-->

Rabu, 19 November 2025

dr.Shiane Hanoko Sheba, MKM.,MCE, Direktur Politeknik Al Islam Bandung Hadiri Rembug Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)

dr.Shiane Hanoko Sheba, MKM.,MCE, Direktur Politeknik Al Islam Bandung  Hadiri Rembug Nasional   Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)

 

Keterangan Foto = dr.Shiane Hanoko Sheba, MKM.,MCE, Direktur Politeknik Al Islam Bandung.



Jakarta ,--  Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) sukses menyelenggarakan Rembug Nasional 2025 pada 17-18 November 2025 di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Turut dihadiri oleh dr.Shiane Hanoko Sheba, MKM.,MCE, Direktur Politeknik Al Islam Bandung.


Acara bergengsi direncanakan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, dan menghadirkan pemangku kepentingan pendidikan tinggi dari seluruh nusantara.


Mengusung tema besar “Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045”, Rembug Nasional APTISI 2025 dirancang sebagai platform strategis untuk merumuskan roadmap pendidikan tinggi Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan menyongsong generasi emas Indonesia.


Saat ditemui awak media dr.Shiane Hanoko Sheba, MKM.,MCE, Direktur Politeknik Al Islam Bandung mengatakan bahwa, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta seharusnya bisa support perguruan tinggi Swasta seluruh Indonesia, sehingga seluruh perguruan tinggi di Indonesia bisa akses gratis terhadap mobil data tersebut, belum lagi seperti aplikasi untuk pembelajaran management system itu juga ada dibutuhkan untuk financial management misalnya itu juga harganya nggak murah puluhan juta sampai ratusan juta, dan kami ingin mencukupi kebutuhan dan meningkatkan mutu kampus kami dengan digitalisasi tersebut ini yang kami sampaikan dari perguruan tinggi yang tidak besar dengan mahasiswa sedikit untuk support dari pemerintah, ujar dr Shiane.


dr Shiane menambahkan Untuk beasiswa juga KIP saya sudah berulang kali mengolah , kami kan mahasiswa swasta Vokasi dibidang kesehatan dimana Vokasi itu 60 persen harus praktik dan 40 persen teori dengan dana KIP dengan Dana 4 juta untuk kampus kami itu tidak cukup sehingga kami ingin mengusulkan bahwa Dana pendidikan atau beasiswa itu tidak cukup untuk kampus kami mungkin cukup di angka 10 juta,jelas dr Shiane.


dr Shiane berharap dengan adanya Rembug Nasional dari APTISI ini semua hal yang kami sampaikan itu bisa tersalurkan dan mendapat sambutan dari pemerintah sehingga kita semua bisa maju sama -sama tidak hanya perguruan tinggi negri saja tapi juga perguruan tinggi swasta terutama juga dengan Vokasi yang seperti kami kita bisa maju melangkah sama sama, pungkasnya.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved