Kolonel Ahmad Syam, Kecamatan Jatinangor.Selasa (2/6/2026)


Apel pagi gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Jabar, Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han., dan diikuti oleh para Pejabat Utama Satbrimob Polda Jabar, Danden Gegana, Danyon A Pelopor, personel Staf Satbrimob, Detasemen Gegana, serta anggota Batalyon A Pelopor.


Dalam arahannya, Dansat Brimob Polda Jabar menekankan pentingnya kesiapan personel dalam menghadapi berbagai dinamika tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Jawa Barat. Beliau mengingatkan seluruh anggota untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, loyalitas, serta kemampuan individu maupun satuan guna mendukung pelaksanaan tugas yang semakin kompleks.


Selain membahas rencana dan kesiapan pelaksanaan tugas ke depan, apel pagi gabungan juga menjadi sarana untuk memperkuat soliditas, komunikasi, serta sinergitas antar personel di lingkungan Satbrimob Polda Jabar.


Pada kesempatan tersebut, Kombes Pol. Zuhdi Batubara menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh anggota atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian selama ini.


"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satbrimob Polda Jabar yang telah menunjukkan dedikasi, semangat dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas. Keberhasilan satuan adalah hasil kerja keras dan kekompakan seluruh anggota. Pertahankan semangat pengabdian, tingkatkan profesionalisme, serta terus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat Jawa Barat," ujar Kombes Pol. Zuhdi Batubara.


Dansat Brimob Polda Jabar juga memberikan motivasi kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga semangat juang dan kebanggaan sebagai anggota Korps Brimob Polri.


"Jadilah anggota Brimob yang tangguh dalam menghadapi tantangan, ikhlas dalam pengabdian, serta profesional dalam bertugas. Jangan pernah lelah untuk berbuat yang terbaik bagi institusi, bangsa dan negara. Tetap rendah hati saat dipuji, tetap kuat saat diuji & tetap setia sampai akhir. karena brimob sejati tidak pernah berkhianat."


Di akhir kegiatan, seluruh peserta apel mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Apel pagi gabungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen seluruh personel Satbrimob Polda Jabar untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Jawa Barat.***

Selasa, 02 Juni 2026

Dansektor 2 Hadiri Paparan Capaian Triwulan, Satgas Citarum Harum Dalam Memperkuat Sinergi Penanganan Sampah dan Limbah di DAS Citarum

 


Majalahceo.com | Bandung – Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum kembali melaksanakan kegiatan pemaparan laporan triwulan sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan program penataan serta pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Kegiatan tersebut berlangsung dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah pusat, daerah, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam program Citarum Harum.


Dansektor 2 Citarum Harum, Kolonel Infanteri Dwi Kristiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme pelaporan rutin yang dilakukan Satgas Citarum Harum guna mengevaluasi capaian, kendala, dan langkah strategis yang akan dilakukan pada periode berikutnya.


Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Dansatgas Citarum Harum Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, perwakilan Aster Kasdam III/Siliwangi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, perwakilan DLH kabupaten/kota, para bupati dan wali kota, serta para camat yang wilayahnya berada di sepanjang aliran Sungai Citarum.



Dalam paparannya, Dansatgas Citarum Harum Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto menyampaikan berbagai kegiatan dan capaian yang telah dilaksanakan oleh seluruh sektor Satgas Citarum Harum.


 Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pembersihan sungai, tetapi juga mencakup upaya pencegahan pencemaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat, pengawasan terhadap limbah industri, penanganan sampah domestik, hingga penertiban dan pembersihan tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.


Selain itu, Satgas Citarum Harum juga terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pembinaan dan sosialisasi di tingkat desa, kelurahan, hingga komunitas masyarakat.


“Permasalahan sampah dan limbah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah atau Satgas semata. Diperlukan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik sejak dari rumah tangga sehingga tidak berakhir mencemari sungai dan lingkungan,” ungkap Dansatgas dalam paparannya.


Pada kesempatan tersebut juga disampaikan hasil-hasil kegiatan lapangan yang telah dilaksanakan oleh sektor-sektor Satgas Citarum Harum, meliputi pembersihan sampah di bantaran dan badan sungai, pengawasan terhadap aktivitas industri yang berpotensi menimbulkan pencemaran, penataan lingkungan, penghijauan, serta pendampingan kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah dan limbah.


Kegiatan evaluasi triwulan ini menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam mendukung keberhasilan Program Citarum Harum. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya berada di DAS Citarum diharapkan dapat terus meningkatkan kolaborasi dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas air Sungai Citarum.


Wilayah yang menjadi perhatian utama dalam program ini meliputi kawasan Bandung Raya, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Daerah-daerah tersebut memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program pemulihan DAS Citarum karena berada di sepanjang aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat Jawa Barat.


Melalui kegiatan evaluasi dan pelaporan triwulan ini, Satgas Citarum Harum menegaskan komitmennya untuk terus bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Sungai Citarum yang bersih, sehat, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.***

KESEHATAN

NASIONAL

HUKUM

POLITIK

BISNIS

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved