Majalahceo.com | Kab Bandung, 25 Juni 2026 – Satgas Citarum Harum Sektor 2 Subsektor 9 Solokan Jeruk terus melaksanakan upaya pengurangan sampah dari sumbernya melalui program Lodong Sesa Dapur (Loseda). Kegiatan pembuatan dan pemasangan loseda dilaksanakan pada Kamis (25/6/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di wilayah RT 02 RW 07 Desa Cibodas, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dantim 9, Peltu Hendi Suhendi, bersama anggota tim yang terdiri dari Serka Angga Guntara, Kopka Ayi, dan Kopda Oman.
Kegiatan juga melibatkan unsur Kecamatan Solokan Jeruk, yaitu Cucu dan Jatma, unsur Pemerintah Desa Cibodas yakni Iwan dan Dadan, serta Ketua RW 07 Agus, Adi, dan anggota Karang Taruna yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Wilayah RW 07 Desa Cibodas yang memiliki sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) menjadi salah satu lokasi pembinaan lingkungan yang terus mendapatkan pendampingan dari Satgas Citarum Harum. Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk semakin aktif dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, guna mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung terwujudnya kawasan yang bersih serta sehat.
Dalam pelaksanaannya, tim berhasil membuat 50 unit loseda baru yang akan digunakan sebagai sarana pengolahan sampah organik di lingkungan masyarakat. Selain itu, dilakukan pemasangan 2 unit loseda tambahan sehingga jumlah keseluruhan loseda yang telah terpasang di wilayah tersebut mencapai 35 unit.
Keberadaan loseda menjadi salah satu solusi yang terus didorong oleh Satgas Citarum Harum dalam mengatasi permasalahan sampah rumah tangga. Dengan metode sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat, loseda mampu membantu mengurangi volume sampah organik yang selama ini masih mendominasi timbulan sampah harian.
Selain pelaksanaan pembuatan dan pemasangan loseda, tim juga melakukan monitoring terhadap fasilitas pengelolaan sampah yang tersedia di wilayah sekitar.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa TPS 3R Motah-5 yang berada di wilayah Desa Bojongemas, Kecamatan Solokan Jeruk, masih beroperasi dan melakukan pengolahan sampah. Namun demikian, fasilitas tersebut belum memiliki sarana budidaya maggot sebagai bagian dari pengolahan sampah organik.
Di samping itu, pemanfaatan residu hasil pengolahan sampah juga belum berjalan secara optimal. Residu yang seharusnya dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna seperti paving block dan produk daur ulang lainnya, saat ini belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Sementara itu, fasilitas komposter juga belum tersedia.
Dari hasil evaluasi lapangan, masih ditemukan kondisi sampah rumah tangga yang bercampur antara sampah organik dan nonorganik. Hal tersebut menjadi perhatian bersama karena pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dantim 9 Subsektor 9 Solokan Jeruk, Peltu Hendi Suhendi, menyampaikan bahwa pembangunan loseda merupakan langkah nyata untuk mengurangi beban sampah yang selama ini masih menjadi permasalahan lingkungan di berbagai wilayah.
"Kami terus mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah masing-masing. Melalui loseda, sampah organik dapat diolah secara sederhana sehingga tidak menumpuk dan mencemari lingkungan. Semakin banyak warga yang memanfaatkan loseda, maka semakin besar pula pengurangan volume sampah yang dapat dicapai," ujar Peltu Hendi Suhendi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Satgas Citarum Harum, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Kami mengapresiasi dukungan dari pihak kecamatan, pemerintah desa, pengurus RW, Karang Taruna, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Ke depan, kami akan terus melakukan edukasi dan pendampingan agar budaya memilah sampah serta mengelola sampah organik dapat menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat," tambahnya.
Menurut Peltu Hendi Suhendi, keberadaan TPS 3R yang sudah ada perlu terus ditingkatkan kualitas pengelolaannya agar mampu memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat. Pengembangan pengolahan sampah organik melalui maggot serta pemanfaatan residu menjadi produk bernilai ekonomi merupakan langkah yang perlu didorong secara bertahap guna mendukung ekonomi sirkular berbasis lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala yang berarti. Antusiasme masyarakat dan Karang Taruna dalam mengikuti kegiatan menunjukkan semakin meningkatnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Satgas Citarum Harum Sektor 2 Subsektor 9 Solokan Jeruk menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan serta mewujudkan kawasan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan Program Citarum Harum.***

0 Komentar