Bekasi – Banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir Kabupaten Bekasi kembali menimbulkan persoalan serius dan menyayat nurani. Warga Kampung Muara Beting, Kecamatan Muara Gembong, dibuat bingung setiap kali ada warga yang meninggal dunia, lantaran akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) hampir selalu terendam banjir.
Kondisi ini memaksa warga harus menerjang genangan air untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman. Bahkan, dalam situasi darurat, warga terpaksa mengambil langkah alternatif dengan memakamkan jenazah di atas tanggul, meski lokasi tersebut tidak ideal dan bersifat sementara.
“Kalau sudah banjir, akses ke TPU susah. Mau tidak mau warga harus menerjang air. Kadang kita ambil langkah lain, jenazah dimakamkan di tanggul. Tapi itu juga tidak akan selamanya muat,” ujar Aprudin, Ketua RT 05/02 Kampung Muara Beting, Rabu (7/1/2026).
Menurut Aprudin, wilayah tersebut mengalami banjir rob hampir setiap pekan. Kondisi ini membuat proses pemakaman warga menjadi tidak maksimal dan penuh keprihatinan.
“Iya, itu masih area TPU, tapi karena banjir, warga yang meninggal hari ini kita kuburkan di tanggul. Banjir rob di sini hampir seminggu sekali,” jelasnya.
Peristiwa pilu kembali terjadi pada Rabu (7/1/2026), saat seorang warga Kampung Muara Beting RT 03/02 bernama Warsan, orang tua dari Ketua RT Sayim, meninggal dunia. Akibat akses pemakaman yang terendam banjir, prosesi penguburan harus dilakukan dengan segala keterbatasan.
Warga pun berharap pemerintah daerah hingga pemerintah pusat segera turun tangan dan mencarikan solusi konkret, khususnya penyediaan TPU yang layak dan bebas dari ancaman banjir rob.
“Kami berharap ada solusi dari pemerintah, baik daerah maupun pusat, agar wilayah Muara Gembong punya TPU yang aman dan layak, supaya proses pemakaman warga bisa berjalan dengan manusiawi,” pungkas Aprudin mewakili warga.



FOLLOW THE MAJALAH CEO AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow MAJALAH CEO on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram