Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB di Kampung Babakan Simpang Gunung Leutik itu dilaksanakan secara gotong royong oleh anggota Satgas TMMD bersama masyarakat hingga menjelang subuh. Pengecoran difokuskan pada ruas jalan dari titik 1.100 meter menuju arah 1.200 meter.
Dengan tambahan tersebut, progres pembangunan jalan beton sepanjang 1,5 kilometer terus menunjukkan peningkatan. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian di wilayah Cipelah dan sekitarnya.
Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav. Samto Betah sebelumnya menyatakan bahwa TMMD yang berlangsung selama 30 hari merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bandung, TNI, dan masyarakat.
“Melalui TMMD ini diharapkan terwujud kebersamaan dalam membantu masyarakat mengatasi kendala di bidang infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan kesejahteraan. Sasaran fisik utama TMMD ke-127 ini adalah pembangunan jalan Cipelah,” katanya.
Selain sasaran fisik, TMMD juga melaksanakan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan sosialisasi wawasan kebangsaan dengan melibatkan sekitar 150 personel TNI.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebut pembangunan jalan melalui TMMD Ke-127 didukung anggaran Rp10 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung Tahun 2026.
Menurut dia, kolaborasi dengan TNI AD tersebut sejalan dengan upaya percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa, khususnya di wilayah Rancabali yang memiliki potensi pertanian cukup besar.
TMMD Reguler Ke-127 Tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”
#Yj




FOLLOW THE MAJALAH CEO AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow MAJALAH CEO on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram