-->

NASIONAL

INGIN CARI PROPERTY,DI ZAINT PROJECT AJA

TNI-POLRI

SOSIAL

HUKUM

ORGANISASI

Minggu, 17 Mei 2026

Peresmian 531 KDKMP di Wilayah Kodam IV Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa


Majalahceo.com
| Boyolali — Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menghadiri acara peresmian serentak Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara daring melalui konferensi video bersama Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto. Kegiatan strategis jajaran Kodam IV/Diponegoro ini dipusatkan di Gerai KDKMP Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (16/5/2026).


Secara nasional, upacara peresmian tersebut berpusat langsung di KDKMP Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Sementara itu, untuk wilayah teritorial Kodam IV/Diponegoro, program ini tersebar di delapan Kodim jajaran dengan total mencapai 531 titik KDKMP yang diresmikan secara serentak.


Acara di titik pusat Boyolali tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Sumanto, S.H., Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto, S.H., M.H., serta Komandan Lanud Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han. Turut hadir mendampingi Pangdam, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han., Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., Bupati Boyolali Agus Irawan, serta jajaran unsur Forkopimda setempat.


Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahap awal ini diresmikan 1.061 kedai KDKMP di seluruh Indonesia, dengan target mencapai 30.000 gerai dalam setahun ke depan. Program ini merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi masyarakat bawah, termasuk petani, pedagang, dan pelaku UMKM.


Melalui arahannya secara daring, Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan berbasis desa. Koperasi diharapkan menjadi wadah yang mandiri, berdaya saing, dan dikelola secara profesional, transparan, serta akuntabel agar mampu meraih kepercayaan penuh dari masyarakat secara berkelanjutan.


Lebih lanjut, Kepala Negara mendorong koperasi desa untuk bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi warga melalui pengembangan sektor pertanian, jalur distribusi kebutuhan pokok, serta usaha produktif lainnya. Dengan landasan semangat gotong royong dan kebersamaan, pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan serta penguatan program pemberdayaan agar koperasi desa mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat bawah.


Selain di Desa Kragilan pendampingan langsung dari para Pejabat Utama Kodam IV/Diponegoro juga dilaksanakan di beberapa wilayah jajaran Kodim lainnya. Di wilayah Kodim 0705/Magelang, pemantauan dipimpin langsung oleh Kasdam IV/Diponegoro di Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, serta Danrem 072/Pamungkas di KDKMP Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.


Sementara itu, di wilayah Kodim 0723/Klaten, kegiatan pengawasan dihadiri oleh Irdam IV/Diponegoro yang bertempat di KDKMP Desa Socongkansi, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Serta di wilayah Kodim 0726/Sukoharjo, peninjauan gerai dipimpin oleh Kapok Sahli Pangdam IV/Diponegoro di KDKMP Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. (Pendam IV/Diponegoro)****

Sabtu, 16 Mei 2026

Kapolda Jabar Dorong Petani Lepas dari Tengkulak dalam Panen Raya Jagung di Indramayu


Majalahceo.com
| Bandung- Kapolda Jawa Barat Irjen Pol.  Rudi Setiawan menegaskan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang sehat dan berkeadilan guna meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Jawa Barat.


Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di kawasan PT Uniteda Arkato, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026).


Menurut Kapolda Jabar salah satu tantangan utama yang masih dihadapi petani saat ini adalah panjangnya rantai distribusi hasil pertanian yang menyebabkan nilai ekonomi di tingkat petani belum optimal.


“Salah satu tantangan yang akan kita hadapi adalah rantai distribusi yang masih terlalu panjang. Ke depan kita harus mendorong dan memutus rantai tengkulak,” kata Irjen Pol Rudi Setiawan.


Ia menjelaskan, Polda Jabar saat ini tidak hanya fokus pada proses penanaman, tetapi juga membangun sistem pendampingan menyeluruh mulai dari pembiayaan, pengelolaan, hingga penyerapan hasil panen.


“Dengan ekosistem tertutup yang lebih adil dan terintegrasi, petani tidak hanya dibantu saat tanam, tetapi juga didampingi sampai hasil panen terserap,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, Polda Jabar bersama BRI dan Primkopol Polri juga menyerahkan bantuan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani binaan.


Kapolda Jabar  menyebut, dari total 1.186 petani yang diajukan menerima pembiayaan, sebanyak 528 petani telah memperoleh akses KUR dengan nilai mencapai Rp23,7 juta.


Selain itu, sekitar 100 petani juga mendapatkan bantuan sarana produksi pertanian dari Primkopol Polri berupa alat mesin pertanian, pupuk, dan kebutuhan lainnya.


“Akses pembiayaan yang baik dan pendampingan yang konsisten akan melahirkan ekosistem pertanian modern yang memberikan kesejahteraan kepada petani,” tutur Kapolda Jabar.


Program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Jabar sendiri telah mencakup pengelolaan lahan jagung seluas 12.000 hektare bekerja sama dengan Perhutani dan sejumlah pihak lainnya.


Dari 1.400 hektare lahan yang dikelola kelompok tani binaan, produksi jagung telah mencapai 5.560 ton yang sudah terserap dan disalurkan kembali ke masyarakat. Sementara sekitar 7.000 ton lainnya masih dalam tahap penyimpanan.


Kapolda Jabar  juga mengungkapkan bahwa gudang Bulog di wilayah Subang dan Indramayu telah terisi 100 persen, bahkan Polda Jabar telah mendirikan dua gudang tambahan untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil panen.


Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten, Bulog, Perhutani, BRI, serta sekitar 50 kelompok tani.***



Kapolda Jabar Tegaskan Polri Hadir dari Hulu hingga Hilir dalam Program Ketahanan Pangan


Majalahceo.com
| Bandung -Kepolisian Republik Indonesia terus memperkuat keterlibatannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal itu terlihat dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di kawasan PT Uniteda Arkato, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan dan diikuti unsur pemerintah daerah, Perhutani, Bulog, BRI, Forkopimda, serta puluhan kelompok tani.


Selain panen raya, kegiatan juga dirangkaikan dengan groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri dan launching operasional 166 SPPG Polri secara virtual bersama Presiden RI dan Kapolri.


Dalam sambutannya, Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga hadir mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pangan.


“Kegiatan ketahanan pangan ini merupakan wujud nyata sinergi seluruh pihak untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus mendukung program Presiden Republik Indonesia,” ujar Kapolda Jabar.


Ia menjelaskan bahwa program yang dijalankan Polda Jabar telah berhasil mengoptimalkan lahan jagung seluas 12.000 hektare atau sekitar 41,6 persen dari total potensi lahan 30.000 hektare yang tersedia melalui kerja sama dengan Perhutani dan pihak perkebunan.


Kapolda Jabar mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan program tersebut, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Bulog, perbankan, hingga kelompok tani.


“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan partisipasi semua pihak dalam mendukung program ketahanan pangan ini,” katanya.***



Polsek Cikalong Wetan Gencarkan Patroli KRYD, Kapolsek AKP Deden Indrajaya Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat


Majalahceo.com
|Cikalong Wetan — Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Cikalongwetan melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli antisipasi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan, Sabtu (16/05/2026).


Kegiatan patroli dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai dengan rute patroli meliputi Mapolsek Cikalongwetan, Desa Mandalamukti, Desa Ciptagumati, Desa Cikalong, Desa Cisomang hingga Desa Tenjolaut. Patroli dipimpin oleh Aiptu Hariyanto selaku Perwira Pengawas (Pawas) bersama personel Polsek Cikalongwetan lainnya.


Dalam pelaksanaannya, patroli menyasar sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas seperti SPBU, pertokoan, pasar, perumahan, jalan sepi yang rawan tindak kriminalitas C3 (Curat, Curas, dan Curanmor), perkantoran, pemerintahan, hingga perbankan. Selain itu, personel juga melaksanakan patroli dialogis dengan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat serta melakukan pengamanan di lokasi keramaian dan menindaklanjuti aduan masyarakat melalui layanan call center 110.


Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., mengatakan bahwa kegiatan patroli KRYD merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.


“Patroli KRYD ini rutin kami laksanakan untuk memastikan situasi wilayah hukum Polsek Cikalongwetan tetap aman dan kondusif. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar AKP Deden Indrajaya.


Menurutnya, patroli tidak hanya difokuskan pada pengawasan wilayah rawan kejahatan, tetapi juga membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat melalui patroli dialogis.


“Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan terlindungi dengan kehadiran polisi di tengah aktivitas mereka. Melalui patroli dialogis, personel juga dapat menyerap informasi maupun masukan dari warga terkait situasi kamtibmas di lingkungannya,” tambahnya.


Kapolsek juga menegaskan bahwa patroli rutin menjadi salah satu langkah preventif untuk meminimalisir potensi kejahatan jalanan maupun gangguan keamanan lainnya.



“Kami terus mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di tempat umum maupun meninggalkan rumah. Jika menemukan adanya potensi gangguan keamanan, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.


Dari hasil patroli yang dilaksanakan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Polsek Cikalongwetan berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli dan pelayanan kepolisian demi terciptanya lingkungan yang aman serta kondusif bagi seluruh masyarakat.


Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas.****

Polsek Cikalong Wetan Gelar Apel Siaga 1 Dalam Rangka Libur Panjang, Kapolsek Tekanan Kesiapsiagaan dan Pelayanan Humanis

 


Majalahceo.com |Cikalong Wetan— Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum libur panjang, Polsek Cikalongwetan melaksanakan kegiatan Apel Siaga I yang digelar di Mako Polsek Cikalongwetan pada Sabtu (16/05/2026) pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.


Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., dan diikuti oleh jajaran personel Polsek Cikalongwetan. Dari total 25 personel, sebanyak 21 personel hadir mengikuti apel siaga, sedangkan 4 personel berhalangan hadir karena izin, sakit, dan pelaksanaan patsus.


Dalam pelaksanaan apel tersebut, Kapolsek Cikalongwetan menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh anggota dalam menghadapi dinamika situasi kamtibmas selama masa libur panjang.



 Seluruh personel diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, disiplin, serta kesiapan operasional guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Siaga I merupakan langkah antisipatif Polri dalam memastikan situasi wilayah hukum tetap aman dan kondusif.


“Kegiatan Siaga I ini merupakan bentuk kesiapan personel Polsek Cikalongwetan dalam menjaga stabilitas kamtibmas selama libur panjang. Seluruh anggota diwajibkan standby, on call, dan tidak meninggalkan wilayah hukum tanpa izin pimpinan,” ujar AKP Deden Indrajaya.


Selain itu, Kapolsek juga menekankan pentingnya pengamanan internal mako dengan melakukan sterilisasi terhadap tamu maupun barang bawaan guna mencegah potensi gangguan keamanan.


“Pengamanan markas harus ditingkatkan. Setiap personel wajib peka terhadap situasi di lingkungan sekitar serta mampu merespons dengan cepat apabila terjadi potensi gangguan keamanan,” tambahnya.

Dalam arahannya, AKP Deden Indrajaya juga meminta seluruh personel untuk tetap mengedepankan pelayanan humanis kepada masyarakat meskipun dalam situasi siaga.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan manfaatnya.

 Personel harus tetap memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkapnya.



Lebih lanjut, apel siaga juga menjadi sarana pengawasan dan evaluasi internal terhadap disiplin, kesiapan, serta kinerja personel. Kapolsek menegaskan pentingnya soliditas dan kekompakan antaranggota guna menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan.


Dengan dilaksanakannya kegiatan Apel Siaga I ini, diharapkan seluruh personel Polsek Cikalongwetan mampu meningkatkan kesiapan fisik maupun mental dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas, sekaligus menjaga situasi wilayah hukum Polsek Cikalongwetan tetap aman, tertib, dan kondusif selama masa libur panjang.


Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas.****

Polsek Cikalong Wetan Intensifkan Ops Miras, Kapolsek Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

 


Majalahceo.com | Cikalong Wetan— Dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Polsek Cikalongwetan melaksanakan kegiatan Operasi Minuman Keras (Ops Miras) di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan, Sabtu (16/05/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., bersama personel piket fungsi Polsek Cikalongwetan. Operasi dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan sasaran toko atau kios yang diduga menjual minuman keras tanpa izin di sekitar Jalan Raya Purwakarta, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.


Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya mengatakan bahwa operasi miras rutin dilaksanakan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas yang dapat dipicu oleh peredaran maupun konsumsi minuman keras ilegal.


“Operasi miras ini merupakan langkah preventif Polsek Cikalongwetan dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Minuman keras ilegal sering kali menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan ketertiban di masyarakat,” ujar AKP Deden Indrajaya.



Dalam pelaksanaan operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kios yang diduga menjual minuman keras tanpa izin resmi. Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) botol minuman keras jenis Intisari dan 2 (dua) botol minuman keras jenis Anggur Kecil dari seorang penjual bernama Jhonsen Manulang (38), warga Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.


Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli serta operasi rutin guna menekan peredaran minuman keras ilegal di wilayah hukum Polsek Cikalongwetan.


“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap penjualan minuman keras tanpa izin. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dan terhindar dari dampak negatif yang ditimbulkan akibat konsumsi miras, baik terhadap keamanan lingkungan maupun kesehatan,” tambahnya.


Selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan para pemilik kios agar tidak memperjualbelikan minuman keras ilegal serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.


AKP Deden Indrajaya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kondusifitas wilayah dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Kami berharap adanya dukungan dan kerja sama dari seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap aman, nyaman, dan kondusif. Kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

"Ops miras sudah berjalan 5  hari dari tgl 12 - 16 Mei 2026 dan berhasil mengamankan miras KL 100 botol jenis anggur dan intisari" imbuhnya.


Selama kegiatan Ops Miras berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, lancar, dan kondusif.


Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas

Jumat, 15 Mei 2026

Darurat Minol Ilegal di Bandung: Ruko Pinggir Jalan Jual Ciu dan Leci Terang-Terangan, Warga Resah dan Minta Penindakan Tegas


Majalahceo.com
|Bandung,-Keresahan warga terhadap maraknya peredaran minuman beralkohol (minol) ilegal di Kota Bandung semakin memuncak. Sejumlah ruko pinggir jalan diduga nekat menjual minuman keras oplosan seperti ciu, leci, hingga arak secara terang-terangan tanpa rasa takut terhadap aparat maupun lingkungan sekitar.


Aktivitas penjualan tersebut bahkan disebut berlangsung hampir setiap hari, mulai pagi, siang, hingga larut malam, terutama saat akhir pekan. Salah satu titik yang banyak dikeluhkan warga berada di kawasan setelah Jembatan Cimindi, dekat deretan penjual kaos di pinggir jalan.


Dari pantauan warga, transaksi minuman keras ilegal dilakukan secara terbuka menggunakan botol air mineral bekas sebagai kemasan. Kondisi itu membuat masyarakat khawatir karena pembelinya didominasi kalangan remaja dan pria dewasa yang kerap berkumpul hingga dini hari sambil mengonsumsi minuman keras di sekitar lokasi.


Situasi tersebut dinilai sangat meresahkan karena sering memicu kebisingan, keributan, hingga gangguan keamanan lingkungan. Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap dampak sosial yang ditimbulkan, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.


“Jualnya sekarang sudah terang-terangan, seperti tidak takut apa pun. Tengah malam sering terdengar teriakan orang mabuk. Kami yang punya anak kecil jelas resah dan khawatir,” ujar Ibu Rina, salah seorang warga sekitar.


Selain mengganggu ketertiban umum, warga juga menyoroti bahaya kesehatan dari minuman oplosan yang dijual bebas tanpa pengawasan. Kandungan alkohol yang tidak jelas dinilai sangat berisiko dan dapat membahayakan nyawa para konsumennya.


Kasatpol PP Kota Bandung menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol.


“Penjual memang semakin nekat. Mereka menjual secara terbuka seolah kebal hukum. Padahal minuman seperti ini sangat berbahaya karena kadar alkoholnya tidak jelas dan bisa mengancam keselamatan masyarakat,” tegasnya.


Meski mengetahui risikonya, para penjual mengaku tetap menjalankan usaha karena tingginya permintaan pasar. Salah seorang penjual menyebut omzet penjualan dapat mencapai sekitar Rp1 juta per malam. Sementara satu botol ciu ukuran 600 mililiter dijual dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu.


Fenomena ini memicu kekhawatiran warga akan meningkatnya potensi kriminalitas, perkelahian, balap liar, hingga tindak kekerasan yang dipicu konsumsi minuman keras ilegal. Warga juga menilai keberadaan lapak minol oplosan dapat merusak citra lingkungan dan mempengaruhi pergaulan remaja di sekitar kawasan tersebut.


Karena itu, masyarakat mendesak aparat pemerintah dan penegak hukum untuk bertindak lebih tegas dan konsisten, tidak hanya melalui razia sesaat, tetapi juga pengawasan berkelanjutan terhadap titik-titik penjualan yang sudah lama beroperasi.


Warga juga meminta agar pemilik ruko yang diduga sengaja menyewakan tempat untuk aktivitas ilegal turut diberikan sanksi tegas sebagai bentuk efek jera.


Pemerintah Kota Bandung memastikan razia terhadap peredaran minuman keras ilegal akan terus diintensifkan. Selain menyasar penjual, pola penindakan juga akan diperluas kepada pihak-pihak yang mendukung aktivitas tersebut, termasuk pemilik tempat usaha.


Masyarakat pun diimbau aktif melaporkan aktivitas penjualan minuman keras ilegal melalui layanan Bandung Siaga 110 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.


Warga berharap langkah tegas dari aparat dapat segera mengembalikan rasa aman dan nyaman di lingkungan permukiman, sekaligus menyelamatkan generasi muda dari dampak buruk peredaran minuman keras oplosan yang semakin mengkhawatirkan.

Sadis, Sachroni Dihantam Palu Saat Khusyuk Dengar Pengajian


Majalahceo.com
| Bandung -Detail baru yang diungkap Polda Jawa Barat mengenai pembantaian satu keluarga di Paoman semakin menyayat hati. Salah satu momen paling tragis dalam peristiwa berdarah tersebut adalah saat eksekusi terhadap Sachroni, SE (65), ayah dari korban Budi Awaludin.


Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H  membeberkan kronologis yang sangat spesifik mengenai detik-detik terakhir nyawa Sachroni dihabisi oleh tersangka utama, Ririn Rifanto alias Irin. Berdasarkan hasil olah TKP dan rekonstruksi awal, korban saat itu sedang berada di dalam kamarnya sendirian.


"Korban Sachroni ditemukan sedang dalam posisi istirahat sambil mendengarkan rekaman pengajian dari ponselnya. Suasana kamar saat itu tenang, dan korban sama sekali tidak menyadari bahwa maut sedang mengintainya dari balik pintu," ungkap Kombes Hendra, Jum'at (15/5/2026)


Tersangka Ririn masuk ke kamar korban dengan menggenggam palu besi yang gagangnya telah dimodifikasi (dipotong pendek). Tanpa peringatan dan tanpa belas kasihan, Ririn langsung mengayunkan palu tersebut dengan kekuatan penuh ke arah kepala korban.


"Hantaman pertama mendarat telak di bagian tengkorak. Korban yang sedang khusyuk mendengarkan lantunan ayat suci itu langsung tersungkur dari tempat tidurnya. Darah segar seketika membasahi bantal dan lantai kamar," lanjut Hendra dengan detail.


Tidak berhenti di situ, meski korban sudah tidak berdaya dan bersimbah darah, Ririn kembali melayangkan pukulan berkali-kali untuk memastikan korban tidak bernyawa. Hasil autopsi mengonfirmasi adanya patah tulang tengkorak yang parah serta trauma tumpul pada bagian dada dan tulang rawan gondok.


"Kekejaman ini menunjukkan betapa tersangka sudah dirasuki dendam yang sangat dalam. Korban yang sudah lansia itu tidak diberi kesempatan sedikit pun untuk membela diri," tegas  Kabid Humas.***



Jumat Berkah, Polisi Berikan Pengobatan dan Makan Gratis Kepada Ratusan Warga di Alun-Alun Soreang


Majalahceo.com
| Polresta Bandung kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan membagikan makan gratis serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat di Alun-Alun Soreang, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (15/5/2026).


Kegiatan  tersebut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polresta Bandung bersama ratusan warga masyarakat. Sedikitnya sekitar 500 orang hadir dan mengikuti kegiatan, mulai dari warga yang sedang berolahraga, pedagang kaki lima hingga para pengemudi ojek online.


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta makan bersama yang disiapkan oleh Polresta Bandung sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.


Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR mengatakan, kegiatan Jumat Berkah merupakan salah satu upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang humanis dan bermanfaat secara langsung.


“Kegiatan Jumat Berkah ini merupakan bentuk kepedulian Polresta Bandung kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran Polri dapat dirasakan bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada warga,” ujar Aldi.


Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta kedekatan emosional serta kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


“Melalui kegiatan seperti ini kami berharap silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah Kabupaten Bandung,” tambahnya.


Suasana kebersamaan tampak hangat selama kegiatan berlangsung. Warga terlihat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan dan menikmati makan bersama jajaran Polresta Bandung.


Kegiatan Jumat Berkah berjalan aman, tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir, pungkasnya.***



Tersangka Priyo Hantam Euis dengan Palu Hingga Tewas Sesak Napas


Majalahceo.com
| Bandung,-Tabir kekejaman dalam kasus pembunuhan berencana satu keluarga di Indramayu terus dikuliti oleh penyidik kepolisian. Selain peran Ririn sebagai otak pelaku, peran tersangka Priyo Bagus Setiawan dalam menghabisi anggota keluarga lainnya, termasuk Euis Juwita Sari, terungkap sangat brutal dan eksplisit.


Dalam gelar perkara, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H  menjelaskan bahwa Euis Juwita Sari menjadi target setelah kedua pelaku menghabisi suami dan ayah mertuanya. Priyo bertugas memastikan tidak ada saksi yang tersisa di dalam rumah tersebut.


"Tersangka Priyo mendatangi korban Euis yang saat itu berada dalam kondisi sangat ketakutan. Tanpa ragu, Priyo mengayunkan palu besi ke bagian wajah dan kepala korban," tutur Kombes Hendra, Jum'at (15/5/2026)


Hantaman keras tersebut mengenai bagian dahi dan dagu korban dengan sangat telak. Akibat serangan brutal itu, korban mengalami luka terbuka yang sangat lebar di bagian wajah. Namun, kengerian tidak berhenti pada luka fisik luar saja. Pukulan tersebut menyebabkan kerusakan struktur pada bagian leher dan rahang korban.


"Akibat hantaman bertubi-tubi di area kepala dan wajah, korban mengalami kondisi sesak napas yang hebat. Trauma tumpul pada bagian kepala belakang juga menyebabkan patah tulang tengkorak yang mengakibatkan pendarahan hebat di selaput otak," jelas Hendra secara detil.


Euis ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan setelah sempat berjuang menghirup oksigen di tengah luka-lukanya yang mematikan. Polisi menyebutkan bahwa tindakan Priyo ini dilakukan dengan sangat dingin dan terencana.


"Pukulan tersebut memang dirancang untuk mematikan secara cepat. Korban mengalami kegagalan pernapasan akibat trauma berat pada sistem saraf pusat dan kerusakan di area vital kepala," pungkasnya***



NYAWANG MANGLAYANG Gerakan Warga Berbasis Alam dan UMKM untuk Membangun Desa Jatiendah sebagai Destinasi Wisata Kreatif

 


Majalahceo.com, Bandung,-Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat kembali tumbuh melalui sebuah gerakan sosial berbasis komunitas bertajuk “Nyawang Manglayang”, sebuah program silaturahmi warga yang menggabungkan kekuatan alam, budaya, kesehatan, hiburan, edukasi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu ruang kebersamaan yang positif dan berkelanjutan.


Program ini lahir dari kepedulian terhadap pentingnya menjaga hubungan sosial antarwarga di tengah kehidupan masyarakat yang semakin sibuk dan individual. Tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan bersilaturahmi, Nyawang Manglayang juga hadir sebagai wadah membangun semangat hidup sehat, memperkuat kebersamaan, sekaligus menciptakan peluang ekonomi berbasis potensi lokal masyarakat.



Mengambil lokasi di kawasan Gawir RW06 Desa Jatiendah dengan latar panorama Gunung Manglayang, kegiatan ini menghadirkan konsep kebersamaan warga yang menyatu dengan keindahan alam terbuka. Suasana alam yang asri dipadukan dengan aktivitas masyarakat diharapkan mampu menciptakan ruang sosial baru yang sehat, nyaman, kreatif, dan produktif.

Nama “Nyawang Manglayang” sendiri memiliki makna filosofis yang kuat.


 “Nyawang” berarti memandang atau melihat, sedangkan “Manglayang” menjadi simbol harapan dan masa depan. Nama tersebut menggambarkan semangat masyarakat untuk melihat dan membangun masa depan kampung yang lebih baik melalui kekuatan komunitas dan potensi alam yang dimiliki.



Program Nyawang Manglayang mengusung visi membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui kekuatan komunitas dan alam. Dengan menghadirkan aktivitas warga secara rutin, program ini diharapkan mampu melahirkan ruang interaksi sosial yang sehat sekaligus menghidupkan roda ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif warga.


Kegiatan dilaksanakan setiap minggu mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB di kawasan Gawir RW06 sebagai pusat aktivitas bersama warga RW06 dan masyarakat umum. Kawasan tersebut dipilih karena memiliki potensi alam dan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan sosial dan wisata komunitas.


Berbagai kegiatan akan dilaksanakan secara terpadu dalam program ini, di antaranya senam dan olahraga bersama, hiburan masyarakat, edukasi anak-anak, ruang silaturahmi warga, hingga pemberdayaan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal. Kehadiran UMKM warga menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung dan masyarakat luas.



Tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, program ini juga diharapkan mampu menjadi titik tumbuh ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Ke depan, Nyawang Manglayang memiliki potensi berkembang menjadi ruang wisata warga, pusat kegiatan komunitas, hingga destinasi wisata kreatif yang mampu mengangkat potensi Desa Jatiendah.


Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan Desa Jatiendah di bawah kepemimpinan Kepala Desa Jatiendah, Ibu Hj. Endang Sri Wiedyastuti, S.E, dalam menciptakan titik-titik wisata masyarakat guna menjadikan Desa Jatiendah sebagai destinasi wisata kreatif yang berbasis potensi lokal dan partisipasi warga.


Melalui pengembangan ruang-ruang publik berbasis masyarakat, Desa Jatiendah diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kawasan permukiman, tetapi juga sebagai desa yang memiliki daya tarik sosial, budaya, alam, dan ekonomi kreatif yang tumbuh dari kekuatan masyarakatnya sendiri.



Nyawang Manglayang diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat dan kewilayahan, di antaranya:


Kepala Desa Jatiendah

Koordinator Bidang Kesejahteraan dan Kemasyarakatan RW06

Ketua RW06

Ketua PKK RW06

Kader PKK RW06

Karang Taruna RW06

Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sebagai penggerak utama perubahan sosial.


Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap lingkungan, Nyawang Manglayang diharapkan menjadi simbol kebangkitan kehidupan sosial masyarakat yang lebih sehat, harmonis, kreatif, mandiri, dan berdaya saing.


Lebih dari sekadar kegiatan rutin mingguan, Nyawang Manglayang merupakan gerakan sosial masyarakat untuk membangun masa depan kampung melalui silaturahmi, alam, budaya, dan kekuatan ekonomi komunitas.


Melalui langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama, masyarakat berharap lahir perubahan besar yang mampu menghidupkan kampung, memperkuat ekonomi warga, serta menjadikan Desa Jatiendah sebagai contoh kawasan wisata kreatif berbasis masyarakat di Kabupaten Bandung.


“Ngumpulkeun Warga, Ngahirupkeun Kampung.”


“Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Kekuatan Komunitas dan Alam.”

Sumur Bor TMMD Bawa Kebahagiaan Baru, Air Bersih Kini Mengalir ke Rumah Warga

 


Majalahceo.com |Sragen - Raut bahagia tampak menghiasi wajah warga Dusun Pelemgadung saat air bersih mulai mengalir melalui instalasi pipa menuju rumah-rumah mereka. Kehadiran sumur bor yang dibangun Satgas TMMD Kodim 0725/Sragen menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau tiba. Kini, melalui pembangunan instalasi pipa air tersebut, warga dapat menikmati kemudahan yang sebelumnya hanya menjadi harapan. Kebahagiaan itu dirasakan masyarakat pada Jumat (15/5/2026).


Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat program tersebut adalah Bapak Parjo, pemilik lahan tempat dibangunnya sumur bor sekaligus penerima manfaat dari pembangunan itu. Dengan penuh rasa syukur, ia mengaku senang karena keberadaan sumur bor kini mampu membantu kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.


Menurut Bapak Parjo, sebelum adanya sumur bor, warga harus berusaha ekstra untuk mendapatkan air bersih, bahkan terkadang harus mengambil air dari tempat yang cukup jauh. Kini, kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak menjadi lebih mudah karena air sudah dapat dialirkan langsung ke rumah-rumah warga melalui instalasi pipa yang dibangun Satgas TMMD.


“Alhamdulillah sekarang air sudah bisa masuk ke rumah-rumah warga. Kami sangat terbantu dan merasa senang sekali. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah peduli dengan kebutuhan masyarakat di sini,” ungkap Bapak Parjo dengan mata berbinar.


Sementara itu, Dansatgas TMMD Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P mengatakan bahwa pembangunan sumur bor dan instalasi pipa air tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.


“Kami berharap keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. TMMD hadir bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan yang dirasakan masyarakat,” jelas Dansatgas.


Melalui program pembangunan sumur bor dan instalasi pipa air tersebut, TMMD Kodim 0725/Sragen kembali membuktikan hadirnya pengabdian nyata bagi masyarakat. Dari aliran air bersih yang kini mengalir ke rumah-rumah warga Dusun Pelemgadung, tumbuh rasa syukur, kebahagiaan, dan harapan baru akan kehidupan yang lebih baik.***

Dugaan Penerbitan Paspor Ganda, Wamen Dicurigai Terlibat

 


MAJALAH CEO - Jakarta - Kasus yang menimpa seorang ibu bernama Lisa, kini menjadi perhatian publik setelah rangkaian dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan persoalan hak asuh anak, dugaan manipulasi proses peradilan, dugaan pemberian obat penenang terhadap anak, hingga keberadaan anak WNI di luar negeri tanpa pengawasan pihak yang memiliki hak asuh sah. 


Perkara ini bermula dari munculnya konflik pasangan pernikahan DSDj dengan Lisa hingga akhirnya pada tahun 2019 dibuat kesepakatan bersama melalui Akta Notaris Nomor 37 Tahun 2019 di hadapan Notaris Tedy Anwar. Dalam akta tersebut diatur mengenai pembagian harta bersama dan hak pengasuhan anak yang berada pada pihak ibu selama anak masih di bawah umur.


Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Sunter Jakarta Utara, Kamis (14/5/2026), Lisa yang merupakan ibu kandung dari GI, yang didampingi kuasa hukumnya mengungkapkan sejumlah kejanggalan diantaranya dugaan rekayasa gugatan cerai, dugaan perampasan anak dan pemberian obat penenang kepada GI, dan dugaan paspor Ganda.


"Anak saya, GI, dulu tumbuh sebaga anak yang cerdas dan berprestasi selama dalam pengasuhan saya. Namun kini diduga telah didokrin agar membenci saya," keluh sang ibu GI kepada wartawan.


Sementara itu, Kuasa Hukum korban mengatakan bahwa dalam kasus perebutan hak waris anak tersebut disinyalir adanya dugaan penerbitan paspor anak tanpa persetujuan ibu kandung GI. Informasi tersebut diketahui setelah tim kuasa hukum dari NU Bogor Raya Law Firm mendatangi kantor  Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Diperoleh informasi bahwa GI memang berada di Singapura.. 


Kuasa Hukum Mengaku terkejut ketika mendapatkan data yang menerangkan adanya dugaan intervensi Oknum pejabat Wamen dan Oknum Kasi dalam proses administrasi penerbitan paspor tersebut.

Administrasi dalam penerbitan paspor palsu ke 2 pada January 2025 sedangkan pasport asli pertama dan masih berlaku sampai tahun 2027 dan di pegang oleh ibu kandung Anak korban.


"Kami meminta adanya intervensi aktif dari Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Singapura untuk memastikan keberadaan dan keselamatan GI, memfasilitasi komunikasi Lisa dan GI, mengupayakan assessment kesehatan  fisik danpsikis secara independen, mengupayakan perlindungan hukum terhadap GI, dan menelusuri dugaan pelanggaran administrasi penerbitan paspor anak," ujar Sekjen NU Bogor Raya Law Firm, Endang Supriyatna, SH.


Menurutnya, kasus tersebut bukan hanya sekedar sengketa rumah tangga, melainkan telah berkembang menjadi persoalan perlindungan anak, hak azasi manusia, dan dugaan pelanggaran hukum lintasi institusi. Endang dan pihak keluarga berharap negara hadir memberikan perlindungan terhadap anak WNI dan memastikan proses hukum berjalan objektif tanpa intervensi pihak manapun.


"Kami hanya ingin seorang ibu dapat kembali bertemu anaknya dan memastikan anak tersebut berada dalam kondisi aman, sehat, dan mendapatkan hak-haknya sebagai anak," pungkas Endang. (Red).

Kamis, 14 Mei 2026

Abah Taufik Wakili Semangat Sauyunan Jaga Lembur, Polda Jabar Dukung Gowes Internasional IVCA Rally ke-44 Menuju Jogjakarta

 


Majalahceo.com |Bandung – Polda Jawa Barat memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh kepada Abah Taufik yang akan mengikuti kegiatan gowes jarak jauh dalam ajang internasional IVCA Rally ke-44 di Jogjakarta.


Kegiatan gowes tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 24 Mei 2026 dengan menempuh perjalanan lebih dari 500 kilometer. Perjalanan dimulai dari Bandung dan melintasi jalur selatan Jawa Barat hingga Jawa Tengah, di antaranya Garut, Salawu, Singaparna, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Cilacap, Kebumen serta sejumlah kota dan kabupaten lainnya sebelum akhirnya finis di kawasan Candi Prambanan.


Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa melalui Bidang Humas, Kapolda Jawa Barat memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi Abah Taufik dalam event internasional tersebut.


“Beliau mengikuti gowes jarak jauh IVCA Rally ke-44, sebuah kegiatan internasional yang diikuti peserta dari lebih dari 30 negara dan dipusatkan di Jogjakarta. Kami tentu memberikan apresiasi atas semangat dan dedikasi beliau,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).


Menurut Hendra, kegiatan gowes lintas daerah tersebut bukan hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga mental yang kuat mengingat medan perjalanan yang cukup berat dan jarak tempuh yang sangat panjang.


“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman dan sukses. Semoga selama perjalanan diberikan kesehatan serta keselamatan hingga tiba di tujuan,” tambahnya.


Sementara itu, Abah Taufik menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolda Jawa Barat beserta jajaran, khususnya Bidang Humas Polda Jabar, serta rekan-rekan wartawan dari Lodaya 748 dan Lintas Media yang telah memberikan dukungan dan motivasi atas kegiatan yang akan dijalaninya.


Menurutnya, partisipasi dalam IVCA Rally ke-44 bukan sekadar mengikuti ajang olahraga sepeda internasional, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.


“Gowes ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Sauyunan Jaga Lembur yang diinisiasi Kapolda Jawa Barat. Semangat kebersamaan, gotong royong dan menjaga lingkungan harus terus digaungkan kepada masyarakat,” ungkapnya.


Program Sauyunan Jaga Lembur sendiri merupakan program penguatan keamanan berbasis komunitas atau community policing yang digagas oleh Kapolda Jabar Rudi Setiawan. Program tersebut bertujuan membangun sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan secara bersama-sama.


Keikutsertaan Abah Taufik dalam IVCA Rally ke-44 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya komunitas pesepeda dan insan media, untuk terus menjaga semangat hidup sehat, mempererat persaudaraan serta mendukung berbagai program positif yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Festival Sepeda Ontel Internasional Sumatera–Jawa 2026 Resmi Dilepas dari Monas, Satukan Pecinta Budaya dan Kesehatan dari Berbagai Negara Di Dunia

 

Keterangan foto: Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, Mantan Wakil Menteri Desa yang kini dalam Komunitas Sepeda Ontel Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina(tengah).


MAJALAH CEO - Jakarta. - Festival Sepeda Ontel Internasional Sumatera–Jawa 2026 resmi dimulai dari kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan budaya dan olahraga ini diikuti ratusan pecinta sepeda ontel dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.




Peserta datang dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Makassar, Palembang, Jambi, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga komunitas luar negeri seperti Belanda, Australia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Seluruh peserta nantinya akan berkumpul di Klaten, Jawa Tengah, sebagai pusat kegiatan festival internasional tersebut.


Keterangan foto: Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, Mantan Wakil Menteri Desa yang kini dalam Komunitas Sepeda Ontel Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina.



Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, Mantan Wakil Menteri Desa yang kini dalam Komunitas Sepeda Ontel Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina, mengatakan kepada  awak media. Bahwa  kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena menyatukan komunitas sepeda ontel lintas daerah dan negara dalam semangat budaya, persaudaraan, serta gaya hidup sehat.


“Kami berharap Monas Jakarta dapat menjadi titik penyambutan sekaligus pelepasan peserta dari berbagai daerah.


Menurutnya, Ini bukan sekadar perjalanan sepeda, tetapi juga festival internasional yang mempererat persahabatan antarbangsa,” ujar Prof. Paiman Raharjo didampingi Aris saat ditemui Awak. Media di Monas Jakarta,Kamis 14/05/2026.


Ditambahkannya, peserta akan menempuh perjalanan panjang secara bertahap dengan pola istirahat yang telah diatur, mulai dari Jakarta menuju Karawang, Cirebon, hingga akhirnya tiba di Klaten dan kawasan Prambanan.

“Mereka sudah terbiasa menjaga ritme perjalanan dan kesehatan," ungkapnya.


Banyak peserta yang rutin bersepeda jarak jauh setiap minggu, bahkan hingga 150 kilometer pulang-pergi,” tambahnya.


Festival ini juga menjadi bentuk pelestarian budaya sepeda ontel yang telah diwariskan sejak zaman dahulu. Sejumlah peserta bahkan masih menggunakan sepeda klasik keluaran tahun 1960-an hingga 1970-an yang memiliki nilai sejarah tinggi.


Menariknya, komunitas sepeda ontel tidak hanya diikuti kalangan lanjut usia, tetapi juga banyak generasi muda. Beberapa komunitas dari Jawa Timur bahkan didominasi peserta berusia di bawah 40 tahun.


Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga bersepeda.


“Manfaat bersepeda jarak jauh bukan hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap budaya dan kebersamaan,” pungkasnya.


Festival Sepeda Ontel Internasional Sumatera–Jawa 2026 dijadwalkan berlangsung hingga seluruh peserta tiba di Klaten, Jawa Tengah, dengan berbagai agenda budaya dan kebersamaan antar komunitas sepeda dari dalam maupun luar negeri.(Red)

KESEHATAN

NASIONAL

HUKUM

POLITIK

BISNIS

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved