Keterangan Foto : Ketua Umum Asprumnas M.Syawali SE.MM.
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan gagasan program baru bertajuk gentengisasi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul pada Senin (2/2/2026). Program gentengisasi ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang turut diluncurkan Prabowo pada kesempatan tersebut.
Melalui program gentengisasi, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas dan kelayakan rumah masyarakat, sekaligus menanggulangi persoalan kekurangan hunian. Mengingat hingga kini masih terdapat sekitar 9,9 juta kepala keluarga yang belum memiliki rumah sendiri.
Program gentengisasi dirancang sebagai gerakan nasional untuk menggantikan atap rumah berbahan seng dengan genteng, khususnya genteng tanah liat. Menurut Prabowo, sasaran utamanya tidak semata-mata mengganti material atap, tetapi juga mempercantik tampilan Indonesia, meningkatkan kenyamanan tempat tinggal, memperkuat citra bangsa di mata wisatawan, serta mendorong pergerakan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
Penggunaan atap seng yang masih umum di berbagai daerah dinilai kurang sesuai dengan kondisi iklim tropis karena menimbulkan panas berlebih, mudah berkarat, dan tampilan yang kurang tertata, sehingga dianggap belum mencerminkan kemajuan nasional.
Karena itu, Prabowo menargetkan agar rumah-rumah di Indonesia beralih menggunakan genteng. Gagasan ini diwujudkan melalui proyek gentengisasi yang akan didukung oleh Koperasi Merah Putih, termasuk pendirian pabrik khusus untuk memproduksi genteng.
Ketua Umum Asprumnas M.Syawali SE.MM. Angkat. Bicara terkait Program gentengisasi tersebut, menurutnya. Program Gentengisasi. Bertujuan Utama Untuk Meningkatkan kenyamanan hunian, mengatasi panas, mengurangi karat pada atap seng, serta memperbaiki estetika permukiman di Indonesia,ungkapnya kepada awak media di Jakarta, senin 9/2/2026.
Ketua Umum Asprumnas M.Syawali SE.MM. mengatakan bahwa Bagian dari Program Bedah Rumah : Program ini akan diintegrasikan melalui mekanisme bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Ditambahkannya, bahwa Dukungan Pemerintah & Anggaran : Program ini didukung oleh partai pemerintah, dengan estimasi anggaran -/+ mencapai hampir Rp1 triliun untuk pelaksanaannya.
Motor Ekonomi Desa / UMKM : Pengamat dan pemerintah mendorong agar program ini menggunakan produk genteng dalam negeri untuk menggerakkan roda ekonomi desa dan membantu UMKM lokal. Melalui Koperasi Merah Putih demi perputaran Ekonomi Nasional di sektor Riil Dan juga mencegah terjadinya pemanasan Global dan efek rumah kaca, ujarnya.
Menurut Arahan AHY : Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa gentengisasi merupakan bagian dari upaya perbaikan rumah tidak layak huni.
Perlu Kajian : Beberapa pihak, seperti Plt Bupati Bekasi, menyebutkan program ini perlu kajian lebih lanjut terkait implementasi di daerah dan mekanisme pelaksanaannya ?
"Kalau Saya sebagai Ketum Asprumnas berharap agar produksi gentengisasi tidak merusak lingkungan Seperti didaerah Kecamatan Sonnggom Kabupaten Brebes posisi pinggir sungai kecamatan larangan dan kecamatan pupuk Tegal tanah merah liat sebagai bahan baku penutup rumah / genteng dan Bata Merah, Sehingga berdampak lingkungan yang signifikan,"tambahnya.
"Dan saya mencegah agar Pabrikasi pabrik2 besar tidak ikut untuk memproduksi secara massal - masif kebutuhan akan genteng merujuk program Gentengisasi," pungkasnya.(Red)
[9/2 17.03] MAJALAH CEO



FOLLOW THE MAJALAH CEO AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow MAJALAH CEO on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram