MAJALAH Ceo.Com,Bandung, 15 Januari 2026,– Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bandung menggelar upacara dalam rangka Memperingati Hari Dharma Samudra Tahun 2026, bertempat di Lapangan Apel Mako Lanal Bandung. Jalan Aria Jipang No. 8 Kota Bandung, Kamis (15/01). Bertindak Selaku Inspektur Upacara Komandan Lanal Bandung Kolonel Laut (P) Erfan Indra Darmawan, S.E., M.M.
Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr. Opsla., Yang dibacakan oleh Inspektur upacara mengatakan bahwa peringatan Hari Dharma Samudera ini merupakan momentum untuk mengenang para pahlawan samudera yang telah mendharma bhaktikan hidupnya demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini. Pada peringatan Hari Dharma Samudera kali ini, kita mengingat kembali peristiwa heroik dalam sejarah perjalanan TNI Angkatan Laut, dimana perjuangan para pahlawan Jalasena enam puluh empat tahun silam, tepatnya paga tanggal 15 januari 1962 di laut Arafuru, telah menjadi saksi bisu pengorbanan perjuangaan para pahlawan lait Indonesia dalam mempertahankaan kemerdekaan menghadapi penjajah. Ditandai dengan seruan semangat rela berkorban dan pantang menyerah olah Komodor Yps Sudarso, “Kobarkan Semangat Pertempuran!!!” mengiringi perlawanan tanpa lelah Kapal Perang RI Matjan Tutul menghadang armada Kapal Perang Belanda.
Semangat bertempur dan pantang menyerah prajurit Kapal Perang RI Matjan Tutul tersebut telah menorehkan tinta emas dalam sejarah nasional perjuangan bangsa Indonesia. Peristiwa Heroik yang tidak pernah pudar dihati segenap rakyat dan bangsa Indonesia, khususnya bagi para prajurit jalasenasampai dengan saat ini.
Pada kesempatan ini saya menekankan Peringatan Hari Dharma Samudera Harus Menjadi Kontemplasi Dan Refleksi Diri untuk meneladani nilai dan semangat juang yang ditunjukan oleh para pahlawan samudera yaitu sikap ksatria, rela berkorban dan pantang menyerah, serta patriotsme tanpa batasyang menjadi jati diri prajurit matra laut. Para pahlawan tersebut telah membuktikan bangsa Indonesia tidak akan pernah gentar menghadapi musuh dalam upaya mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai kepahlawanan Samudera yang telah ditunjukan oleh para pendahulu itu harus kita warisi dengan sepenuh hati. Nilai-nilai pertempuran laut yang luhur ini harus menjadi jiwa dan semangat generasi penerus untuk menghadapi tantangan tugas masa kini dan masa depan yang tidak kalah beratnya. Spirit dari peringatan Hari Dharma Samudera ini harus dapat diaktualisasikan dalam tugas-tugas kekinian. Untuk itulah kita dididik menjadi prajurit jalasena yang tangguh menghadapi badai dan gelombang, demi tugas mulia mempertahankan kedaulatan negara di laut.
Sebelum mengakhiri amanat ini, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh prajurit jalasena dimanapun bertugas, yang telah memberikan segenap pengabdian terbaik demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, melalui Semangat Jalesveva Jayamahe, mari kita jadikan momentum peringatan Hari dharma samudera ini untuk bersama-sama membangun TNI Angkatan Laut, menjadi kekuatan pertahahan negara dilaut yang kuat, prpfesional dan memiliki Deterrent Effect yang tinggi serta dicintai oleh rakyat dan bangsa Indonesia. (Pen Lanal Bnadung).
masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, termasuk menjaga integritas dan keutuhan wilayah telah ditunjukkan diberbagai peristiwa pertempuran laut sepanjang perang kemerdekaan. Setelah perang kemerdekaan, perjuangan tetap dilaksanakan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia, salah satu peristiwa yang akan terus dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia adalah pertempuran Laut Arafuru pada tanggal 15 Januari 1962. Kisah kepahlawanan ini telah menjadi catatan tinta emas dalam lembar sejarah perjalanan bangsa. Pekik “kobarkan semangat yang digaungkan oleh Komodor Yos Sudarso, menggambarkan jiwa patriotisme dan semangat pantang menyerah dari para pahlawan yang akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh generasi dalam melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan.
Gugurnya Komodor Yos Sudarso dan sejumlah putra terbaik Angkatan Laut pada pertempuran Laut Arafuru tersebut, kemudian menjadi sentimen nasional perekat tekad bangsa Indonesia merebut Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi. Peristiwa ini kemudian menjadi momentum peringatan semua pertempuran laut yang hari ini kita peringati sebagai Hari Dharma Samudera. ”Kapanpun negara memanggil TNI Angkatan Laut akan selalu siap mengorbankan jiwa dan raga demi keutuhan bangsa. Kita tidak akan mundur satu yard pun demi tegaknya kedaulatan negara di setiap jengkal laut nusantara.” TNI Angkatan Laut yang saya cintai dan saya banggakan, dari sejarah dan keteladanan tokoh-tokoh yang terlibat dalam pertempuran Laut Arafuru, terdapat banyak nilai berharga yang dapat kita jadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. nilai-nilai seperti patriotisme, yang tercermin dalam kecintaan mereka terhadap tanah air yang melebihi kepentingan pribadi, menjadi salah satu pelajaran penting.
Selain itu, kepemimpinan yang tegas dan visioner, seperti yang ditunjukkan oleh Komodor Yos Sudarso dalam memimpin pasukannya di tengah situasi kritis, adalah teladan nyata tentang pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan. Kemudian, nilai rela berkorban yang mereka miliki, bahkan hingga mengorbankan nyawa, mengajarkan kita arti sebenarnya dari pengabdian tanpa pamrih. Semua nilai luhur ini menjadi warisan moral yang harus terus dihidupkan dalam setiap generasi untuk membangun bangsa yang lebih kuat dan bermartabat. Sejarah adalah pelajaran yang sangat penting dan berharga karena mengajarkan kita tentang pengorbanan dan semangat juang para pahlawan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan negara. dengan mempelajari sejarah kita tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga memperkuat rasa cinta tanah air serta menyadari pentingnya menjaga kedaulatan negara sebagai warisan tak ternilai dari para pahlawan yang telah mendahului kita. Meskipun situasi, tantangan dan permasalahan yang kita hadapi hari ini tidak sama persis dengan masa lalu, tetapi nilai-nilai kepahlawanan tidak pernah berubah. Apapun tantangan yang kita hadapi sekarang dan yang akan datang tetap tunjukkan sikap ksatria, rela berkorban dan pantang menyerah.
Hari ini kita tetap membutuhkan jiwa patriotisme yang mencintai negara melebihi kepentingan diri sendiri. Semangat patriotisme ini menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan bangsa, terutama di tengah berbagai tantangan global dan nasional yangterus berkembang. kita juga tetap memerlukan kerelaan untuk mengorbankan kepentingan pribadi atau golongan demi kepentingan bangsa dan negara. Jiwa yang rela berkorban bukanhanya sebuah slogan, tetapi sebuah panggilan untuk bertindak, dengan berkontribusi secara nyata bagi kesejahteraan bangsa. Selaras dengan semangat “Jalesveva Jayamahe”, Justru Di Laut Kita Jaya, saya berharap peringatan Hari Dharma Samudera ini, dapat menginspirasi bangsa Indonesia dan mendorong upaya nyata dalam mengembalikan tradisi kejayaan Indonesia sebagai bangsa pelaut, yang tidak hanya tangguh dalam menjaga kedaulatan wilayh unggul dalam memanfaatkan potensi kelautan untuk kemakmuran bangsa Indonesia.
Marilah kita berdoa dan memohon, semoga pengorbanan para pahlawan samudera mendapatkan balasan dengantempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. sedangkan bagi kita semua generasi penerus, semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala, senantiasa memberikan petunjuk dan perlindungan-Nya kepada kita semua dalam melanjutkan dharma bhakti kepada TNI Angkatan Laut, TNI, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama.
#(Pen Lanal Bandung).



FOLLOW THE MAJALAH CEO AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow MAJALAH CEO on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram