-->

Sabtu, 21 Februari 2026

Puasa Sehat Tanpa Lemas, Ini Panduan Praktis dari Dr. Jusuf Kristianto

Puasa Sehat Tanpa Lemas, Ini Panduan Praktis dari Dr. Jusuf Kristianto

 

Jakarta -Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, bulan suci ini menjadi momentum tepat untuk memperbaiki pola hidup agar lebih sehat dan teratur. 


Menurut Dr. Jusuf Kristianto, MPH, PhD, Ahli Kesehatan Masyarakat, puasa yang dijalani dengan strategi tepat justru bisa membuat tubuh tetap bugar dan energi terjaga sepanjang hari.


“Komposisi gizi saat puasa sebenarnya sama seperti hari biasa. Yang berbeda hanya waktunya,” jelas Dr. Jusuf.


 Sahur: Bahan Bakar Utama Seharian 


Sahur memegang peran penting sebagai sumber energi utama. Dr. Jusuf menyarankan untuk memilih makanan tinggi serat dan protein seperti oatmeal, telur, kacang-kacangan, atau roti gandum agar rasa kenyang bertahan lebih lama.


Karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau ubi juga dianjurkan karena mampu memberikan energi secara bertahap.


Jangan lupa minum 2–3 gelas air putih agar tubuh tetap terhidrasi.

Sebaliknya, makanan terlalu manis atau asin sebaiknya dihindari karena bisa memicu rasa haus dan lapar lebih cepat.


 Berbuka: Jangan Kalap, Tetap Bertahap 


Saat adzan Maghrib berkumandang, berbuka sebaiknya diawali dengan kurma dan air putih untuk mengembalikan energi secara cepat namun tetap aman bagi tubuh.

Dr. Jusuf mengingatkan agar tidak langsung menyantap gorengan atau makanan tinggi gula secara berlebihan. Lonjakan gula darah yang drastis justru bisa membuat tubuh cepat lemas.


“Berbuka dengan makanan ringan dulu, lalu lanjutkan dengan menu utama agar sistem pencernaan tidak kaget,” ujarnya.


Menu seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak sehat seperti sayur, sup, ikan, atau daging tanpa lemak menjadi pilihan ideal.


 Gizi Seimbang, Tubuh Tetap Prima 


Perubahan jadwal makan saat Ramadan bukan alasan untuk mengabaikan keseimbangan gizi. Konsumsi sayur dan buah tetap penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat.


Lemak sehat dari alpukat, ikan, dan kacang-kacangan juga dianjurkan. Sementara itu, makanan olahan, cepat saji, tinggi garam dan lemak jenuh sebaiknya dibatasi.

Dengan pola makan yang tepat, tubuh akan lebih mudah beradaptasi meski ritme makan berubah.


 Tetap Aktif dan Cukup Istirahat


Puasa bukan berarti bermalas-malasan. Aktivitas ringan seperti jalan kaki atau stretching bisa dilakukan setelah berbuka atau sebelum sahur.


Tidur yang cukup juga menjadi kunci agar tubuh tidak mudah lemas. Selain itu, mengelola stres melalui ibadah, meditasi, atau aktivitas menenangkan dapat membantu menjaga keseimbangan fisik dan mental.


 Kondisi Khusus, Perlu Konsultasi


Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, maag, hipertensi, atau GERD, konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa sangat dianjurkan.


Jika muncul gejala seperti pusing berat, lemas berlebihan, atau tanda dehidrasi, puasa sebaiknya dihentikan demi menjaga keselamatan kesehatan.


 Ramadan Sehat, Ibadah Lancar


Kesimpulannya, puasa sehat bukan hanya soal menahan diri, tetapi juga menjaga asupan gizi, hidrasi, aktivitas, dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.


Dengan langkah sederhana dan disiplin, Ramadan bisa dijalani dengan tubuh tetap prima, stamina terjaga, dan ibadah pun semakin khusyuk.




Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved