Majalahceo.com
| Bandung
, 25 Juni 2026 – Satgas Citarum Harum Sektor 2 Subsektor 3 CIMENYAN kembali melaksanakan kegiatan penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembuatan dan pemasangan Lodong Sesa Dapur (Loseda) di wilayah RW 09 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Kamis (25/6/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan jumlah sasaran sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di wilayah RW 09, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sejak dari sumbernya, khususnya sampah organik.


Kegiatan dipimpin oleh Dantim 3 Sub 3 CIMENYAN Sektor 2, Serka Choiri, bersama anggota Satgas Citarum Harum Subsektor 3 yakni Serka Adi Prayitno dan Praka Fandy Bagus.


 Kegiatan ini juga melibatkan unsur pemerintah kecamatan Cimenyan, yaitu Rizal selaku Sekretaris Kecamatan dan Dede Hardani selaku Penata Layanan Nasional Kecamatan. Dari unsur kelurahan hadir Lurah Padasuka Muchammad Fachla Hidaya Mimbra, S.IP., Kanit Trantib Padasuka Aep Saepudin, Ketua RW 09 Mahpudin, serta Ketua RT 07 RW 09 Andi.


Dalam pelaksanaan kegiatan, tim berhasil membuat 28 unit loseda baru sebagai bagian dari upaya memperluas sarana pengolahan sampah organik di lingkungan masyarakat. Selain itu, dilakukan pemasangan 18 unit loseda yang tersebar di beberapa titik wilayah, yaitu RT 06 sebanyak 6 unit, RT 07 sebanyak 4 unit, dan RT 05 sebanyak 8 unit.


Program Loseda ini menjadi salah satu inovasi sederhana yang terus dikembangkan oleh Satgas Citarum Harum dalam rangka mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Dengan metode ini, masyarakat diharapkan dapat mengolah sampah dapur secara mandiri sehingga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


Selain kegiatan utama pembuatan dan pemasangan loseda, tim juga melakukan pemantauan terhadap sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa fasilitas pengolahan maggot telah tersedia dan berjalan dengan baik, serta keberadaan bank sampah juga sudah aktif dimanfaatkan oleh masyarakat.


Namun demikian, fasilitas komposter di wilayah RW 09 Kelurahan Padasuka masih belum tersedia, sehingga menjadi salah satu catatan untuk pengembangan sarana pengelolaan sampah ke depan.

Dantim 3 Sub 3 Sektor 2, Serka Choiri, menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam mengubah pola kebiasaan dari membuang menjadi mengolah sampah.


"Melalui program Loseda ini kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa sampah organik dapat dikelola secara mandiri di rumah masing-masing. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, maka volume sampah yang dibuang ke lingkungan akan berkurang secara signifikan," ujar Serka Choiri.


Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Satgas Citarum Harum, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.


"Kami mengapresiasi dukungan dari pihak kecamatan, kelurahan, RW, RT, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Kebersamaan seperti ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan Program Citarum Harum," tambahnya.


Keberadaan fasilitas maggot dan bank sampah yang sudah berjalan menjadi modal penting dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di wilayah Padasuka. Diharapkan ke depan, pengelolaan sampah dapat semakin optimal dengan penambahan sarana seperti komposter dan peningkatan edukasi kepada masyarakat.


Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala yang berarti. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif dalam proses kegiatan di lapangan.


Melalui kegiatan ini, Satgas Citarum Harum Sektor 2 Subsektor 3 Cimenyan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di wilayah Kelurahan Padasuka.*"