-->

Rabu, 15 April 2026

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka di ICE BSD, Hadirkan 900 Lebih Inovasi Laboratorium Global

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka di ICE BSD, Hadirkan 900 Lebih Inovasi Laboratorium Global

 


​TANGERANG – Pameran industri laboratorium serta produk kimia untuk sektor medis, farmasi, pendidikan, dan penelitian ilmiah terbesar di Indonesia, Lab Indonesia 2026, resmi dibuka hari ini di Hall 5-7 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Pameran edisi kedelapan ini akan berlangsung mulai tanggal 15 hingga 17 April 2026.


​Mengusung tema "Shaping the Future of Indonesia's Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness", ajang ini menghadirkan 305 perusahaan dari 16 negara/wilayah. Dengan total 921 teknologi dan solusi laboratorium yang ditampilkan dari 32 negara, pameran ini ditargetkan akan dihadiri oleh 15.000 pengunjung profesional.


Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, menyampaikan bahwa Lab Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga pengalaman komprehensif bagi para pelaku industri, terutama melalui tingginya partisipasi internasional untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar strategis.


​"Lab Indonesia terus berkembang sebagai platform yang mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan industri di Indonesia. Pada edisi ke-delapan ini, kami menghadirkan skala yang lebih besar, program yang lebih beragam, serta berbagai kolaborasi strategis yang membuka peluang baru bagi pelaku industri, akademisi, dan profesional untuk saling terhubung dan berkembang," ujar Kristi.


​Berbagai program unggulan kembali dihadirkan, antara lain 21 acara LabForum dan 135 acara LabTalk yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan teknologi dan praktik laboratorium berkelanjutan.


Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M. Eng., menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem riset dan industri laboratorium nasional.


​"Kemajuan riset dan industri sangat ditentukan oleh kualitas infrastruktur laboratorium, akses terhadap teknologi mutakhir, serta konektivitas antarpelaku ekosistem. Melalui Lab Indonesia, akan terjadi akselerasi transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta terbukanya peluang kolaborasi strategis antara periset, industri, dan pemerintah. Inilah fondasi penting dalam membangun kemandirian teknologi nasional," papar Ratno.


​Lebih lanjut, Ratno menambahkan mengenai kaitan industri ini dengan peta jalan nasional. "Lab Indonesia menjadi bagian penting dari ekosistem inovasi nasional. Sektor riset, inovasi, dan industri berbasis teknologi tinggi dapat berkontribusi nyata pada pemenuhan visi Astacita, serta sejalan dengan peta jalan riset nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Bahkan, sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) oleh Kementerian Perindustrian, dukungan laboratorium yang andal penting untuk penguatan industri manufaktur berbasis teknologi tinggi," tambahnya.


Pameran ini juga menghadirkan berbagai program keberlanjutan interaktif melalui komitmen "Step Into the Future of Sustainable Laboratories". Pengunjung dapat memanfaatkan berbagai layanan seperti Learning LabVenture Zone untuk pengujian material kulit, Laboratory Consultation Clinic bersama Politeknik AKA Bogor, hingga Mobile Health Station yang menyediakan 22 jenis layanan pemeriksaan kesehatan.


​Selain itu, terdapat Wellness Corner Area yang menyediakan layanan relaksasi seperti terapi pijat dari Komunitas Pijat Tunanetra dan terapi Terahertz Wave. Untuk kemudahan akses, penyelenggara menyediakan layanan Free Shuttle di berbagai titik strategis seperti Stasiun Rawa Buntu, Citywalk Lippo Cikarang, Living Plaza Jababeka, Resinda Park Mall Karawang, Botani Square Bogor, Pulogadung Trade Centre, hingga Swiss-Belinn Modern Cikande.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved