-->

Rabu, 31 Desember 2025

Ketum GEMPAR: Jangan Wariskan Sistem Pendidikan yang Terkontaminasi Korupsi

Ketum GEMPAR: Jangan Wariskan Sistem Pendidikan yang Terkontaminasi Korupsi



MAJALAH Ceo.Com,Bandung,  — Gerakan Masyarakat Pendidikan Anti Korupsi (GEMPAR) menegaskan komitmennya menjadikan tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan dunia pendidikan dari berbagai praktik korupsi yang selama ini masih membayangi sektor tersebut. Seruan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum GEMPAR, H. Zacky Satria, SE, sebagai bentuk keprihatinan sekaligus peringatan moral bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
‎Menurut H. Zacky Satria, pendidikan seharusnya menjadi ruang paling bersih dan bermartabat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun pada kenyataannya, masih ditemukan berbagai persoalan seperti penyalahgunaan anggaran, pungutan liar, hingga lemahnya transparansi dalam tata kelola pendidikan.
‎“Tahun 2026 harus menjadi titik balik. Pendidikan tidak boleh terus berada dalam cengkeraman praktik korupsi. Jika dunia pendidikan rusak, maka rusak pula masa depan bangsa Indonesia,” tegas H. Zacky Satria.Ia menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi harus dimulai dari kesadaran kolektif melalui pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan dan terstruktur.
‎“GEMPAR mendorong penguatan pendidikan antikorupsi sejak dini, pengawasan publik yang aktif, serta keterbukaan dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat,” ujarnya.
‎Lebih lanjut, Zacky menyatakan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan edukasi, advokasi, serta pengawasan partisipatif guna mencegah terjadinya penyimpangan di sektor pendidikan. Gerakan ini juga diharapkan mampu membangun budaya integritas dan kejujuran di lingkungan sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya.
‎Dengan semangat perubahan, GEMPAR optimistis bahwa pendidikan Indonesia dapat bangkit dan menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan bebas dari praktik korupsi, tandasnya***

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved