Ir. H. Rendy A. Lamadjido, M.BA, Ketua Pengurus ABP-PTSI. Wilayah Sulawesi Tengah. Menilai Munas VI Menjadi Momentum Penting untuk Memperkuat Hubungan antara Badan Penyelenggara PTS dengan Pemerintah.

 


Jakarta - Musyawarah Nasional VI Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) yang digelar pada 15–16 Juli 2026 di Grand Ballroom Pullman Jakarta Central Park mendapat apresiasi luas dari peserta.



Salah satunya disampaikan Ir. H. Rendy A. Lamadjido, M.BA, Ketua Pengurus Wilayah ABP-PTSI. Wilayah Sulawesi Tengah. Ia menilai Munas VI menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara badan penyelenggara PTS dengan pemerintah.


Sinyal Positif dari Pemerintah

Menurut Rendy, seluruh rangkaian kegiatan Munas berjalan lancar dan mencerminkan besarnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan tinggi swasta.


Bukti nyata itu terlihat dari kehadiran langsung jajaran pimpinan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), mulai dari Menteri, Wakil Menteri, hingga pejabat Eselon I Ditjen.


“Kehadiran para pimpinan kementerian memberikan optimisme besar bagi kami. Ini menunjukkan pemerintah benar-benar membuka ruang dialog dan siap mendengarkan masukan dari badan penyelenggara PTS,” jelas Rendy kepada awak media  saat ditemui di hari terakhir Munas, Rabu (16/7/2026).


Harap Komunikasi Berlanjut ke Kebijakan


Rendy berharap komunikasi baik yang terbangun selama Munas dapat berlanjut menjadi kebijakan konkret yang lebih berpihak kepada PTS.


Ia menyoroti sejumlah PR besar yang masih dihadapi PTS, mulai dari tata kelola, pembiayaan pendidikan, peningkatan mutu, hingga pengembangan SDM.


“ABP-PTSI punya peran strategis sebagai jembatan antara badan penyelenggara dengan pemerintah. Karena itu, hasil Munas ini jangan hanya jadi rekomendasi. Harus diterjemahkan jadi langkah nyata untuk memajukan pendidikan tinggi nasional,”ungkapnya.


Ia juga menitipkan harapan kepada kepengurusan ABP-PTSI periode 2026–2031 agar terus menjaga komunikasi konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan.


“Munas ini bukti sinergi PTS dan pemerintah semakin kuat. Kami optimistis aspirasi yang disampaikan akan jadi bagian dari penyempurnaan kebijakan pendidikan tinggi ke depan,” pungkasnya.


Hasilkan Rekomendasi Strategis

Mengusung tema “Penguatan Peran Badan Penyelenggara Menuju PTS Unggul, Berdampak, dan Berkelanjutan”, Munas VI menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis.


Rekomendasi tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola badan penyelenggara, meningkatkan kualitas PTS, dan memperbesar kontribusi PTS dalam mencetak SDM unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(Red)

0 Komentar