Majalahceo.com | MAJALAYA – Satgas Citarum Harum Sektor 2 melalui Subsektor 4 Kecamatan Majalaya terus meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan limbah industri sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan dan mencegah pencemaran Sungai Citarum. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026, dengan melibatkan personel Satgas Citarum Harum bersama unsur masyarakat di wilayah Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel pagi yang dipimpin oleh Dansubsektor 4 Kecamatan Majalaya, Pelda Andri Hari Irawan. Apel tersebut diikuti oleh tiga personel TNI dan dua orang masyarakat yang turut membantu pelaksanaan tugas di lapangan. Dalam kegiatan hari itu, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol.
Setelah apel pagi, personel Satgas Citarum Harum melaksanakan patroli dan pengecekan ke PT Iwamatex yang berada di wilayah kerja Subsektor 4 Kecamatan Majalaya. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pengelolaan limbah industri berjalan sesuai dengan ketentuan dan baku mutu lingkungan yang berlaku.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, petugas menemukan kondisi air limbah dengan warna keruh pada nilai PTCO 323, suhu dalam kondisi dingin, pH 9, serta masih terdeteksi adanya bau. Berdasarkan hasil tersebut, Satgas Citarum Harum mengambil langkah cepat dengan menutup saluran pembuangan atau dop mati agar limbah tidak dialirkan ke outlet sebelum memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan.
Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Satgas Citarum Harum dalam menjaga kualitas air Sungai Citarum dari potensi pencemaran yang dapat merugikan lingkungan maupun masyarakat di sekitar aliran sungai.
Dansubsektor 4 Sektor 2 Citarum Harum, Pelda Andri Hari Irawan, menegaskan bahwa pengawasan terhadap industri akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan guna memastikan seluruh perusahaan mematuhi aturan lingkungan hidup.
“Kami tidak akan pernah berhenti melakukan pengawasan terhadap aktivitas industri yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Setiap perusahaan wajib mengelola limbahnya dengan baik dan memastikan hasil olahan limbah memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan. Ini merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga Sungai Citarum,” ujar Pelda Andri Hari Irawan.
Menurutnya, Program Citarum Harum tidak hanya berfokus pada penanganan sampah dan sedimentasi sungai, tetapi juga mencakup pengawasan terhadap sumber-sumber pencemaran yang berasal dari kegiatan industri.
“Pencegahan pencemaran harus dilakukan sejak awal. Ketika ditemukan kondisi yang belum sesuai standar, kami akan mengambil langkah-langkah pengamanan dan pembinaan agar tidak terjadi dampak yang lebih besar terhadap lingkungan. Sungai Citarum harus kita jaga bersama karena manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat,” katanya.
Selain melakukan pengawasan ke PT Iwamatex, personel Subsektor 4 juga melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan petugas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Sharon. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang sesuai dengan ketentuan lingkungan hidup.
Pelda Andri Hari Irawan menjelaskan bahwa pendekatan persuasif melalui komunikasi dan edukasi menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program Citarum Harum.
“Kami terus membangun komunikasi yang baik dengan pihak industri. Harapannya, setiap perusahaan memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga lingkungan dan menjadikan pengelolaan limbah sebagai prioritas utama dalam operasionalnya. Dengan kolaborasi yang baik, tujuan Program Citarum Harum akan lebih mudah tercapai,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengawasi potensi pencemaran yang terjadi di wilayah masing-masing.
“Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan. Jika ada indikasi pencemaran atau hal-hal yang dapat merusak lingkungan, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat. Menjaga Sungai Citarum bukan hanya tugas Satgas, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, pada Kamis, 18 Juni 2026, Subsektor 4 Kecamatan Majalaya akan melaksanakan patroli Sungai Citarum di wilayah Desa Sukamaju serta kegiatan komunikasi sosial dengan warga RT 03 RW 13 Desa Sukamaju. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Satgas Citarum Harum dalam membangun kesadaran masyarakat dan menjaga kualitas lingkungan di wilayah DAS Citarum.
Melalui pengawasan yang konsisten, pembinaan kepada industri, serta keterlibatan aktif masyarakat, Satgas Citarum Harum Sektor 2 berharap upaya pemulihan Sungai Citarum dapat terus berjalan dengan baik sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.**


0 Komentar