Diproduksi Hampir 100% dari Bahan Lokal, Nichias Dorong Penguatan Industri Geothermal Nasional”

 


MAJALAH CEO - Jakarta, Produk material isolasi berbasis rockwool yang diproduksi di Indonesia ternyata telah digunakan secara luas di berbagai sektor industri, termasuk pembangkit listrik, geothermal, data center, otomotif, hingga industri manufaktur. PT Nichias Rockwool Indonesia, salah satu perusahaan dalam kelompok Nichias di Indonesia, terus mendorong pemanfaatan produk dalam negeri sekaligus memperkuat kontribusi industri nasional terhadap agenda energi rendah emisi.



Hal tersebut disampaikan Direktur PT Nichias Rockwool Indonesia, Ivan Kuntara, saat ditemui di ajang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Selasa (19/8/2026).


Menurut Ivan, keikutsertaan perusahaan dalam pameran geothermal menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kepada pelaku industri dan pemerintah bahwa material pendukung geothermal dengan kualitas internasional telah diproduksi di Indonesia.



“Banyak yang belum mengetahui bahwa produk-produk seperti ini sudah dibuat di Indonesia.


 Kualitasnya memenuhi standar internasional dan produknya bahkan sudah diterima serta digunakan di berbagai negara,” ujar Ivan.


PT Nichias Rockwool Indonesia merupakan bagian dari kelompok usaha Nichias yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1989


 Bersama perusahaan afiliasinya, PT Nichias Sunijaya, perusahaan memiliki fasilitas manufaktur yang memproduksi berbagai material untuk kebutuhan industri, antara lain insulation material, gasket untuk otomotif dan industri, serta produk berbasis alumina.



Salah satu produk unggulannya adalah rockwool insulation material yang memiliki karakteristik penting untuk kebutuhan industri, antara lain tahan terhadap api (fireproofing), kemampuan menahan panas, serta sifat isolasi yang mendukung efisiensi dan keselamatan instalasi industri.


Material tersebut telah digunakan pada berbagai sektor, termasuk pembangkit listrik tenaga uap, geothermal, manufaktur, serta mulai mendapatkan perhatian dalam pembangunan data center yang membutuhkan material isolasi dengan standar keselamatan dan performa tinggi.



Hampir 100 Persen Bahan Baku Lokal

Yang menjadi keunggulan penting, menurut Ivan, adalah tingkat kandungan lokal produk tersebut yang sangat tinggi.


" Untuk rockwool, bahan bakunya hampir 100 persen lokal. Proses produksinya juga dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia, sementara sebagian mesin dan peralatan produksinya sudah menggunakan hasil industri dalam negeri,” jelasnya.


Produk rockwool tersebut dibuat melalui proses peleburan material batuan pada temperatur sekitar 1.500 derajat Celsius sebelum diolah menjadi material insulation yang siap digunakan untuk kebutuhan industri.


Pabrik rockwool Nichias di Indonesia sendiri telah beroperasi sejak 1995 dan kini telah memasuki lebih dari tiga dekade perjalanan produksi di Tanah Air.


“Jadi ini bukan sekadar produk impor yang dirakit di Indonesia. 


Ini benar-benar diproduksi di Indonesia, menggunakan bahan baku lokal dan tenaga kerja Indonesia,” tegas Ivan.


Mendukung Geothermal dan Transisi Energi

Ivan menilai pengembangan geothermal menjadi salah satu peluang besar bagi industri dalam negeri, seiring dengan upaya pemerintah mempercepat transisi energi dan mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi.

Menurutnya, Nichias memiliki komitmen yang sejalan dengan arah tersebut.


 Grup Nichias di Jepang secara konsisten mengembangkan produk yang mendukung efisiensi energi, keselamatan industri, serta lingkungan yang lebih berkelanjutan.


“Kami melihat geothermal sebagai sektor yang sangat strategis. Karena itu kami ingin berpartisipasi dan memberikan dukungan melalui produk-produk yang kami produksi di Indonesia,” katanya.


Ivan berharap,  pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat semakin membuka ruang bagi produk manufaktur dalam negeri untuk masuk ke berbagai proyek geothermal maupun proyek industri yang berada di bawah pemerintah.


Pasalnya, menurut Ivan, masih terdapat sejumlah material dan produk pendukung industri yang hingga kini masih dipenuhi melalui impor, padahal produk sejenis telah mampu diproduksi di dalam negeri dengan standar internasional.

Substitusi Impor dan Menjaga Devisa

Peningkatan penggunaan produk dalam negeri dinilai tidak hanya berdampak pada penguatan industri manufaktur, tetapi juga membantu mengurangi kebutuhan impor dan menjaga devisa negara.


“Kalau produk ini bisa digunakan untuk proyek-proyek di Indonesia, kita tidak perlu mengeluarkan devisa untuk mengimpor barang yang sebenarnya sudah bisa diproduksi di dalam negeri,” ujar Ivan.


Di sisi lain, kemampuan industri dalam negeri untuk menghasilkan produk berstandar internasional juga telah dibuktikan melalui aktivitas ekspor.


Produk-produk Nichias yang diproduksi di Indonesia telah dipasarkan ke berbagai negara, antara lain Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Australia, Taiwan, Jepang, negara-negara di Timur Tengah dan Afrika, hingga Amerika Latin.



Hal tersebut, kata Ivan, menunjukkan bahwa industri manufaktur Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.


Perlu Dukungan untuk Memperluas Pemanfaatan Produk Lokal.


Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di Indonesia dan sekitar 500 tenaga kerja, Nichias berharap dukungan pemerintah terhadap industri manufaktur dalam negeri dapat terus diperkuat, khususnya melalui peningkatan penggunaan produk lokal dalam proyek-proyek strategis



“Kami berharap melalui keikutsertaan di event seperti ini, produk kami semakin dikenal. Banyak orang belum tahu bahwa produk yang kualitasnya sudah diterima secara internasional ternyata dibuat di Indonesia,” kata Ivan.


Ia menambahkan, penggunaan produk lokal juga dapat memberikan manfaat praktis bagi industri pengguna karena mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok impor, termasuk biaya logistik dan waktu pengadaan.


“Kalau produknya sudah tersedia di Indonesia, kenapa harus impor? Selain memperkuat industri nasional, kita juga menjaga devisa dan memperkuat rantai pasok dalam negeri,” pungkasnya.(Red).

0 Komentar