-->

Rabu, 20 Mei 2026

Satgas Citarum Harum Sektor 2 Perkuat Pengawasan Lingkungan, Puluhan Kepala SPPG di Majalaya Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Limbah

Satgas Citarum Harum Sektor 2 Perkuat Pengawasan Lingkungan, Puluhan Kepala SPPG di Majalaya Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Limbah

 


Majalahceo.com | Majalaya, Kabupaten Bandung – Dalam upaya menjaga kualitas lingkungan dan mendukung keberhasilan program nasional secara berkelanjutan, Satgas Citarum Harum Sektor 2 terus menggencarkan kegiatan sosialisasi terkait pengelolaan limbah dan sampah di wilayah Kabupaten Bandung. Selain melakukan pembinaan kepada para pelaku industri, pada Selasa (20/5/2026) Satgas Citarum Harum Sektor 2 juga melaksanakan sosialisasi kepada para Kepala SPPG yang berada di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Majalaya tersebut diikuti oleh sekitar 20 Kepala SPPG dari berbagai wilayah di Kecamatan Majalaya.


 Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah preventif dan edukatif guna meningkatkan kesadaran serta pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah domestik yang baik dan sesuai aturan lingkungan hidup.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dansektor 2 Citarum Harum Kolonel Infanteri Dwi Kristiyanto, Bapak Shandy dari Sekretariat Satgas Citarum Harum sekaligus perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Bapak Sirojul dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Baops, Dansub, anggota Sektor 2 Sub 4 dan Sub 1, serta para perwakilan SPPG di wilayah Majalaya.


Dalam sambutannya, Dansektor 2 Citarum Harum Kolonel Infanteri Dwi Kristiyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki kualitas lingkungan, khususnya di wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum.



 Menurutnya, keberadaan SPPG sebagai bagian dari program nasional harus diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang baik agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat maupun ekosistem sekitar.


“Hari ini Satgas Citarum Harum Sektor 2 melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada 20 Kepala SPPG yang ada di wilayah Majalaya.


 Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman terkait pengelolaan limbah domestik agar ke depan pengelolaan lingkungan di setiap SPPG bisa berjalan lebih baik sesuai aturan yang berlaku,” ujar Dansektor 2.


Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah kendala dalam pengelolaan limbah domestik di beberapa SPPG. Sebagian lokasi sudah memiliki sistem pengelolaan limbah, namun masih ada pula yang memerlukan pembenahan dan penyesuaian, terutama terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan pengelolaan sampah.


Menurutnya, pengelolaan limbah yang kurang optimal dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kualitas air di wilayah sekitar, sehingga perlu adanya pengawasan, pendampingan, serta solusi nyata yang melibatkan berbagai pihak.


“Ke depannya kami akan terus melakukan pengawasan sekaligus mencarikan solusi agar limbah dari kegiatan SPPG tidak mencemari lingkungan. Harapannya seluruh pihak dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama,” tambahnya.


Materi sosialisasi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Bapak Sirojul dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.


 Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Satgas Citarum Harum, dan pengelola SPPG dalam menciptakan sistem pengelolaan limbah yang baik, efektif, dan berkelanjutan.


Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman terkait aturan dan teknis pengelolaan limbah, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar para pengelola SPPG mampu menerapkan pengelolaan sampah dan limbah domestik secara bertanggung jawab.


“Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Satgas Citarum Harum untuk melakukan sosialisasi dan edukasi bagaimana SPPG dapat mengelola limbah dan sampah dengan baik. Karena SPPG ini merupakan program nasional, maka tujuan akhirnya adalah mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan sehat,” jelasnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi indeks kualitas air di sejumlah wilayah masih belum optimal. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah limbah domestik dari aktivitas dapur dan kegiatan operasional lainnya yang belum dikelola secara maksimal.


Karena itu, pihaknya bersama Satgas Citarum Harum akan terus mendorong pelaksanaan edukasi yang lebih masif serta pengawasan langsung di lapangan agar pengelolaan limbah di setiap SPPG dapat berjalan sesuai standar lingkungan.


Lebih lanjut, DLH Kabupaten Bandung berencana menggelar workshop lanjutan dengan melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk para vendor atau penyedia fasilitas pengolahan limbah dan IPAL.


 Langkah ini dilakukan agar pembangunan fasilitas pengolahan limbah dapat disesuaikan dengan kapasitas kebutuhan masing-masing SPPG sehingga lebih efektif, efisien, dan tidak menimbulkan biaya yang terlalu besar.


“Kami tidak ingin ada pembangunan IPAL yang tidak sesuai kapasitas atau tidak dilakukan pengawasan.


 Karena itu nanti akan melibatkan berbagai pihak termasuk vendor agar sistem yang dibangun benar-benar tepat guna,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari para peserta. 


Salah satu perwakilan Kepala SPPG, Bapak Yunus, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat dalam menambah wawasan serta menjadi ruang komunikasi antara pengelola SPPG dengan pemerintah dan Satgas Citarum Harum.


“Alhamdulillah dengan adanya sosialisasi ini kami mendapat ilmu baru terutama dalam pengolahan sampah dan limbah. Kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi dan konsultasi sehingga kami lebih memahami apa yang harus dilakukan di lapangan,” ungkapnya.


Melalui kegiatan sosialisasi ini, Satgas Citarum Harum Sektor 2 bersama Dinas Lingkungan Hidup berharap seluruh pengelola SPPG di wilayah Majalaya dapat semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah yang baik dan sesuai aturan. 


Dengan adanya sinergi antara pemerintah, Satgas, dan masyarakat, diharapkan kualitas lingkungan serta kualitas air di wilayah Kabupaten Bandung, khususnya kawasan DAS Citarum, dapat terus membaik.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved