Sabtu, 20 Januari 2024

Sukarya Putra Presidium BEM Nusantara 2009 dan Presma Universitas Islam Jakarta 2009 menyikapi Aksi BEM Nusantara di Malang

Sukarya Putra Presidium BEM Nusantara 2009 dan Presma Universitas Islam Jakarta 2009 menyikapi Aksi BEM Nusantara di Malang



Jakarta - Mantan Presidium Nasional BEM Nusantara 2009 - 2010 Sukarya Putra yang saat itu menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Islam Jakarta, menyikapi adanya dinamika bahwa aksi yang dilakukan oleh BEM Nusantara Provinsi Jawa Timur di Polresta Malang Kota dalam rangka advokasi keadilan itu sah saja. 


Saya sudah membaca beberapa rilis peristiwa dan dinamika tersebut, dimana pernyataan Korda BEM  Provinsi Jawa Timur bahwa sebelum aksi mereka melakukan advokasi, mempelajari kasusnya dan melakukan audiensi dan kemudian tidak ada titik temu melakukan aksi demo itu adalah hal biasa proses demokrasi di Indonesia. 


Dan aksi yang di lakukan BEM Nusantara Jawa Timur jika sudah memberikan pemberitahuan dan lain lain tentu itu merupakan hal yang boleh di lakukan dan dimaklumi dalam demokrasi di Indonesia, Dan sukarya yang merupakan Senior BEM Nusantara ini menghargai dinamika hari ini saya lihat BEM Nusantara ada 2 versi ini hal biasa, selama masing masing versi merupakan perwakilan Presiden mahasiswa di kampusnya. 


Sehingga hemat saya antar BEM Nusantara yang berbeda versi saling menghargai dalam menyikapi berbagai hal berkaitan dengan program dan gerakan masing masing untuk masyarakat dan bangsa Indonesia. Dan seyogyanya setiap instansi yang di suarakan oleh mahasiswa melalui demonstrasi itu menyikapi dengan baik dan bijak karena negara kita tidak melarang demontrasi, jangan sampai orang melekukan aksi dan demontrasi lalu dikaitkan dengan pidana dan lainya. 


Kita sering lihat ribuan mahasisma yang sering mendemo Presiden baik di Istana negara dan di DPR RI itu hal biasa dalam menyampaikan pendapat. Dan sukarya juga menyampaikan bahwa sejak jamanya menjadi aktifis di BEM Nusantara sampai saat ini Kepolisian Republik Indonesia selalu bersahabat dengan semua kalangan mahasiswa dan tidak memilih dan memilah semua kelompok mahasiswa di rangkul sebagai sahabat dan mitra kepolisian.


 

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Majalah CEO | All Right Reserved