-->

Jumat, 10 April 2026

Strategi Foton Memacu Elektrifikasi Kendaraan Niaga lewat Lokalisasi

Strategi Foton Memacu Elektrifikasi Kendaraan Niaga lewat Lokalisasi

 



Jakarta — PT Indomobil Global Transportasi bersama produsen otomotif global Foton mempertegas komitmen transisi energi di sektor transportasi komersial Indonesia. Melalui partisipasi dalam GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026, Foton mulai mengandalkan lini kendaraan listrik (EV) yang dirakit secara lokal untuk menekan biaya operasional pelaku industri.


Mengusung tema “Electric Strength for Every Journey”, Foton memperkenalkan ekosistem “Easy Move”. Ini merupakan solusi end-to-end yang mengintegrasikan unit kendaraan, infrastruktur pengisian daya, hingga manajemen armada dalam satu sistem terhubung.


COO Foton Indonesia, Edi Napis, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis bagi adopsi kendaraan listrik komersial. Dukungan pemerintah terhadap percepatan elektrifikasi menjadi momentum bagi Foton untuk memosisikan diri sebagai mitra transformasi bisnis yang berkelanjutan.


“Foton hadir bukan sekadar membawa produk, melainkan solusi mobilitas terintegrasi. Melalui ‘Easy Move’, kami memberikan nilai tambah di luar kendaraan (value beyond vehicle) untuk mendukung efisiensi operasional pelanggan,” kata Edi di Jakarta, Rabu (8/4/2026).


Langkah konkret Foton dalam mendukung industri otomotif nasional ditandai dengan penguatan basis produksi di dalam negeri. Melalui fasilitas milik Indomobil Group di Pulo Gadung, Jakarta, Foton telah memulai perakitan lokal dengan skema Completely Knocked Down (CKD).


Fokus perakitan lokal ini menyasar model-model kunci seperti eMILER, eAUMARK, dan eTRUCKMATE. Saat ini, kendaraan listrik yang dihasilkan telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 36,25 persen.


Strategi lokalisasi ini dipandang krusial dari sisi:

1. Menjamin Stabilitas Suplai: Mempercepat waktu distribusi unit ke tangan konsumen.

2.  Adaptasi Pasar:Penyesuaian spesifikasi kendaraan dengan karakteristik jalan dan kebutuhan beban angkut di Indonesia.

3. Efisiensi Biaya: Memberikan harga yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha logistik.


Dalam ajang GIICOMVEC 2026, Foton memamerkan lini lengkap kendaraan listrik untuk berbagai kebutuhan sektor industri. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kemunculan perdana (first appearance) eTUNLAND, sebuah truk double cabin bertenaga listrik yang dirancang sebagai kendaraan multifungsi operasional tambang maupun perkebunan.


Selain itu, ditampilkan pula varian van listrik eVIEW CONNECT, truk listrik ringan eTRUCKMATE untuk logistik last-mile, serta seri eMILER dan eAUMARK yang menyasar segmen distribusi menengah.


Luis Huo dari Foton Global menekankan bahwa inovasi ini didukung oleh pusat riset global yang tersebar di berbagai negara. “Kami ingin memastikan setiap perjalanan bisnis berjalan lebih efisien dan dapat diandalkan melalui teknologi nirkabel dan ramah lingkungan,” tuturnya.


Menyadari bahwa kendaraan niaga sangat bergantung pada waktu operasional (uptime), Foton telah memperluas jaringan purnajualnya secara masif. Dalam kurun waktu tiga tahun, jaringan layanan servis kini telah mencapai lebih dari 59 titik di seluruh wilayah Indonesia.


Ekspansi jaringan ini bertujuan untuk meminimalkan waktu henti kendaraan (downtime) akibat perawatan, yang seringkali menjadi kekhawatiran utama pelaku usaha saat beralih ke teknologi listrik.


Kehadiran Foton di bawah bendera Indomobil Group menandai babak baru persaingan kendaraan komersial di Indonesia, di mana efisiensi energi dan rendahnya emisi karbon mulai menjadi variabel penentu dalam memenangkan persaingan di sektor logistik dan transportasi nasional







Memasuki Hari Ketiga, GIICOMVEC 2026 Tawarkan Solusi Komprehensif bagi Sektor Logistik


JAKARTA– Pameran kendaraan komersial GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 terus menunjukkan tren positif memasuki hari ketiga penyelenggaraannya di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jumat (10/4/2026). 


Momentum ini menjadi kesempatan strategis bagi para pelaku industri untuk mengeksplorasi inovasi terbaru sekaligus memperluas jaringan bisnis di sektor logistik dan transportasi.


Sebagai platform business-to-business (B2B) yang terintegrasi, pameran tahun ini mempertemukan berbagai merek kendaraan komersial terkemuka dengan para pelaku usaha dalam satu ekosistem.


Sejumlah brand besar yang turut memeriahkan pameran antara lain Daihatsu, DFSK, Farizon, Ford, Foton, Mitsubishi Fuso, Hino, Isuzu, JAC Motors, SANY, Suzuki, Toyota, Wuling, hingga Linxys. Kehadiran para manufaktur ini membawa beragam solusi kendaraan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis secara tepat guna.


Para pengunjung tidak hanya dapat melihat spesifikasi teknis di atas kertas, tetapi juga diberikan ruang untuk merasakan langsung performa kendaraan melalui fasilitas yang telah disediakan. Salah satunya adalah area demo yang berlokasi di Loading Dock Hall B3, di mana pengunjung bisa menguji performa unit dalam kondisi nyata. 


Selain itu, terdapat pula static display di area Open Space Hall B yang menyajikan berbagai unit unggulan dari berbagai merek ternama.


Fasilitas pengujian langsung ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha dalam mengevaluasi berbagai aspek krusial sebelum mengambil keputusan investasi. 


Beberapa poin utama yakni meliputi kapabilitas performa mesin dalam berbagai kondisi operasional, efisiensi konsumsi bahan bakar guna menekan biaya operasional, hingga kecanggihan sistem keselamatan untuk menunjang keamanan kerja. 

Serta kesesuaian dimensi dan spesifikasi kendaraan dengan kebutuhan spesifik masing-masing bidang bisnis.


Selain pameran produk dan demonstrasi kendaraan, GIICOMVEC 2026 juga menggelar sesi seminar strategis yang menjadi wadah diskusi bagi para pemangku kepentingan. 


Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan mendalam mengenai teknologi generasi terbaru serta arah kebijakan industri kendaraan komersial di masa depan. Keputusan bisnis yang tepat dinilai membutuhkan kombinasi antara akurasi data dan pembuktian langsung di lapangan, yang semuanya terangkum dalam penyelenggaraan hari ketiga ini.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved