Jalan Alasa–Lahemboho Masih Setapak, Warga Keluhkan Sulit Angkut Hasil Tani


NIAS UTARA, SUMATERA UTARA — Kondisi akses jalan dari Kecamatan Alasa menuju Desa Lahemboho, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, dikeluhkan masyarakat. Sejumlah bagian jalur tersebut masih berupa jalan setapak dan belum dapat dilalui kendaraan roda empat.

Jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat di lima desa, yakni Desa Lahemboho, Desa Harefanaese, Desa Loloanaa, Desa Hilisebua, dan Desa Fulolo. Selain kondisi jalan yang belum memadai, masyarakat juga menghadapi persoalan pada Jembatan Sungai Alasa yang menjadi bagian dari akses menuju wilayah tersebut. Kondisi jembatan yang belum memungkinkan dilalui kendaraan roda empat semakin menyulitkan mobilitas masyarakat dan pengangkutan hasil pertanian.

Keterbatasan akses tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga, khususnya para petani. Hasil pertanian harus dibawa melalui jalur yang sulit, sehingga membutuhkan tenaga dan biaya transportasi lebih besar untuk mencapai lokasi penjualan di Kecamatan Alasa.

Persoalan akses transportasi tersebut juga dikeluhkan karena berdampak terhadap nilai jual hasil pertanian masyarakat. Warga menyebut hasil tani mereka kerap dibeli dengan harga rendah, salah satunya karena proses pengangkutan dari wilayah produksi menuju pasar tidak mudah.

Salah satu pemuda di Sisarahili Desa Lahemboho, Ongky Prasetia Hulu, S.Kom., M.M., menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi akses jalan dan jembatan tersebut. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nias Utara memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur yang menjadi akses masyarakat desa.

“Jalan ini bukan hanya akses bagi satu desa, tetapi menjadi jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat di beberapa desa. Ditambah lagi kondisi jembatan Sungai Alasa yang belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Kami berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi di lapangan dan segera mengambil langkah untuk membangun akses yang layak,” ujar Ongky.

Menurutnya, persoalan jalan dan jembatan tidak hanya menyangkut kelancaran transportasi, tetapi juga berkaitan erat dengan perekonomian masyarakat, terutama para petani.

“Kalau jalan dan jembatan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, tentu akan sangat membantu masyarakat. Biaya angkut bisa ditekan, hasil pertanian lebih mudah dibawa ke pasar, dan petani punya peluang mendapatkan harga jual yang lebih layak,” katanya.

Ongky berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah sesuai dengan kemampuan serta skala prioritas pembangunan.

Menurutnya, akses jalan yang layak dan jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda empat akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat di lima desa tersebut.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Nias Utara segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan dari Kecamatan Alasa menuju Desa Lahemboho, termasuk akses Jembatan Sungai Alasa.

Pembangunan jalan dan peningkatan jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mempermudah distribusi hasil pertanian, menekan biaya transportasi, serta membuka akses ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nias Utara mengenai rencana pembangunan atau peningkatan jalan dan Jembatan Sungai Alasa yang menjadi bagian dari akses menuju Desa Lahemboho dan desa-desa lainnya. [red.]

0 Komentar