-->

Jumat, 08 Mei 2026

Di Ajang PALMEX 2026, HALO ROBOTICS Pamerkan Teknologi Unggulan Drone Otonom DJI Dock 3, yang mampu Beroperasi Tanpa Pilot dan Dikendalikan Command Center.

Di Ajang PALMEX 2026, HALO ROBOTICS  Pamerkan Teknologi Unggulan Drone Otonom DJI Dock 3, yang mampu Beroperasi Tanpa Pilot dan Dikendalikan Command Center.

 



MAJALAHCEO - JAKARTA-;Sebagai distributor resmi teknologi robotik dan drone enterprise di Indonesia memperkenalkan berbagai inovasi terbaru dalam ajang yang berlangsung di . Teknologi yang ditampilkan difokuskan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan efektivitas operasional, khususnya di industri kelapa sawit.


Salah satu teknologi unggulan yang dipamerkan adalah drone otonom DJI Dock 3, yang mampu beroperasi tanpa pilot dan dikendalikan sepenuhnya melalui command center.


Drone ini dapat melakukan patroli otomatis hingga 18–20 kali dalam sehari, baik siang maupun malam, serta memberikan laporan lengkap secara real-time.


Dilengkapi kamera thermal dan inframerah, DJI Dock 3 mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan seperti pencurian, serta mengidentifikasi titik panas (hotspot) sebagai langkah dini pencegahan kebakaran hutan dan lahan.


Teknologi ini telah mendapat persetujuan sebagai salah satu alat pendukung monitoring dari regulator terkait, termasuk dalam pelaporan ke Kementerian Lingkungan Hidup.


Selain drone udara, Halo Robotics juga menghadirkan robot darat Unitree, robot berkaki empat (quadruped) yang dapat digunakan untuk inspeksi dan patroli di area sulit dijangkau, termasuk di bawah kanopi perkebunan.


Robot ini dapat dipasangkan dengan berbagai sensor seperti deteksi gas, serta mampu melakukan pemetaan area secara tiga dimensi.


Untuk kebutuhan pemetaan skala besar, Halo Robotics memperkenalkan drone LiDAR dengan kemampuan pemetaan topografi hingga 1.000–2.000 hektar per hari.


Teknologi ini jauh lebih efisien dibandingkan metode konvensional, dengan waktu terbang hingga satu jam dan jangkauan laser yang lebih luas.

Tak hanya itu, solusi logistik udara juga diperkenalkan melalui drone pengangkut yang mampu mendistribusikan pupuk dan kebutuhan operasional di area perkebunan yang sulit diakses, seperti wilayah yang terpisah sungai atau medan berat.


Direktur Marketing Halo Robotics menyampaikan bahwa penggunaan teknologi ini tidak menggantikan peran manusia, melainkan meningkatkan efektivitas kerja. “Operator tetap dibutuhkan, namun kini dapat bekerja dari command center dengan tingkat keamanan dan efisiensi yang lebih tinggi,” ujarnya.


Menurutnya, industri kelapa sawit Indonesia yang merupakan salah satu terbesar di dunia membutuhkan dukungan teknologi untuk mengelola area yang sangat luas.


Penggunaan drone dan robot otonom dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan risiko kerugian akibat pencurian maupun kebakaran.


Ke depan, Halo Robotics optimistis bahwa adopsi teknologi robotik akan semakin luas, tidak hanya di sektor perkebunan, tetapi juga di industri lain seperti pertambangan, kelistrikan, hingga infrastruktur transportasi.


Dengan inovasi ini, Halo Robotics berharap dapat mendukung transformasi digital di sektor industri Indonesia menuju sistem operasional yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.(Red,).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 MAJALAH CEO | All Right Reserved