MAJALAHCEO - ENREKANG - Jum'at (10/7/2026) sore,bertempat di ruang rapat kantor Desa Mandalan Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang, Pemerintah Desa Mandalan gelar Rembuk Stunting yang diintegrasikan dengan Musyawarah Desa (Musdes) Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDES).
Acara ini,dihadiri oleh Sekcam,Pendamping Desa, Sekretaris dan Anggota BPD, perangkat desa,Bidan Desa , kader posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan masyarakat lainnya.
Menurut Kepala Desa Mandalan Ahmad,penggabungan Rembuk Stunting dengan Musdes RKPDES dianggap strategis untuk mengintegrasikan program penanganan stunting ke dalam perencanaan pembangunan desa.
Hal ini diharapkan dapat memastikan alokasi anggaran dan sumber daya yang memadai untuk program-program intervensi stunting.
Dalam menjalan kegiatan Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri.
"kita membutuhkan sinergi dan dukungan penuh dari para Kader Posyandu, Bidan Desa, TP PKK, hingga tingkat keluarga" .
Kemudian juga menegaskan bahwa dalam penanganan stunting diperlukan kerja sama yang baik,tandasnya.
Untuk itu, melalui forum Rembuk Stunting ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk duduk bersama. Mari kita diskusikan, evaluasi, dan sepakati program-program pencegahan serta penanganan stunting yang paling tepat, efektif, dan sesuai dengan kearifan lokal desa kita,terangnya.
Ditambahkan mengenai usulan yang belum terealisasi dapat dimasukkan dan prioritaskan tahun berikutnya ,sesuai dengan Anggaran yang ada, imbuh Kepala Desa Mandalan Ahmad.
Pada kesempatan ini Sekretaris Camat Curio Ida S.Ap,kegiatan rembuk ini bertujuan menghimpun data dan informasi mengenai kondisi stunting di desa, mengidentifikasi akar permasalahan, merumuskan solusi dan bentuk intervensi yang tepat, serta menyusun rencana aksi konvergensi pencegahan dan penanganan stunting.
Selain itu, rembuk stunting juga diharapkan mampu meningkatkan komitmen seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, tokoh masyarakat hingga warga.
“Melalui rembuk ini kita dapat mengetahui berbagai persoalan terkait stunting sehingga dapat melahirkan rekomendasi yang menjadi acuan dalam upaya penanganan stunting di wilayah kita,” katanya.(Atta).
Oleh karena itu data stunting yang diperoleh akan dibahas secara komprehensif untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menurunkan angka prevalensi stunting, tutupnya.(atta)

0 Komentar