-->

Kamis, 16 April 2026

Bicara Soal AI di Dunia Laboratorium, ILKI: Teknologi Hanya Penunjang, Humanitas Tetap Utama

Bicara Soal AI di Dunia Laboratorium, ILKI: Teknologi Hanya Penunjang, Humanitas Tetap Utama

 

Tangerang -- Kemajuan teknologi di bidang kesehatan, khususnya laboratorium medis, kini tengah memasuki babak baru dengan integrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Meskipun demikian, peran tenaga medis manusia tetap menjadi kunci utama dalam proses diagnosis pasien.


​Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI), Dr. dr. Purwanto AP, Sp.PK (K), saat ditemui di ajang pameran Lab Indonesia 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang.


Dr. Purwanto menjelaskan bahwa dalam seminar-seminar kesehatan saat ini, topik AI menjadi bahasan yang sangat hangat. Namun, ia menekankan bahwa AI harus dipandang sebagai alat yang membantu manusia (dokter dan analis), bukan menggantikannya.


​"Tetap manusia yang berperan, karena AI itu kami humanize. Tidak bisa digantikan sepenuhnya. AI tetap 'dingin', jika ditanya dia menjawab sesuai kemampuannya, tapi manusianya yang memegang kendali," ujar Dr. Purwanto.


​Laboratorium, menurutnya, adalah alat penunjang vital bagi hampir 200.000 dokter di Indonesia. Melalui sampel seperti darah, urin, hingga sumsum tulang, laboratorium membantu dokter menegakkan diagnosis yang pasti (diagnosis definitif).


​"Begitu tahu penyebabnya, misalnya virus, maka bisa diobati. Selama penyebabnya belum diketahui, pengobatan tidak akan efektif. Pusing bisa karena stres, tapi bisa juga karena kanker otak atau kekurangan darah. Di sinilah laboratorium berperan menentukan," lanjutnya.


Pameran Lab Indonesia yang digelar pada 15–17 April 2026 ini menampilkan berbagai terobosan teknologi terbaru dari berbagai negara, termasuk China. Dr. Purwanto melihat banyaknya alat yang serupa di pasaran sebagai bentuk kompetisi yang positif untuk meningkatkan standar kesehatan.


​Ia menyoroti bagaimana teknologi kini mampu mendeteksi penyakit hingga level sel. Hal ini sangat krusial dalam penanganan kanker, di mana perubahan satu sel yang membelah secara tidak normal dapat dideteksi lebih dini dan lebih akurat (accurate and precise).


​"Metode lama tetap dikembangkan, namun metode baru terus diciptakan agar semakin tajam deteksinya. Itulah kemajuannya," jelasnya.


Sebagai Ketua ILKI, Dr. Purwanto juga menaruh perhatian besar pada kualitas layanan laboratorium di seluruh Indonesia melalui proses akreditasi. ILKI sendiri memiliki lembaga akreditasi bernama LPA Prima Husada.


​Hingga saat ini, lembaga tersebut telah mendampingi sekitar seribuan fasilitas kesehatan, mulai dari laboratorium klinik, Puskesmas, hingga Unit Transfusi Darah (UTD) PMI, agar sesuai dengan standar Permenkes No. 34 Tahun 2022.


​"Kami menilai apakah sebuah lembaga sudah masuk kategori Paripurna atau masih Utama. Jika masih kurang, kami beri waktu untuk memperbaiki dalam masa lima tahun. Tujuannya agar pelayanan kesehatan di kota kecil maupun kota besar memiliki standar yang sama," pungkasnya..


​Pameran Lab Indonesia 2026 sendiri masih berlangsung hingga Jumat (17/4) besok di Hall 5–7, ICE BSD City, menampilkan ribuan peralatan laboratorium canggih dari pemain global maupun lokal.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved