-->

Rabu, 01 April 2026

Industri Laboratorium Indonesia Tumbuh Pesat, Lab Indonesia 2026 Fokus pada Inovasi dan Kolaborasi Global

Industri Laboratorium Indonesia Tumbuh Pesat, Lab Indonesia 2026 Fokus pada Inovasi dan Kolaborasi Global

 


TANGERANG – Industri laboratorium di Indonesia kini dipandang sebagai infrastruktur ilmiah krusial dalam mendukung riset, inovasi, serta pengembangan industri di berbagai sektor. Seiring dengan pertumbuhan industri manufaktur dan program nasional untuk meningkatkan kualitas produksi serta pengendalian mutu, kebutuhan terhadap teknologi laboratorium terus meningkat.


Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 10.500 laboratorium kesehatan masyarakat, dengan proyeksi pasar laboratorium klinis nasional mencapai lebih dari USD 3,1 miliar pada 2027. Di tingkat global, industri ini diperkirakan melonjak dari USD 258,71 miliar (2023) menjadi USD 468,15 miliar pada 2032.


Menanggapi dinamika tersebut, pameran dua tahunan Lab Indonesia 2026 akan kembali digelar pada 15–17 April di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. 


Mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness”, edisi ke-8 ini akan menempati lahan seluas 14.500 meter persegi dengan target 300 eksibitor dan 15.000 pengunjung profesional.


Kristi Wulandari, Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, menyatakan optimismenya terhadap perpindahan lokasi ke ICE BSD City yang memungkinkan peningkatan skala partisipasi.


“Besarnya partisipasi perusahaan internasional yang akan menghadiri Lab Indonesia 2026 menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipandang sebagai pasar yang penting bagi industri teknologi laboratorium. Kami berharap Lab Indonesia dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan industri dan riset di Indonesia,” tegas Kristi.


Ajang ini akan dihadiri perusahaan dari 16 negara, termasuk paviliun internasional dari China, Jerman, Korea, dan Malaysia, yang memperkuat posisi pameran ini sebagai titik temu penting untuk menjajaki peluang bisnis dan memahami dinamika pasar lokal.


Komitmen Pelaku Industri dan Standar Mutu

Tingginya minat peserta juga terlihat dari tingkat kepuasan edisi sebelumnya, di mana 53% peserta loyal menyatakan kembali berpartisipasi. Saptogiri, Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo, menekankan pentingnya transformasi teknologi.


“Kami meyakini bahwa masa depan laboratorium Indonesia ditentukan oleh kemampuan dalam memberikan hasil yang akurat, andal, dan sesuai standar regulasi, sembari tetap meningkatkan efisiensi dan mengadopsi teknologi analitik mutakhir. Melalui partisipasi kami di Lab Indonesia 2026, kami ingin menunjukkan komitmen terhadap transformasi ini. Kami sebagai peserta hadir dan bermitra dengan berbagai pelanggan dan pemangku kepentingan untuk turut mendorong standar keunggulan laboratorium yang lebih tinggi di seluruh Indonesia,” papar Saptogiri.


Dari sisi akademisi dan profesi, Afrizal selaku Ketua Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Jakarta, menyoroti tantangan yang masih dihadapi Indonesia meski memiliki potensi besar.


“Indonesia memiliki potensi besar seperti keanekaragaman hayati, sumber daya mineral, serta SDM muda berbakat, namun masih menghadapi tantangan seperti ketergantungan impor alat, minimnya hilirisasi riset, fragmentasi antar institusi, dan kurangnya kolaborasi dengan industri. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan alur riset yang terintegrasi dari kampus, laboratorium standar, hingga industri agar menghasilkan pengakuan global, serta peran strategis HKI dalam sertifikasi kompetensi, menjembatani kolaborasi, dan standardisasi metode. Selain itu, kolaborasi antara industri dan akademisi serta dukungan media menjadi kunci dalam menjadikan laboratorium kimia sebagai pusat inovasi menuju Indonesia Emas 2045,” urai Afrizal.


Dukungan penuh juga datang dari pemerintah melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN). Wahyu Purbowasito, Deputi Akreditasi BSN sekaligus Sekretaris Komite Akreditasi Nasional (KAN), menilai ajang ini lebih dari sekadar transaksi bisnis.


“Saat ini, Pameran Lab Indonesia bukan hanya sekadar tempat bertemu para buyer dan klien dalam transaksi seputar peralatan laboratorium dan penunjangnya, tapi juga sudah berperan sebagai tempat update perkembangan teknologi terkini laboratorium, temu pelanggan dan sharing pengalaman terhadap semua hal, termasuk update metode. Ini menjadi wadah yang mengisi kekosongan dalam hal pengelolaan laboratorium supaya lebih efektif dan efisien. BSN – KAN menyambut baik ajang ini dan secara aktif mendukung pelaksanaan pameran ini. Lab Indonesia bisa menjadi contoh kerja sama G-to-B yang baik untuk mendorong pembangunan bangsa dengan penguatan infrastruktur mutu nasional guna mendorong daya saing produk Indonesia di kancah dunia,” jelas Wahyu.


Selain pameran alat seperti laboratory instruments dan biotechnology, Lab Indonesia 2026 menghadirkan program LabForum, LabTalk, dan One to One Business Matching. Sebagai catatan, pada 2024 program ini berhasil menghasilkan lebih dari 720 pertemuan bisnis, meningkat 24,7% dari edisi sebelumnya.


Untuk kenyamanan pengunjung, penyelenggara menyediakan layanan free shuttle menuju ICE BSD City dari berbagai titik seperti Stasiun Rawa Buntu, Cikarang, Bekasi, Karawang, Bogor, Jakarta Timur, hingga Serang.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved