Majalahceo.com | Cimahi Selatan, 23 Juni 2026 — Dalam rangka mendukung program Citarum Harum serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan, Agent of Change Tim 1 Sektor 5 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembinaan kepada warga RW 31, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Selasa (23/06/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Dantim Serka Dede Yudi bersama anggota tim dan unsur kewilayahan tersebut berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Kegiatan dihadiri oleh tujuh personel yang terdiri dari unsur TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemantauan kondisi pengelolaan sampah di wilayah RW 31. Berdasarkan hasil pemantauan, diketahui bahwa wilayah tersebut belum memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS). Untuk mengatasi kondisi tersebut, masyarakat selama ini menyimpan sampah rumah tangga di masing-masing rumah dan baru mengeluarkannya saat jadwal pengangkutan oleh truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi.
Selain melakukan pemantauan, Agent of Change Tim 1 juga melaksanakan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman tentang manfaat pemilahan sampah dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah organik, tim juga mendorong pemanfaatan Loseda (Lobang Sedekah Sampah Organik) yang telah tersedia di lingkungan RW 31. Saat ini tercatat sebanyak 37 unit Loseda telah terpasang di Jalan Melong Raya RT 05 RW 31. Keberadaan Loseda diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengolah sampah organik rumah tangga secara mandiri dan ramah lingkungan.
Dalam penyampaiannya kepada masyarakat, Tim Agent of Change menekankan bahwa keberhasilan program Citarum Harum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk memilah sampah, mengurangi timbulan sampah, serta memanfaatkan sarana pengolahan yang tersedia merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan oleh setiap warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Meski demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi di lapangan. Ketiadaan lahan yang dapat digunakan sebagai TPS menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Selain itu, terbatasnya kuota pembuangan sampah ke TPA Sarimukti menyebabkan sampah rumah tangga terkadang menumpuk lebih lama di rumah warga sebelum dapat diangkut.
Melalui kegiatan ini, Agent of Change Tim 1 Sektor 5 berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan, edukasi, dan pembinaan kepada masyarakat agar tercipta budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.
Diharapkan sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Satgas Citarum Harum dapat semakin memperkuat upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.***

0 Komentar