JAKARTA – Di tengah akselerasi pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas antarwilayah, sektor transportasi darat menjadi tulang punggung utama ekonomi nasional. Namun, tantangan besar membayangi: bagaimana menjaga roda logistik dan mobilisasi publik tetap berputar tanpa mengabaikan aspek keselamatan?
PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menjawab tantangan tersebut melalui komitmen "Hino untuk Indonesia". Bukan sekadar produsen kendaraan komersial, Hino telah bertransformasi menjadi penggerak ekosistem transportasi yang mengintegrasikan keandalan produk, layanan purnajual prima, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai pemimpin pasar selama lebih dari empat dekade, Hino terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan medan di Indonesia. Melalui lini produk seperti Hino 500 Series yang menjadi andalan logistik dan Hino Bus yang mendominasi perjalanan antar-kota, Hino menyematkan teknologi mesin Euro 4 yang tangguh namun ramah lingkungan.
Tak hanya soal performa, fitur keselamatan seperti Anti-lock Braking System (ABS) kini menjadi standar untuk memastikan kendaraan komersial tetap terkendali di situasi darurat. Inovasi inilah yang menjaga kepercayaan para pelaku industri terhadap efisiensi operasional dan keamanan muatan.
Ketangguhan mesin tidak akan berarti tanpa tangan yang kompeten. Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, menekankan bahwa mayoritas kecelakaan di Indonesia sebenarnya dapat dicegah. Dalam sebuah sesi talk show, di Jiexpo Kemayoran, Kamis (9/4).
"Lebih dari 99 persen kecelakaan bus dan truk di Indonesia adalah kecelakaan konyol akibat ketidakkompetenan pengemudi dan buruknya pemeliharaan. Hino dan Primajasa mengambil langkah luar biasa dengan memperbaiki sistem melalui peningkatan kompetensi mekanik dan pelatihan pengemudi," tegas Wildan.
Hino merespons ini melalui aktivitas berkelanjutan di Hino Driving School dan program pelatihan mekanik yang komprehensif. Upaya ini bertujuan memutus rantai budaya "sok pintar" di lapangan, memastikan setiap prosedur mengacu pada Workshop Manual yang standar.
Keunggulan Hino juga terletak pada jaringan purnajual yang tersebar luas. Pieter Andre, Training Division Head HMSI, menjelaskan bahwa kunci keselamatan adalah proses integrasi dari inspeksi harian hingga penggunaan suku cadang asli.
"Kami berkolaborasi dengan operator seperti Primajasa untuk menerapkan checklist khusus berdasarkan rekomendasi KNKT. Penggunaan Hino Genuine Parts menjadi krusial karena menjamin masa pakai dan spesifikasi yang sesuai standar pabrikan," ungkap Pieter.
Sinergi ini diamini oleh Bayu Permana, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PT Primajasa Perdanarayautama. Di tengah krisis pengemudi profesional global, Primajasa menggandeng Hino untuk melakukan upgrading SDM internal, termasuk melatih kondektur menjadi pengemudi bersertifikasi BNSP. "Target kami adalah Zero Accident dan Zero Storing. Kami ingin masyarakat kembali percaya pada transportasi umum," ujar Bayu.
Dampak dari kehadiran Hino melampaui angka penjualan. Dengan pabrik perakitan lokal yang menyerap ribuan tenaga kerja, Hino turut memperkuat struktur industri otomotif nasional. Keandalan armada Hino di jalan raya memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap lancar, yang secara langsung menjaga stabilitas ekonomi.
Lebih jauh, visi Hino juga mencakup pemberdayaan sosial. Melalui program pelatihan standar global, talenta-talenta pengemudi dan mekanik Indonesia kini dipersiapkan untuk mampu bersaing di pasar internasional.
"Hino tidak hanya menjual unit, tetapi membangun sistem keselamatan dan kemajuan bangsa," pungkas Ahmad Wildan. Melalui kolaborasi antara teknologi unggulan, layanan purnajual yang andal, dan komitmen pada kualitas SDM, Hino membuktikan diri sebagai penggerak utama yang membawa transportasi Indonesia menuju masa depan yang lebih aman dan bermartabat.



FOLLOW THE MAJALAH CEO AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow MAJALAH CEO on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram