-->

Kamis, 27 November 2025

Berkat Doa Ibu, Maliq Sandang Gelar Juara Nasional New Gen 2025 Setelah Raih 3 Penghargaan di Passion Drift Awards

Berkat Doa Ibu, Maliq Sandang Gelar Juara Nasional New Gen 2025 Setelah Raih 3 Penghargaan di Passion Drift Awards

 


Jakarta – Drifting, yang kini telah menjadi disiplin balap profesional, terus melahirkan kompetitor muda berbakat di Indonesia. Kegiatan memacu adrenalin ini bukan sekadar hobi, melainkan seni mengontrol mobil yang menantang, menjadikannya pusat perhatian, terutama di kalangan anak muda penyuka otomotif.


Salah satu talenta muda yang bersinar adalah Maliq Abbyzandharu Kazuo. Ia sukses mendominasi Kejurnas Passion Drift Challenge 2025 yang berlangsung pada 22-23 November 2025 di Sentul Otopark. Tampil di kelas New Gen, Maliq berhasil membawa pulang tiga penghargaan bergengsi, termasuk gelar puncak Juara Nasional (National Champion) New Gen 2025.


Kemenangan ini diraih berkat akumulasi poin tertinggi dari total tiga seri yang dipertandingkan. Selain merebut titel Juara Nasional 2025 New Gen Class, drifter muda ini juga menjadi pemenang di seri final (Seri ke-3) dan meraih penghargaan Top Qualifier New Gen, sebuah predikat bagi pembalap dengan nilai kualifikasi tertinggi.


“Maliq berhasil memboyong Juara Nasional 2025 New Gen Class 2025 berkat raihan akumulasi jumlah poin tertinggi yang dikumpulkan di tiap seri. Ia juga berhasil menjadi Juara 1 di seri final Round New Gen Class dan meraih Top Qualifier New Gen,” jelas Andre Irawan, Team Manager Club Intertek Maliq Racing Team.


Andre menambahkan bahwa kunci keberhasilan Maliq, yang bersaing ketat dengan rivalnya M. Aryasatya, adalah latihan yang intens dan konsisten dalam menyetir.


Peran Doa dan Dukungan Ibu


Keberhasilan pria kelahiran 19 Februari 2010 ini tak lepas dari disiplinnya dan dukungan penuh dari keluarga. Maliq mengungkapkan persiapan yang dilakukannya: “Persiapan yang saya lakukan antara lain persiapan skill dengan wajib berlatih secara intens selama satu bulan sebelum balapan, termasuk juga latihan di simulator. Lalu, secara fisik saya melakukan olahraga jogging dan fitness ringan.”


Namun, di balik kecepatan dan keberaniannya, terdapat rasa kuatir seorang ibu. Wida Yulianita, Ibunda Maliq, mengakui bahwa ia sempat kuatir saat putranya mulai menekuni drifting di usia 14 tahun.

“Sejujurnya sampai sekarang rasa itu (kuatir) masih muncul saat ia sedang balapan mobil. Namun, rasa ketakutan itu akhirnya jauh berkurang saat mengetahui anak kita sudah mendapatkan perlindungan dengan benar,” tutur Wida.


Ia memastikan semua kebutuhan keselamatan, seperti helm SNI/FIA, wearpack, roll cage yang proper, hingga pemeriksaan mekanik dan APAR di mobil, terpenuhi.

Wida menambahkan, “Lalu, cara paling ampuh dan menenangkan mengatasi ketakutan seorang ibu saat anak sedang balapan mobil adalah dilewat doa yang selalu saya panjatkan kepada Allah SWT agar putera saya dalam perlindungan-Nya.”


Wida, yang selalu mendampingi Maliq sejak latihan hingga balapan, akan terus menjadi pendukung terbesarnya selama putranya disiplin, bertanggung jawab, dan menikmati proses pengembangan bakatnya.


Didukung oleh mobil BMW E36 tahun 1995 bermesin 3000 cc yang telah dimodifikasi sesuai regulasi dan menggunakan ban semi slick, performa Maliq semakin maksimal.

Maliq menyatakan ambisinya untuk tahun mendatang. “Ke depannya, saya dan Intertek Maliq Racing Team akan fokus mempersiapkan diri menghadapi kelas Pro 2. Persiapan utama yang dilakukan adalah upgrade mesin mobil dan peningkatan skill melalui latihan intens selama 2 bulan sebelum Seri 1 2026 dimulai.”


Andre Irawan optimistis dengan potensi Maliq yang cepat beradaptasi. “Walaupun terkadang emosi masih naik turun belum stabil tak lain adalah karena faktor umur yang masih belia. Ia pun tertantang untuk menaklukkan para pesaingnya di tahun 2026 dan berlatih secara konsisten untuk bisa menjuarai kelas Pro 2,” tutup Andre.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved