SATGAS CITARUM HARUM SUBSEKTOR 9 SOLOKAN JERUK TERUS DORONG PEMBUATAN DAN PEMASANGAN LOSEDA SERTA EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH

 


Majalahceo.com | Kabupaten Bandung, 19 Juni 2026 – Satgas Citarum Harum Sektor 2 Subsektor 9 Solokan Jeruk melaksanakan kegiatan pembuatan dan pemasangan LOSEDA pada Jumat (19/06/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan dilaksanakan di wilayah RT 03 RW 07, Desa Cibodas, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung yang memiliki sekitar 250 Kepala Keluarga (KK).


Kegiatan dipimpin langsung oleh Dan Tim DPP Subsektor 9, Peltu Hendi Suhendi, bersama personel Satgas Citarum Harum yang terdiri dari Serka Angga Guntara, Kopka Ayi, dan Kopda Oman. Kegiatan juga melibatkan unsur Kecamatan Solokan Jeruk, Pemerintah Desa Cibodas, serta tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kecamatan Solokan Jeruk, yaitu Bapak Cucu dan Bapak Jatma. Dari Pemerintah Desa Cibodas hadir Bapak Iwan dan Bapak Dadan, sedangkan dari unsur masyarakat hadir Bapak Agus dan Bapak Dede.


Dalam pelaksanaannya, tim berhasil melanjutkan program pembuatan LOSEDA dengan capaian sementara sebanyak 32 unit LOSEDA telah selesai dibuat, serta melakukan pemasangan 5 unit LOSEDA di lokasi yang telah ditentukan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat guna mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.


Selain melaksanakan pembuatan dan pemasangan LOSEDA, tim juga melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah yang ada di wilayah Kecamatan Solokan Jeruk. Dari hasil monitoring diketahui bahwa TPS 3R Motah-5 yang berada di wilayah Desa Bojongemas saat ini telah beroperasi dalam pengolahan sampah, namun masih terbatas pada proses pengolahan sampah umum. Pengelolaan maggot sebagai salah satu metode pengolahan sampah organik belum tersedia, sehingga potensi pengurangan sampah organik belum berjalan secara optimal.


Tim juga menemukan bahwa pemanfaatan residu hasil pengolahan sampah belum dilakukan secara maksimal. Padahal, residu tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti paving block dan produk turunan lainnya. Namun hingga saat ini pemanfaatan tersebut belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.


Selain itu, hasil pemantauan menunjukkan bahwa fasilitas komposter masih belum tersedia dan proses pemilahan sampah di tingkat masyarakat juga belum berjalan optimal. Sampah organik dan non-organik masih tercampur, sehingga menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.


Dan Tim DPP Subsektor 9 Solokan Jeruk, Peltu Hendi Suhendi, menyampaikan bahwa keberadaan LOSEDA merupakan langkah strategis dalam mendukung pengelolaan sampah dari sumbernya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.


"Pembuatan dan pemasangan LOSEDA akan terus kami dorong sebagai bagian dari upaya mendukung Program Citarum Harum.


 Selain pembangunan sarana, kami juga melakukan pemantauan terhadap sistem pengelolaan sampah yang sudah ada agar dapat diketahui berbagai potensi dan kendala yang perlu diperbaiki. Ke depan, kami berharap pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pemilahan, pengolahan organik, pemanfaatan residu, hingga pengembangan metode pengolahan lainnya seperti maggot dan komposter," ujar Peltu Hendi Suhendi.


Berdasarkan hasil kegiatan dan monitoring yang dilakukan, untuk sementara tidak ditemukan kendala yang menghambat pelaksanaan program di lapangan. Satgas bersama unsur pemerintah dan masyarakat akan terus memperkuat koordinasi guna mendukung keberhasilan Program Citarum Harum di wilayah Kecamatan Solokan Jeruk,***

0 Komentar