Keterangan foto : Founder Pro Tech Engineering, Agustya Adi Martha.
MAJALAH CEO - JAKARTA - Pengembangan teknologi nasional untuk mendukung eksplorasi energi dan sumber daya alam terus dilakukan oleh pelaku industri dalam negeri. Salah satunya melalui Pro Tech Engineering yang mengembangkan berbagai perangkat teknologi seismik dan monitoring untuk kebutuhan eksplorasi geothermal, pendidikan, pertambangan, hingga pemantauan lingkungan.
Founder Pro Tech Engineering, Agustya Adi Martha, mengatakan perusahaan yang mengusung tagline “Smart Tech for Smart Exploration” tersebut berkomitmen menghadirkan teknologi buatan Indonesia yang dapat digunakan secara lebih mudah, praktis, dan terjangkau.
“Teknologi yang kami kembangkan ini merupakan teknologi nasional yang dibuat oleh orang Indonesia untuk kebutuhan di Indonesia. Kami ingin membuat perangkat yang semudah mungkin digunakan, termasuk dari sisi sumber daya listrik dan pengolahan datanya,” ujar Agustya saat ditemui dalam pameran International Geothermal di JHCC Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2026).
Salah satu keunggulan perangkat yang dikembangkan Pro Tech Engineering adalah kemudahan operasional. Perangkat dapat menggunakan sumber daya sederhana seperti power bank sehingga lebih praktis digunakan di lapangan.
Selain itu, data hasil pengukuran dapat diproses dan dipantau melalui perangkat Android.
Teknologi tersebut antara lain dapat digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik lapisan tanah di bawah permukaan, mengetahui tingkat kekerasan batuan, serta mendukung pemetaan potensi sumber daya seperti geothermal dan air bawah permukaan.
Menurut Agustya, teknologi seismik tersebut juga memiliki potensi penggunaan yang luas.
Selain geothermal, perangkat dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan dan penelitian, pertambangan, pertanian, hingga identifikasi potensi air.
“Di Samosir misalnya, perangkat ini pernah digunakan untuk membantu mengidentifikasi potensi air yang dapat mendukung kebutuhan pertanian.
Jadi sebenarnya pemanfaatannya cukup luas, tidak hanya untuk satu sektor,” katanya.
Harga Lebih Terjangkau
Salah satu fokus Pro Tech Engineering adalah menghadirkan perangkat teknologi dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan perangkat impor.
Agustya menyebut salah satu perangkat yang dikembangkan perusahaan dapat ditawarkan dengan harga sekitar Rp30 juta, sementara perangkat sejenis dari luar negeri dapat mencapai ratusan juta rupiah, tergantung spesifikasi dan kebutuhan.
“Selain harga, yang kedua adalah kemudahan penggunaannya. Kami membuat perangkat yang user friendly, mudah dibawa ke lapangan, menggunakan power bank, dan hasil datanya bisa langsung diproses melalui Android,” jelasnya.
Harga yang relatif terjangkau tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi perguruan tinggi dan mahasiswa untuk menggunakan teknologi nasional dalam kegiatan penelitian.
Pro Tech Engineering bahkan membuka peluang pemanfaatan perangkat bagi mahasiswa yang membutuhkan alat untuk riset.
“Ini bukan sekadar bisnis. Kami juga ingin teknologi ini bisa membantu kemajuan pendidikan Indonesia. Kalau ada mahasiswa yang ingin melakukan riset, kami berupaya memberikan akses terhadap perangkat yang kami kembangkan,” ujar Agustya.
Pro Tech Engineering mulai memproduksi perangkatnya sejak 2024. Perusahaan kini terus mengembangkan portofolio teknologi untuk kebutuhan eksplorasi dan monitoring.
Selain perangkat seismograf, perusahaan juga mengembangkan sejumlah teknologi monitoring, antara lain perangkat untuk pemantauan pergerakan tanah atau longsor serta sistem monitoring ketinggian dan kualitas air.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga pelaku usaha.
“Kami ingin berkolaborasi dari berbagai lini, baik akademik, government maupun pebisnis. Dengan kolaborasi tersebut, kami berharap diberi kesempatan lebih luas untuk melakukan eksplorasi sekaligus pengembangan teknologi nasional,” tutur Agustya.
Pro Tech Engineering juga menyatakan bahwa teknologi yang dikembangkannya telah masuk dalam proses perlindungan kekayaan intelektual melalui pendaftaran paten.
Fokus Geothermal dan Pendidikan
Untuk tahap pengembangan berikutnya, Pro Tech Engineering akan tetap memprioritaskan sektor geothermal dan pendidikan.
Agustya menilai pengembangan teknologi lokal memiliki peran penting dalam mendukung target Indonesia untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“Kami berharap ke depannya pengembangan energi, khususnya geothermal, bisa lebih mudah dan lebih cepat tercapai di Indonesia.
Kita tidak selamanya bisa bergantung pada energi fosil. Karena itu teknologi nasional menjadi bagian penting untuk mendukung proses eksplorasi tersebut,” pungkasnya.
Melalui pengembangan perangkat yang lebih terjangkau, mudah digunakan dan dapat dioperasikan dengan teknologi digital, Pro Tech Engineering berharap semakin banyak institusi pendidikan, perusahaan, pemerintah, dan pelaku industri yang dapat memanfaatkan teknologi buatan Indonesia untuk kebutuhan eksplorasi dan monitoring di lapangan.
Pro Tech Engineering merupakan perusahaan teknologi Indonesia yang mengembangkan perangkat untuk kebutuhan eksplorasi dan monitoring, dengan fokus pada teknologi seismik, geothermal, lingkungan, dan pendidikan.
Dengan tagline “Smart Tech for Smart Exploration”, perusahaan berkomitmen mendorong pemanfaatan teknologi nasional untuk mendukung eksplorasi sumber daya dan pengembangan energi di Indonesia.(Red)


0 Komentar