-->

Jumat, 24 April 2026

TOPBAND Pamerkan Produk Unggulan di Ajang Indonesia Smart Energy & Technology Week yang Berlangsung 22-24 April 2026 di JI EXPO Kemayoran Jakarta

TOPBAND Pamerkan Produk  Unggulan di Ajang Indonesia Smart Energy & Technology Week yang Berlangsung  22-24 April 2026 di JI EXPO Kemayoran Jakarta

 


MAJALAH CEO - JAKARTA - TOPBAND, perusahaan global yang bergerak di bidang solusi energi dan teknologi baterai, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia melalui pengembangan solusi energi terbarukan berbasis sistem penyimpanan energi (battery storage) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off-grid.


Keterangan Foto: Country Manager Indonesia TOPBAND Riko Sugiyanto.



Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun sejak berdiri pada 1996, TOPBAND kini berfokus pada inovasi teknologi energi yang mendukung efisiensi, keberlanjutan, dan kemandirian energi, terutama di kawasan dengan akses listrik terbatas.


Country Manager Indonesia TOPBAND Riko Sugiyanto, kepada awak media  mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan karena karakteristik geografisnya sebagai negara kepulauan.


“Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, sehingga pendekatan energi terpusat tidak selalu efektif. Solusi off-grid seperti PLTS dan baterai menjadi sangat relevan, khususnya untuk daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik,”jelasmya di Ajang Indonesia Smart Energy & Technology Week yang berlangsung tanggal 22-24 April 2026 di JI EXPO Kemayoran Jakarta.


Saat ini, TOPBAND memiliki 16 fasilitas produksi yang tersebar di berbagai negara, termasuk Vietnam, India, Rumania, dan Meksiko. Di kawasan Asia Tenggara, Vietnam menjadi salah satu basis penting perusahaan dengan dukungan sejumlah pabrik dan mitra strategis.


Di Indonesia, TOPBAND memfokuskan pengembangan pada solusi PLTS off-grid yang menyasar sektor perkebunan, pertambangan, serta wilayah terpencil lainnya. Teknologi ini dinilai mampu memberikan efisiensi operasional yang signifikan dibandingkan penggunaan genset berbahan bakar diesel.


Menurut Riko, sistem hybrid yang mengombinasikan baterai dan generator dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 40–50 persen.


“Penghematan ini sangat signifikan, terutama bagi sektor industri yang memiliki biaya operasional energi cukup tinggi,” jelasnya.


Selain sektor industri, TopBand juga tengah mengembangkan inovasi baterai untuk sektor maritim. Sebagai negara maritim, Indonesia dinilai memiliki peluang besar dalam penerapan kapal listrik maupun hybrid guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.


Meski demikian, pengembangan energi terbarukan di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi regulasi, insentif, dan edukasi pasar. Hingga kini, insentif untuk penggunaan baterai seperti yang diterapkan di sejumlah negara lain masih dalam tahap perkembangan.


“Di negara seperti Vietnam, penggunaan baterai mendapat dukungan insentif dari pemerintah. Sementara di Indonesia, regulasi masih berkembang, sehingga implementasi lebih banyak difokuskan pada wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik,” tambahnya.


TOPBAND juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat dan pelaku industri mengenai teknologi baterai dan energi terbarukan. Pemahaman yang baik diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi secara lebih luas serta menciptakan ekosistem pasar yang sehat dan transparan.


“Kami ingin pelanggan memahami teknologi yang mereka gunakan, mendapatkan manfaat maksimal, serta memperoleh harga yang wajar dan kompetitif,” ujar Riko.


Ke depan, TOPBAND menargetkan peningkatan awareness dan adopsi teknologi baterai di Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan akan sumber energi yang efisien, berkelanjutan, dan mandiri.(Red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved